PENENANG JIWA Bagian 1

TANBIHUL GHOOFILIIN

(Pengingat Bagi Orang-Orang Yang Lupa)

KARYA: Al Imam Al Faqih Abu Laits Nashr bin Muhammad Al Hanafy bin Ibrohim As Samarkandiy W.373 H.

Penterjemah: Muhammad Raghil Ahsan Baidlowi

Alamat: Jl. Citanduy Rt.005 Rw. 009 Kelurahan Donan Cilacap Jawa Tengah.

Siswa Kelas III Tsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

MUQODDIMAH PENTERJEMAH

ليس الفتى يقول: “كان أبي” … ولكن الفتى يقول: “ها أنا ذا”

Laisal fataa yaquulu: “kanaa abi”. walakinnal fataa yaquulu: “Haa Ana Dza!!”.

Bukanlah seorang pemuda sejati, yang berkata: “Itulah ayahku!”.

Akan tetapi. Pemuda sejati adalah yang (membusungkan dada) dan berkata: “Inilah Aku!”.

Bagian 1

Muqoddimah, Metode Dakwah Rosululloh SAW., Wasiat pengarang, Pentingnya Mauidzhoh hasanah.

(Percetakan: Al Haromain. Surabaya. Hal: 1)

(MUQODDIMAH PENGARANG)

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”

الحمد لله الذى هدانا لكتابه الخ…..                                                                                            تنبه الغافلين الحرمين ص 1.

Segala puji bagi Alloh yang menunjukan kita pada kitabNya dan memulyakan kita di atas umat lain, sebab NabiNya yang paling mulia, dengan pujian yang dapat menarik sesuatu yang di senangi, karena ridloNya. Dan pujian yag bisa menarik pemberian-Nya yang di simpan. Mudah-mudahan Allah menjadikan kita golongan orang-orang yang bersyukur terhadap nikmat-Nya, dan menjadikan kita ‘Aarifiin/orang-orang yang mengetahui syariat/bendera-benderaNya.

Semoga Allah memberikan rahmat-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. yang menjadi utusan, pilihan, dan menjadi nabiNya yang terpilih. Dan semoga  rahmatNya di berikan kepada keluarga, keturunannya yang baik, para sahabat dan ummatnya.

 (METODE DAKWAH ROSULULLOH SAW)

قال الفقيه الزاهد العالم الخ….                                                                                                 تنبيه الغافلين الحرمين ص 1 ب4

Al faqih yang Zuhd dan ‘Alim yang ‘Amil yakni: Imam Nashr Bin Muhammad Bin Ibrohim As-Samarqondiy, Rahmatullahi ‘Alaihi berkata: “Sesungguhnya ketika aku mengetahui kewajiban atas seseorang yang di kasih Allah rizqi, berupa pengetahuan di dalam ilmu adab, pembagian ilmu, mengetahui ilmu hikmah dan mauidzoh-mauidzoh, berperilaku sebagaimana orang-orang yang solih dan dan mengetahui  ijtihad para Mujtahidin. yang mana di firmankan dalam kitab Allah:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. QS An Nahl 125 Al Aayah.

Serta berdasarkan hadits yang di riwayatkan Imam ‘Abdullah Bin Mas’ud RA:

“Sesungguhnya Nabi Muhammad SAW jarang memberikan mau’idhoh karena takut bosan atas kita (umat)”.

Maka, aku jadikan kitabku ini, sebagian berupa mau’idzoh hasanah dan sebagian berupa hikmah. Agar menjadi “penyegar” bagi orang-orang yang melihatnya.

(WASIAT PENGARANG)

وصيتى له ان ينظر فيه الخ ….                                                                                  تنبيه الغافلين الحرمين ص 1 ب 9

Wasiatku pada orang yang melihat kitab ini:

  • Pertama: Dengan cara berdzikir dan tafakkur terhadap dirinya sendiri.
  • Kedua: Kemudian dengan meneliti, dengan cara menuturkan ke orang lain.

Karena sungguh… Allah Ta’ala memerintahkan kepada kita semua hal di atas. sebagaimana di sebutkan dalam hadits.

Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman:

كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

“Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. QS Ali Imraan 79.

Sebagian ahli tafsir berkata: “ma’na dari lafadzكونوا ربانيين….. الاية  adalah: Jadilah engkau orang yang mengamalkan dengan hal yang engkau ajarkan pada manusia.

Allah Ta’ala berfirman dalam ayat lain:

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ

”Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama”. QS Al Faatir 28.

Dan Allah Ta’ala berfirman kepada nabi-Nya:

يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ * قُمْ فَأَنْذِرْ

”Hai orang-orang yang berselimut …Berdirilah, lalu berilah peringatan!”. QS Al Mudatsir 1-2.

Allah juga berfirman di ayat yang lain:

وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ

”Dan tetaplah memberi peringatan, karena Sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman”. QS Ad Dzaariat 55.

 Serta diriwayatkan dari Rasulullah SAW. sesungguhnya Baginda Nabi bersabda’’: “Berfikir sesaat itu lebih baik dari pada beribadah satu tahun’’.

 

(PENTINGNYA MAUIDZHOH HASANAH.)

Barang siapa tidak mau memahami (berangan-angan) tentang hukum, mau’idzoh-mau’idzoh, dan perjalanan hidup ‘ulama salaf. Maka orang tersebut tidak akan mampu melewati dua hal:

  1. Ada kalanya seorang tersebut melakukan sedikit amal dan merasa bahwa dirinya sebagian dari orang dahulu/salafus Shaalih yang menuju kebaikan- kebaikan.
  2. Ada kalanya ia berijtihad dengan setengah-setengah /separoh (ora tenanan), kemudian menganggap ijtihadnya paling luar biasa di matanya sendiri. Dan mengutamakan diri sendiri atas orang lain. Maka dengan perkara tersebut usahanya batal dan amalnya lebur.

 Ketika seseorang memperhatikan ilmu hikmah dan lain sebagainya.  maka akan bertambah keinginan yang sangat untuk taat kepada Allah SWT. Dan mengetahui kerendahan diri di banding  derajad ulama salaf.

Maka saya (mushonnif/pengarang) meminta petunjuk kepada Allah SWT atas amal yang paling baik. Dan keberkahan yang paling agung, sesungguhnya Allah SWT dzat yang maha memberi dan berkuasa.

Bersambung Bagian 2 Insya Allah….

Wallahu A’lam

Administrator PP. AL FATTAH PULE

Villa Pelem, Sabtu 25 Mei 2013

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.