Terimakasih Istighotsah

Oleh: Chusnul Chotimah (Ponorogo)

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Ketika datang hari kiamat, Malaikat Jibril berputar-putar selama 4000 tahun, Ia mendengarkan suara seorang laki-laki di dalam neraka dari umatku yang sedang berkata (Beristighotsah):

يا حنان يا منان يا ذاالجلال والإكرام

Rasulullah bersabda: “Malaikat Jibril datang dan bersujud ke ‘Arsy dengan memohon: “Ya Rabbi…Sungguh aku mendengar suara laki-laki muslim didalam Neraka, Ia berIstighosah, Ia memanggil namaMU يا حنان يا منان sudah 40.000 tahun lamanya, dan aku mengetahui bahwa Ia adalah umat Baginda Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Sungguh hanya Engkau Ya Rabb yang mengetahui persahabatan antara aku dan Rasulullah. Sungguh karena cintaku aku rela Melakukan kebaikan ini untuk Rasulullah. Sungguh laki-laki dari umat Rasulullah itu di dalam neraka

شفعني فيه …..

Semoga Engkau memberi syafaat untuk laki-laki itu”.

Lalu, Allah Jalla Jalaalah berfirman: “Aku mengabulkan permintaanmu Jibril, dan Aku memberi syafaat laki-laki itu karenamu, pergilah menemui Malaikat Malik penjaga Neraka. Katakanlah padanya supaya mengeluarkan laki-laki itu dan menghilangkan siksanya”.

Kemudian Malaikat Jibril menemui Malaikat Malik dan berkata: “Sesungguhnya Allah memberi syafaat untuk seseorang maka keluarkanlah dia dari dalam Neraka dan hilangkan siksanya untukku”.

Rasulullah bersabda: “Kemudian Malaikat Malik masuk ke dalam Neraka dan mencari laki-laki itu selama 1000 Tahun lamanya. Akan tetapi Malaikat Malik tidak menemukan laki-laki itu. Akhirnya ia keluar dan berkata kepada Malaikat Jibril, “Sungguh Neraka Jahanam telah sangat mendidih, yakni hancur meleleh; Besi menjadi seperti batu-batu dan Manusia menjadi seperti besi, maka dari itu aku tidak menemukan laki-laki itu”

Dan pergilah Malaikat Jibril bersujud ke ‘Arsy untuk yang kedua kalinya, “Yaa Raabi… Malaikat Malik tidak menemukan laki-laki itu, dimanakah laki-laki itu?”.

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Jibril Pergilah dan katakan pada Malik, laki-laki itu berada di dalam jurang ini, di dasar jurang ini ada jurang yang paling dalam, dan di ujung Jurang itu ada sebuah sumur kecil. Laki-laki itu berada di dalamnya”.

Kemudian Jibril datang dan memberitahu Malaikat Malik begini begini. Malaikat Malik pun langsung pergi ke jurang itu dan ditemukanlah laki-laki itu dengan keadaan mengenaskan (Jungkel: jawa) dengan dikerubungi ular besar dan kalajengking, dan dibelenggu rantai. Kemudian Malaikat Malik menarik salah satu anggota badan laki-laki itu yang sudah menjadi arang, lalu menggerak-gerakkan laki-laki itu, dan ketika ia tarik, dari badan laki-laki itu berjatuhan ular dan kalajengking. Kemudian ia gerak-gerakan lagi yang kedua kalinya hilanglah belenggu dan rantai.

Laki-laki itu menatap Malaikat Malik dan bertanya “Ada apakah dengan kedatanganmu? Apakah engkau ingin menambah siksaku atau ingin menyelamatkanku?”. Malaikat Malik menjawab: “Aku tidak mengetahui dengan kedatanganku, melainkan Malaikat Jibril sedang menantimu”. Lalu Malaikat Malik menarik tangan laki-laki itu dan menghilangkan siksanya untuk Malaikat Jibril.

Malaikat Jibril menggapai tangan laki-laki itu dan datang bersamanya ke ‘Arsy. Mereka tidak melewati seseorang sama sekali. Malaikat kemudian Jibril berkata: “Laki-laki inilah yang berada di dalam Neraka Jahanam selama 40.000 tahun”, dan keduanya berdiri di dalam ‘Arsy .

Allah Ta’ala berfirman: “Wahai hambaku… Bukankah firman-Ku telah jelas? Dan bukankah Aku telah mengutus Rasul untuk memerintahkan kebaikan dan menjauhi laranganKu??”. Laki-laki itu menjawab: “Iya benar wahai Tuhanku… Hanya saja sayalah yang mendzolimi diriku sendiri dan saya mengakui atas semua dosa-dosaku dan aku benar-benar memohon ampunan kepadamu atas semua perbuatanku. Sungguh di dalam Neraka Aku selalu menyebut namaMU selama 40.000 tahun Ya Hannan Ya Mannan agar Engkau mengampuniku “.

Allah Ta’ala berfirman: “Aku telah mengampunimu, dan Aku memberikan syafaat Jibril untukmu, Aku membebaskan dari Neraka karena syafaat Jibril ”

Akhirnya Malaikat Jibril dan laki-laki itu menuju ke Surga dan Malaikat Jibril memandikan laki-laki itu dengan air kehidupan Telaga Kautsar untuk menghilangkan cap atau stempel ahli Neraka. Setelah itu masuklah laki-laki itu ke dalam Surga. Kemudian Malaikat Jibril mengucapkan salam kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Seraya berkata, “Wahai Nabi Muhammad, Aku melakukan semua ini semata karena untuk menggantikanmu melakukan ini”. Dan Rasulullah menjawab, “Iya kamu benar”.

Hadits riwayat Hasan Basri

االلهم اجعلنا ممن ينجون منها بعد أربعين الف عام ان كان لابد لنا من ان ندخلها بشؤم دنبنا….آمين
عصفورية ص:٢٨-٢٩

*Ngaji kilatan bersama “Abah Syamsuddin”.

يا الله بها يا الله بها يا الله بحسن الخاتمة…آمين

Wallahu A’lam bis-Shawaab
Admin Web/FB Al-Fattah Pule
Semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.