Tidur berpahala sholat

Oleh: Chusnul Chotimah.

 

“Beberapa orang yang tidur pahalanya di catat seperti orang yang sholat, begitupun sebaliknya ada beberapa orang yang sholat tapi pahalanya di catat seperti orang yang tidur”.

Bagaimana hal itu bisa terjadi? Ringkas cerita dikisahkan ada seseorang yang mempunyai kebiasaan bangun di waktu sahur dan mengambil air wudlu kemudian sholat sampai fajar terbit (Sholat malam). Nah! Pada suatu malam, dia merasa sangat mengantuk, hingga rasa kantuk itu mengalahkannya dan ia terlelap sampai waktu subuh. Padahal di dalam hatinya ia sudah berniat untuk melakukan kebiasaannya sholat malam. Akhirnya ia bangun dengan hati susah, sedih dan gelisah dan ingin rasanya mengulangi waktu itu.

“Sungguh! inilah orang yang tidur di catat seperti orang yang sholat!”.

Ada seseorang yang tidak mempunyai keinginan bangun malam, dan di suatu malam ia mengira bahwa telah masuk waktu subuh. Kemudian ia mengambil air wudlu dan bergegas kemasjid, padahal belum subuh. Akhirnya ia sholat sambil menanti waktu subuh dengan berkata, “Andai aku tau bahwa fajar belum terbit aku tidak akan beranjak meninggalkan tempat tidurku”.

“Sungguh! Orang ia kelihatannya sholat. Namun, dicatat seperti orang yang tidur. (Sia-sialah…😞)”

Intinya….

Semoga kita mampu beramal baik…
Menjadikan setiap langkah-langkah kita dengan niat baik, setiap gerak kita, nafas kita , ucapan kita dan perbuatan kita dengan niat baik.

تنبيه الغافلين ص: ١٧٥

Semoga bermanfaat.
Wallahu A’lam bis-Shawaab

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.