Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

Abu Hanifah Nu’man bin Tsabit, atau populer disebut Imam Hanafi, pernah berpapasan dengan seorang anak kecil yang tampak berjalan mengenakan sepatu kayu.

”Hati-hati, Nak, dengan sepatu kayumu itu. Jangan sampai kau tergelincir,” sang imam menasehati.

Bocah miskin ini pun tersenyum, menyambut perhatian pendiri mazhab Hanafi ini dengan ucapan terima kasih.

”Bolehkah saya tahu namamu, Tuan?” tanya si bocah.

”Nu’man.”

”Jadi, Tuan lah yang selama ini terkenal dengan gelar al-imam al-a‘dham (imam agung) itu?”

”Bukan aku yang menyematkan gelar itu. Masyarakatlah yang berprasangka baik dan menyematkan gelar itu kepadaku.”

“Wahai Imam, hati-hati dengan gelarmu. Jangan sampai Tuan tergelincir ke neraka gara-gara dia. Sepatu kayuku ini mungkin hanya menggelincirkanku di dunia. Tapi gelarmu itu dapat menjerumuskanmu ke kubangan api yang kekal jika kesombongan dan keangkuhan menyertainya.”

Ulama kaliber yang diikuti banyak umat Islam itu pun tersungkur menangis. Imam Hanafi bersyukur. Siapa sangka, peringatan datang dari lidah seorang bocah. (Mahbib Khoiron)

 

diambilkan dari : http://www.nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,51-id,42760-lang,id-c,hikmah-t,Tangisan+Imam+Hanafi+Berjumpa+Anak+Kecil-.phpx

2 thoughts on “Tangisan Imam Hanafi Berjumpa Anak Kecil

    Abu rahma

    (Maret 8, 2013 - 10:25)

    Memang benar kasih sayang seorang ibu tak kan pernah bisa terbalaskan oleh apapun, jadi sudah selayaknya ada ungkapan ” surga ada ditelapak kaki ibunda”
    Adalah hal yang wajar jika kita wajib hormat dan taat pada kedua orang tua terutama ibu . coba kita ambil pelajaran “maaf” dalam bab waladuzzina ,itu nanti yang akan menanggung nasab adalah ibu, juga dalam masalah waris, coba perhatikan ketika akhun lil abi bersama dengan abun maka akhun lil abi akan terhijab oleh abun, namun kalau akhun lil ummi bersama dengan ummun maka akhun lil ummi akan tetap bisa mendapatkan warisan , ini menunjukkan bahwa kasih sayang seorang ibu jauh lebih besar daripada kasih sayang seorang ayah.
    Salam ta’dhim dari kami untuk ahli bait & masyayikh ponpes al-fattah pule.Trims

    Rekza

    (Maret 8, 2013 - 21:01)

    se7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *