Sahabat Hanzhalah, pengantin baru yang syahid

Loyalitas para shabat Nabi dalam mematuhi perintah Allah dan rasul-Nya, tidak perlu diragukan lagi. Di saat Rasulullah SAW. mengomando mereka untuk keluar menuju Uhud meladeni serangan orang-orang kafir Quraisy Mekkah, semua siap sedia. Bahkan, yang seharusnya berbulan madu karena akan melangsungkan akad pernikahan pun, siap menuju ke medan laga, menjemput kemenangan atau kematian syahid. Tersebutlah, Hanzhalah bin Abi Amir, seorang shahabat muda Rasul. Di saat beliau mempersiapkan pasukan perang Uhud, Hanzhalah sowan untuk berbicara empat mata dengan beliau. Hanzhalah matur, bahwa dia akan melangsungkan akad nikah, karenanya, dia meminta izin agar diperkenankan berangkat ke Uhud belakangan, tidak bersama-sama Rasul dan pasukan. Rencananya, setelah upacara pernikahan selesai, ia akan segera menyusul. Baginda Nabi tidak mempersoalkannya.

Ketika pasukan muslimin telah siap di bukit Uhud, dan para pemanah siap dengan busur panahnya menghujani tentara Quraisy, dari arah Madinah nampak seseorang tengah memacu kudanya, seolah mengejar sesuatu yang sangat berharga dalam hidupnya. Ya, dialah Hanzhalah yang baru saja melangsungkan akad nikah. Di saat tidur bersama istrinya, dia seolah mendengar panggilan Rasulullah. Seketika itu, ia pamit pada istri tercintanya untuk berangkat menyusul pasukan muslimin ke bukit Uhud. Dia dan istrinya merelakan masa bulan madu demi tegaknya panji-panji Islam.

Di saat kaum muslimin terdesak serangan balik tentara Quraisy, Hanzhalah tampil beringas menghadapi lawan tangguh, Abu Sufyan. Dia berhasil menjatuhkan pemuka Quraisy itu dari punggung kudanya. Sayang, di saat Hanzhalah hendak membunuh Abu Sufyan, di belakangnya, Syaddad bin Aswad menebas Hanzhalah. Tubuhnya limbung, lalu gugur sebagai syahid.

Setelah perang mereda, dan tragedi Uhud berakhir dengan gugurnya banyak korban syahid. Rasul memerintahkan untuk memakamkan para syahid di tempat itu juga, tidak boleh ada yang dibawa ke Madinah. Di saat proses pencarian korban, dan sebelum pemakaman, para shahabat dibuat tertegun akan kondisi Hanzhalah. Pengantin baru itu terlihat tenang. Bahkan rambutnya kelihatan masih basah. Rasul kemudian memberitahukan keajaiban ini. Bahwa jenazah Hanzhalah dimandikan oleh para malaikat. Satu-satunya korban yang dimandikan hanyalah dia. Belakangan diketahui, bahwa semua itu terjadi karena saat berangkat perang, ia belum sempat mandi besar setelah menikmati indahnya kamar pengantin. Itulah sebabnya, para malaikat memandikan jenazahnya sebelum dikebumikan bersama para syuhada’ yang lain. Subhanallah!

* dikutip dengan penyesuaian, dari Lentera Kegelapan, untuk Mengenal Pendidik Sejati Manusia.

Di share dari http://pustakatelagadamai.wordpress.com/2013/04/18/hanzhalah-pengantin-baru-yang-syahid/#more-295

Semoga bermanfaat

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Rabo. 23 April 2013

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.