PENENANG JIWA Bagian 3

TANBIHUL GHOOFILIIN

(Pengingat Bagi Orang-Orang Yang Lupa)

KARYA: Al Imam Al Faqih Abu Laits Nashr bin Muhammad Al Hanafy bin Ibrohim As Samarkandiy W.373 H.

Penterjemah: Muhammad Raghil Ahsan Baidlowi

Alamat: Jl. Citanduy Rt.005 Rw. 009 Kelurahan Donan Cilacap Jawa Tengah.

Siswa Kelas III Tsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 3

Bab Ikhlas

(Percetakan: Al Haromain. Surabaya. Hal: 3. Baris 7 s/d 16)

 

HANCURNYA ORANG YANG BERAMAL, SELAIN KARENA ALLAH SWT.

 

Al faqih berkata: Syeikh Muhammad bin Al Fadl bercerita padaku.dan beliau berkata:-Imam Muhammad bin Ja’far bercerita padaku –dan beliau berkata:- Imam Ibrohim Bin Yusuf bercerita padaku dan beliau berkata:- Imam Isma’il bercerita padaku, dari Imam Abi Sa’id Al Maqbari,dan diriwayatkan dari Shohabat Abi Hurairoh, dari Nabi Muhammad SAW.beliau bersabda -dalam hadist qudsi-:

Allah Ta’ala berfirman:

 

أنا أغنى الشركاء عن الشرك, أنا غني عن العمل الذي فيه شركة لغيري. فمن عمل عملا أشرك فيه غيري: فأنا منه بريء

 

“Aku (Allah), lebih tidak membutuhkan orang-orang syirik atas kesyirikannya. Aku (Allah) tidak membutuhkan amal, yang di dalam amal tersebut ada penyekutuan pada selainKu. Dan barang siapa beramal dengan amal yang ada penyekutuan pada selainKu (Allah). Maka Aku (Allah) terlepas dari amal tersebut. – Yakni dari amal tersebut. Dan dikatakan yakni dari orang yang beramal, allah meminta dari amal tersebut -.

 

Kemudian di dalam hadist ini, menunjukkan: Sesungguhnya Allah tidak menerima sesuatu dari amal, kecuali amal yang murni karena Allah. Karena apabila amal tersebut tidak murni. Maka, Allah tidak menerima amal tersebut dan tidak ada pahala sama sekali dari amal tersebut di akherat. Adapun tempat kembali amal tersebut ialah neraka.

 

Dan dalil -Hadist Qudsi- diatas adalah firman Allah:

 

من كان يريد العاجلة عجلنا له فيها [سورة الإسراء : 18]

 

“Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), Maka Kami segerakan baginya” QS. Al Israa’ 18

 

Yakni :Barang siapa mengharapkan amalnya dengan dunia,dan tidak mengharapkan pahala akhirat. Maka, Aku (Allah) akan memberikannya dunia,sesuai dengan kehendak-Ku dari tujuan dunia,BAGI ORANG YANG KU KEHENDAKI. Yakni: bagi orang yang kehancurannya Aku kehendaki.

 

Ada sebagian ulama yang mentafsiri -BAGI ORANG YANG KU KEHENDAKI – dengan: Bagi orang yang Aku kehendaki segala macam harta benda, namun dengan kehendak-Ku, tidak sesuai dengan kehendak mereka. Kemudian Aku tempatkan ia di neraka. Yakni: Aku tetapkan tempat mereka di akhirat, masuk nereka Jahannam. Dengan tercela dan mengasihani diri sendiri, serta di jauhkan dari rahmatKu/Allah.

 

Bersambung Bagian 4 Insya Allah….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *