RIZQI PENCARI ILMU

Sungguh benarlah sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallama bahwa Rizqi pencari Ilmu di tanggung Allah Ta’ala. Beliau SAW. bersabda:

فيض القدير الجزء الثاني ص: 276
إن الله تكفل برزق طالب العلم فهو تكفل خاص

“Sungguh Allah Ta’ala menanggung (menjamin) rizki pencari ilmu secara istimewa”

****

Ada seorang karib yang bercerita pada Admin. Dulu, waktu akan mondok. Ia di tawari sama orang tuanya,

“Setelah sekolah ST (sekolah kejuruan/setingkat SMP), kamu mau meneruskan kemana?”.

Setelah merenung cukup lama, karena menimbang ekonomi orang tua yang sangat kesusahan, walaupun kakak-kakaknya mengenyam pendidikan sampai SMA. Ia menjawab,
“Kulo Mondok kemawon” (Saya Mondok saja). Dalam hati ia berkata, “Biaya mondok di pesantren Salaf lebih ringan dari Sekolah Umum, kasihan ayah ibu yang hanya penjual gendongan (rengkek:jawa)”.

Setelah ia berangkat mondok. Ia merasakan betapa orang tuanya sangat royal kepadanya. Sampai Admin waktu itu menganggap ia orang kaya. Namun, setelah Usai belajar di pondok, Pindah kamar ke rumah (Boyong:Jawa). Karena masih pengangguran, ia coba meminta uang ke orang tuanya, Cuma 300 ribuan. Tapi, apa jawaban orang tuanya?,

“Mboh lee… Bar awakmu muleh soko pondok, kok rezeki uangel men. Podo karo sakdurunge awakmu mondok” (Entah Nak…. Setelah kamu pulang dari pondok, kok rezeki begitu sulit. Sama seperti sebelum kamu mondok).

Kejadian serupa juga di rasakan keponakannnya, begitu Mondok. Rumah yang dulu reyot, terbuat dari bambu (gedhek:Jawa) hanya dalam tempo dua tahun sudah menjadi rumah yang layak huni, menghabiskan biaya hampir seratus Juta!!!. Setelah orang tua sang keponakan ditanyai jawabannya hanya,
“Entahlah…. Setelah keponakanmu mondok. Rezeki mengalir begitu derasnya”.

***

Yaa Allah Aatini Maa Atayta ‘Ala IbaadikasShaalihin
“Yaa Allah berikanlah kami (Rizki) sebagaimana rizqi yang Engkau berikan pada hamba-hambaMu yang Shalih”. Amin amin amin….

——-
Wallahu a’lam
Di kisahkan karib Admin, pada Admin setelah menghantar sang keponakan kembali ke Pondok. Dengan sedikit penyesuaian bahasa.
Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *