SAYYIDINA UMAR DAN SEEKOR BURUNG

Indahnya belas kasih sejati Sahabat Umar R.A

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , قَالَ : ” الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ , ارْحَمُوا أَهْلَ الأَرْضِ (وفي رواية ارحموا من في الارض) يَرْحَمُكُمْ منْ فِي السَّمَاءِ ” . رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Artinya: Di ceritakan dari Abdillah bin ‘Amr bin ‘Ash, sesungguhnya Rosululloh bersabda: “Orang-orang yang berbelas kasih maka akan dikasihi oleh (Alloh yang bersifat) Arrohman, kasihanilah para penduduk bumi niscaya penduduk langit akan mengasihimu…”
Dari hadist diatas, ada sebuah kisah dari sayidina Umar R.A. Pada suatu waktu beliau berjalan-jalan di perkampungan Madinah, kemudian beliau melihat anak kecil yang mempermainkan seekor burung, sehingga muncullah perasaan iba terhadap seekor burung tadi, dan akhirnya beliau membeli burung tersebut dan melepaskannya…
Ketika Beliau R.A. wafat, banyak dari para jumhurul ulama’ yang bermimpi bertemu dengan beliau, merekapun bertanya tentang keadaan beliau r.a. di alam barzah dan tindakan Alloh swt. terhadapa beliau,
kemudian mereka berkata: “Apa yang Alloh perbuat atas kamu..?”.
Sayyidina Umar menjawab: “Alloh telah mengampuniku…”,
mereka bertanya lagi dengan rasa penuh penasaran: “Apakah karena kedermawananmu..? sifat adilmu..? atau dengan sifat zuhudmu…?”
beliau menjawab lagi: “ketika kalian meletakan jasadku di dalam kubur, dan kalian menutupiku dengan debu lalu kalian meninggalkanku… datanglah dua malaikat yang sangat menakutkan… hingga akalku seakan-akan menghilang dari jasadku, dan juga sendi-sendiku terasa bergetar hebat karena diriku teramat sangat takut…

 

kemudian dua malaikat tadi mendudukkanku karena hendak menanyaiku, lalu aku mendengar suara tanpa rupa yang berkata:

 

“Tinggalkanlah hambaKu dan janganlah kalian menakut-nakuti hambaKu, karena Aku telah merohmatinya dan mengampuninya, disebabkan dia pada waktu hidup di dunia berbelas kasih terhadap seekor burung, maka Akupun mengasihinya di alam barzah ini..””

 

———–

Di ambilkan dari Kitab Ushfuriyyah

Mutarjim: Abahe Zarrul Faidl Azzufaar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *