“Urip Kuwi Sawang Sinawang”

Dulu ketika masih kecil, kita melihat orang-orang dewasa rasanya banyak hal yang kita inginkan ketika dewasa nanti. Tapi ketika sudah sampai pada fase itu, terkadang terlintas fikiran “enak e dadi bocah cilik, dolanan thok ga mikir macem-macem”.

Ketika saya masih kecil, ikut Bapak pergi ke kantor dan melihat para pegawai duduk dimeja kerjanya saya berfikir “enak yo lungguh kursi apik, nulis reno-reno, tanda tangan”. Tetapi ketika saya pun smpai pada fase itu..”lha kok awak rasane sampek remuk kabeh yoo, dadi jongosing negoro..Ya Alloh..pingin semaput karo ngadek”.

Pun demikian ketika melihat awak pesawat denga badan proporsional, pramugari cantik dan smart, sy pun terpesona..Tapi ternyata ketika berada diatas pesawat saya berfikir “opo bedane pramugari karo pelayan warung bakso? Lha tugas e nyuguhi aku permen, makanan, minuman..lek dandan ayune eram tenan”.
Belum lagi kalau saya minta di bantu ngangkat travel bag ke cabin..wow!!! Kuat pisan..(*manol). Msh enak aku yang duduk jadi penumpang.

Betapa dunia itu penuh dengan tipu daya denga segala godaannya.
Mata sering tergoda dengan keelokannya.
Jika tidak pandai menahan diri dari goda, maka kita akan menjadi budak keindahan dunia yg sesaat.

Lalu apa yang bisa kita lakukan?

Bersyukur, Nerimo atas setiap apa yang dianugerahkan pada diri kita.
Keindahan dan kenikmatan yang ada pada diri orang lain belum tentu akan sama rasanya ketika kita sampai pada kondisi tersebut.

“Isine urip kuwi mung sawang sinawang, lek ora pinter bersyukur isine mung ngersulo, pingin opo sing di nduweni wong liyo”

(Sedang menasehati diri sendiri nyang pojokan ruang tunggu.ngenteni kapal platmerah)

——–

Di Ambilkan Dari FB Alumni PP. AlFattah, Mbak Zulfa Auliyati

Semoga Bermanfaat

5 thoughts on ““Urip Kuwi Sawang Sinawang”

    zulfa

    (November 20, 2013 - 08:41)

    waaaahhh (syock mendadak)..Ya Alloh niki sinten sing mindah teng mriki?? Tulisane tasih morat-marit Gus, lha kok di upload kesini.

    Administrator Al-Fattah

    (November 21, 2013 - 12:02)

    Dahulu kala, kami kan pernah minta Idzin mbak zulfa. 😀 maka, dari itu….. mohon keikhlasannya. Tulisan yang penuh dengan ledakan hati, dan expresi wajar tanpa batas inilah yang sering di suka pembaca yang budiman 😀 Syukron… Jazaakumullah Khairan Katsiira….

    zulfa

    (November 22, 2013 - 08:46)

    Siiiaapp Gus. Sendiko dawuh..
    Niku kesambet setan teng bandara :). Diam di ruang tunggu merasakan lelah yg luar biasa, tangannya tdk bisa disuruh diam. Notebook sdh masuk tas, hanpdhone pun jadi dg tulisan kacau. Mangke kulu rapikan.
    Sebenarnya masih banyak coret2an yang saya simpan, kadang2 ajrih mempublish.. Takut diwastani Kaburo maqtan…(kl tidak bisa melaksanakan dg baik).

    lasykar

    (November 22, 2013 - 12:34)

    Hehehehe…… Insya Allah mboten kaburo maqtan….

    zulfa

    (November 22, 2013 - 12:52)

    Amiin..Allhumma amiin.mugi2 mawon..
    Bab tentang sabar, syukur, sabaaarr, syukuuurr..itu yg paling berat untuk ditulis (di batin thok)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *