SEJARAH PENGUMPULAN AL QUR’AN

(Kitab Manna’ul Qotthon fii Ulumil Qur’an hal 118 s/d 153 cetakan mansyurotil Ushri Al Hadist)

 

Bil ikhtishor:

 

1. Pada zaman Nabi Muhammad SAW. Al Qur’an di hafalkan oleh para sahabat (paling utama 4 sahabat: sahabat Ubay bin ka’b, sahabat Muadz bin jabal, sahabat Zaid bin Tsabit, sahabat Abdulloh bin Mas’ud, dalam riwayat lain sahabat. Abu zaid) dan di tulis pada lembaran (kulit kurma, kulit hewan dll).

 

2. Pada masa Sayidina Abu Bakar dikumpulkan dengan usulan Sayidina Umar, karena para sahabat yg hafal Al Qur’an banyak yang meninggal dunia karena perang Ahli Yamamah 12 H. Walaupun sebelumnya Sayidina Abu Bakar dan Sayidina Zaid bin Tsabit tidak menyetujui dengan alasan beliau Nabi tidak melakukan pengumpulan Al Qur’an, tapi setelah memikir dengan hati lapang, akhirnya beliau berdua mengizinkan.

 

3. Pada masa Sayidina Usman, pada waktu perluasan islam, terjadi dampak banyaknya perbedaan mushaf karena tergantung sahabat yg dijadikan panutan di daerah tersebut (karena Al Qur’an di turunkan dengan 7 logat/qiroah), kemudian Sayidina Usman mengumpulkan jadi satu dengan pakai lughot Quraish  dan membakar lainnya serta mengirimkan hasil kumpulan ke 7 tempat.

 

4. Pada masa sultan Abdul Malik bin Marwan, karena Al Qur’an zaman dulu tanpa titik dan harakat, maka sultan mengutus Imam Abul Aswad adDauli untuk menambahi harakat (pada masa itu harakat juga berupa titik, fathah titik di depan huruf, dlomah titik diakhir huruf dan kasroh titik di akhir huruf) dan titik.

 

5. Setelah masa itu baru muncul harakat seperti yang kita ketahui atas prakarsa Imam kholil.

 

6. Kemudian baru bermunculan tanda tasydid, hamzah washol.

 

7. Dan di kembangkan dengan nama surat, jumlah ayat, rumus awal surat, alamat waqaf lazim mamnu’ jaiz, washol dst. Dan ini terjadi khilaf antara para ulama antara boleh menambahkan dan tidak.

 

WAllohu a’lam.

 

_____

Kitab Arbain AlFattah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *