SYURGA BUKAN MILIK KITA

Bismillahirrohmanirrohiim…

Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

(1) لا تَأْلُوا عَلَى اللَّهِ،فَإِنَّهُ مَنْ تَأَلَّى عَلَى اللَّهِ أَكْذَبَهُ اللَّه (2)

Artinya: “Janganlah kalian bersumpah/berta-ala atas nama Alloh (atas nasib seseorang. Seperti berkata: demi Alloh si fulan pasti masuk neraka:pent), maka sesungguhnya orang yang berta-ala atas nama Alloh, Alloh akan Mendustakannya”.

 

Imam Mudloffar berkata (3):Tidak boleh bagi siapapun menentukan pengampunan (Alloh:pent) dan siksa (Alloh:pent), karena siapapun tidak mengetahui Masyiah (kehendak) Alloh dan Irodah (kehendak) Alloh, akan tetapi bagi orang yang taat hendaknya berharap/rojaa’ (atas kemurahan Alloh:pent) dan bagi pelaku maksiat hendaknya takut/khouf (pada siksa Alloh:pent), karena ketentuan masuk syurga hanya berlaku pada manusia yang telah mendapatkan ketetapan/nash (masuk syurga), seperti sepuluh (sahabat nabi:pent) yang diberi kabar gembira (oleh Nabi Muhammad akan masuk syurga:pent).”

Imam Ghozali berkata (4): diriwayatkan sesungguhnya ada Nabi dari beberapa Nabi melaksanakan sujud, kemudian ada orang gila/sombong yang menginjak kepalanya sampai kerikil menempel di dahinya, Nabi tersebut mengangkat kepala, dan berkata dengan marah: “Pergilah!!! Alloh tidak akan mengampunimu.”, kemudian Alloh memberikan wahyu pada Nabi tersebut: “engkau telah menyumpah atas namaKU pada hambaku, maka aku mengampuninya”.

Imam Ibnu ‘Asyakir berkata (5) dalam kitab sejarah beliau: sesungguhnya Kholifah Umar bin Abdul Aziz berkata pada Syaikh Sulaiman bin Sa’d: “Telah sampai kabar padaku bahwa si Fulan yang menjadi pejabat kita orang tuanya kafir zindiq”, Syaikh sulaiman bertanya: “Apa yang membuat engkau risau wahai pemimpin orang mukmin? Padahal orang tua beliau Nabi Muhammad SAW. Juga kafir, dan hal itu tidak membahayakan.” Maka Kholifah Umar langsung marah besar dan berkata: “Aku tidak pernah menemukan contoh logika seperti ini!!!”.

Lihatlah, wahai pembaca yang budiman…

– Betapa beliau nabi sangat melarang peng-klaiman syurga dan neraka, sedangkan akhir-akhir ini marak muncul perkataan-perkataan: ”maka kamu akan masuk neraka!!”, atau di perhalus: “Saya tidak mengatakan kamu sesat, Masuk neraka, tapi hadist Nabi dan Ulama’lah yang mengatakan…”

– Betapa Imam Mudlofar, Imam Ghozali memberikan statemen dan perumpamaan yang menarik, bahwa seorang yang sederajad Nabi saja mendapat teguran dari Alloh karena menyumpah orang dan memastikan orang tersebut tidak dapat pengampunan dari Alloh. Apalagi kita, yang setiap hari bergelimang munkarot, baik Ghibah, Idza’, ‘Ujub, Riya’, Nifaq dan lain sebagainya.

– Betapa Kholifah Umar bi Abdul Aziz, seorang khalifah paling di puji setelah zaman Sahabat bahkan ada yang mengatakan Wali dan Mujaddid Islam, Sangat marah waktu ada orang yang mengatakan Ayah-bunda Nabi kafir, padahal dengan dasar hadist. Coba kita bayangkan pada diri kita, apabila kedua orang tua kita dikatakan sesat, betapa marahnya kita?, apalagi junjungan kita, yang derajat serta keagungannya melebihi semesta alam, Khoirun Min Akhyaril Kholqi?. Tafakkaruu fi kholqillah, wala tafakkaruu fil kholiq wa fi’lihi….

Wallohu a’lam

 

M. ROBERT AZMI AL ADZIM

Ndalem Pule 18 Februari 2013

(1) فيض القدير 9722(ج 6 / ص 499)

(لا تَأْلُوا عَلَى اللَّهِ،) من الآلية اليمين أي لا تحلفوا على الله كأن تقولوا والله ليدخلن الله فلانا النار وفلانا الجنة (فَإِنَّهُ مَنْ تَأَلَّى عَلَى اللَّهِ أَكْذَبَهُ اللَّه) (3) قال المظهر : فلا يجوز لأحد أن يجزم بالغفران أو العقاب لأن أحدا لا يعلم مشيئة الله وإرادته في عباده بل يرجو للمطيع ويخاف للعاصي وإنما يجزم في حق من جاء فيه نص كالعشرة المبشرة اه.

(4) وقال العزالي : روي أن نبيا من الأنبياء كان ساجدا فوطئ بعض العتاة عنقه حتى ألصق الحصى بجبهته فرفع النبي عليه السلام رأسه مغضبا وقال : اذهب فلن يغفر الله لك فأوحى الله إليه تتألى علي في عبادي قد غفرت له (5) وأخرج ابن عساكر في تاريخه أن عمر بن عبد العزيز قال لسليمان بن سعد : بلغنا أن فلانا عاملنا كان والده زنديقا قال : وما يضرك يا أمير المؤمنين فإن أبوي النبي صلى الله عليه وآله وسلم كافرين فما ضره فغضب غضبا شديدا وقال : ما وجدت مثلا غير هذا ثم عزله (طب عن أبي أمامة) قال الهيثمي : فيه علي بن يزيد الألهاني وهو ضعيف.

 

(2) hadist ini menurut Imam Al Haitsami adalah hadist dloif karena periwayatnya Syaikh Ali bin Yazid Al Alhani, namun menurut imam Ibnu Hajar Al Haitami hadsit dloif bisa di pakai untuk fadloilul a’mal (keutamaan amal) sbb:

الفتاوي الفقهية الكبرى الجزء الثاني ص: 54

وقد تقرر أن الحديث الضعيف والمرسل والمنقطع والمعضل, والموقوف يعمل بها في فضائل الأعمال إجماعا

Artinya: “Sesungguhnya Para Ulama telah menetapkan bahwa hadist Dlo’if, Mursal, Munqothi’, Mua’dlol dan Mauquf  bisa diamalkan pada Fadho ilil A’mal (berdalilkan) atas  dasar IJMA’ (kesepakatan ulama).”

 

2 thoughts on “SYURGA BUKAN MILIK KITA

    Alumni

    (February 19, 2013 - 11:30)

    gambaran yang merujuk pada masyarakat indonesia saat ini, syukron….
    dan Ilustrasi gambarnya bagus, tapi tetep tidak menafikan hanya allohlah yang maha mengetahui tentang syurga beserta isinya dan tidak menafikan akidah kita ALLOH MAUJUD TANPA TEMPAT DAN ARAH. semoga situs alfattah tetep eksis….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *