SAYYIDINA UMAR

Sang Khalifah Yang bersahaja

 

Dikisahkan, Kala Khalifah Uman bin Khatthab bepergian ke Negara Syam (Syiria dan sekitarnya). Beliau berangkat bersama pembantunya. Ada yang unik dalam perjalanan tersebut. Yakni setiap tiga Mil (Satu Farsakh) sang Khalifah bergantian dengan pembantunya. Satu Farsakh Khalifah Umar Naik di atas onta, Satu Farsakh Lainnya sang pembantu yang jadi “Juragan”, begitu seterusnya.

 

Setelah dekat daerah Syam, giliran Sahabat Umar sebagai “pembantu”, mereka berdua menemukan sebuah oase dengan air yang jernih. Tanpa memperdulikan sekeliling, langsung Sayyidina Umar menarik onta dan menghimpit kedua sandalnya di ketiak kiri agar bisa leluasa mengambil air segar dengan tangan kanan mulia beliau.

 

Di tengah keasyikan beliau menikmati kesegaran oase padang pasir itu. Gubernur Syam Sahabat Abu Ubaidah bin Jarrah (termasuk golongan sepuluh orang yang diberi kabar gembira dengan masuk surge Oleh Baginda Nabi SAW) melihat kejadian itu. Dengan tergopoh-gopoh, beliau menghampiri Khalifah Umar. Dan “menegurnya”:

 

“Wahai Amirul Mu’minin, sungguh para pembesar Syam sama keluar menyambut tuan, maka tidak baik rasanya kalau mereka itu melihat tuan seperti ini (menarik tali onta sedang pembantunya naik ontanya)”.
“Allah hanya menjadikan kita mulia dengan sebab Islam. Maka, aku tidak perduli dengan perkataan orang.” Jawab Sayyidina Umar.

 

****

 

Sungguh, begitu bersahajanya beliau, dan begitu indahnya “Dawuh” Sayyidina Umar untuk menghancurkan Sifat Takabbur, tinggi Hati di tengah gelimangan Harta dan Pangkat: “Maka, aku tidak perduli dengan perkataan orang”.

 

——-

Wallahu a’lam

Di kutip dari kitab Tanbihul Ghaafilin Hal: 68 Bab Al Kibr (Sombong)

Admin Web/FB alfattahpule.com

Semoga Bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *