Pak “HAJI”

Barokah Shodaqoh dan Menghormati AhlulBait
—-

Alkisah, zaman dahulu…. Ada seorang lelaki Salih yang setiap tahun melakukan haji. Karena kecintaan beliau pada Allah Ta’ala. Suatu ketika, waktu ia ingin menunaikan ibadah hajinya yang kesekian kali. Ia mampir ke pasar Baghdad, menyiapkan perbekalan. Di tengah asyik memilih perbekalan. Tiba-tiba ada seorang wanita yang terlihat kesusahan, kemudian wanita itu mendekat dan berkata padanya, “Aku Syarifah (keturunan Baginda NABI SAW.), aku mempunyai empat anak yatim yang belum makan selama empat hari empat malam”. Tanpa pikir panjang, beliau langsung memberikan lima ratus dirham, yang merupakan semua bekalnya pada syarifah itu dan langsung pulang karena kehabisan bekal.

Selang beberapa hari, waktu orang-orang pulang dari haji. Ia ingin berziarah, ingin bertamu kepada mereka, “ngalap berkah” atas ibadah haji mereka. Namun, ada sedikit yang janggal. Setiap ia mengucapkan, “selamat, semoga hajimu di terima Allah ta’ala”, jawaban orang yang di kasih selamat, pasti, “Selamat juga, semoga Hajimu di terima Allah Ta’ala”. Dan itu berulang-ulang ia dengar setiap bertamu pada orang haji yang lain. Ia bingung, bagaimana tidak? Bukankah ia tidak jadi berhaji? Tapi mengapa mereka mengucap selamat juga atas hajimu?

Pada waktu malam harinya, ia bermimpi bertemu Baginda Nabi SAW. Dan beliau bersabda, “Janganlah kau heran atas ucapan selamat orang orang itu padamu. Karena aku meminta kepada Allah Ta’ala, agar mengutus Malaikat yang menyerupai wajahmu untuk melaksanakan haji sampai hari Qiyamat, apabila engkau menghendaki maka malaikat itu akan berhaji untukmu, apabila tidak, maka juga tidak”.

Di Kisahkan Oleh Imam Abdullah bin Mubaarak.

——–
Wallahu a’lam
Admin Web/Fb Alfattah Pule. Di Kutip dari kitab Hasyiyah Ibnu Hamdun Li AlFiyyah Ibn Malik Juz 2 Hal: 212. Dengan sedikit penyesuaian bahasa.
Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *