PENENANG JIWA Bagian 2

TANBIHUL GHOOFILIIN

(Pengingat Bagi Orang-Orang Yang Lupa)

KARYA: Al Imam Al Faqih Abu Laits Nashr bin Muhammad Al Hanafy bin Ibrohim As Samarkandiy W.373 H.

Penterjemah: Muhammad Raghil Ahsan Baidlowi

Alamat: Jl. Citanduy Rt.005 Rw. 009 Kelurahan Donan Cilacap Jawa Tengah.

Siswa Kelas III Tsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 2

Bab Ikhlas

(Percetakan: Al Haromain. Surabaya. Hal: 3. Baris 1 s/d 6)

 

RIYAA’ PAMER

Imam Al faqih Rahimahullah berkata: Imam Muhammad bin Al Fadl bin Achnaf bercerita kepadaku, beliau berkata: Imam Muhammad bin Ja’far Al Karobisyi bercerita padaku, beliau berkata: Imam Ibrohim bin Yusuf bercerita kepadaku, beliau berkata: Imam ismail bin ja’far bercerita kepadaku, dari Imam Umar yang menjadi tuannya mutholib dari Imam ‘Ashim dari Imam Muhammad bin lubaidin.

 Sungguh Nabi Muhammad SAW. bersabda:

“Perkara yang paling aku takuti atas kalian semua adalah syirik kecil”.

“Yaa Rasulallah… Apakah syirik kecil itu?”. Tanya Para Sahabat.

“syirik kecil adalah RIYA’/Pamer”. Jawab beliau.

 Allah SWT berfirman kepada orang-orang riya’ pada hari amal-amal dibalas: “Pergilah pada orang-orang di dunia yang engkau pameri.kemudian lihatlah !!! ”Apakah engkau menemukan  kebaikan disisi mereka???

Imam Al faqih Rahimahullah berkata : “Di ucapkan seperti tadi. Karena sesungguhnya amal orang-orang riya’ di dunia adalah dengan cara dusta. Maka Waktu di akhirat orang-orang riya’ akan diperlakukan atas kedustaannya -yakni di dustai-“.

 Hal tersebut seperti firman Allah Ta’ala : “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. QS Annisaa’ 142”

Yakni: Allah membalas tipuan mereka dengan batalnya amal mereka. Dan Allah berfirman pada orang-orang munafiq: “Pergilah kepada orang-orang yang Kalian beramal karena mereka. Karena amal amal kalian semua menurutku itu tidak ada pahalanya. Karena sesungguhnya amal orang-orang munafiq itu tidak ada yang murni karena Allah. Dan hamba hanya mendapatkan pahala apabila amalnya murni karena Allah.

Kemudian ketika amalnya itu selain karena Allah, hal tersebut adalah syirik. Allah dzat yang terlepas dari amal tersebut.

Bersambung Bagian 3 Insya Allah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.