Nabi suka di bacakan Al Qur’an

Antara membaca dan menghafal Mushaf Al Qur’an

———-

 

حاشية البجيرمي على الخطيب – (ج 3 / ص 320)

قَوْلُهُ : ( وَالْقِرَاءَةُ نَظَرًا فِي الْمُصْحَفِ أَفْضَلُ مِنْهَا عَنْ ظَهْرِ قَلْبٍ ) أَيْ ؛ لِأَنَّهَا تَجْمَعُ الْقِرَاءَةَ وَالنَّظَرَ فِي الْمُصْحَفِ ، وَهُوَ عِبَادَةٌ أُخْرَى .

قَالَ فِي الرَّوْضِ وَشَرْحِه: وَيُنْدَبُ إصْغَاءٌ إلَيْهِ لِمَا رَوَى الشَّيْخَانِ عَنْ { ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْرَأْ عَلَيَّ الْقُرْآنَ فَقُلْت يَا رَسُولَ اللَّهِ أَقْرَأُ عَلَيْك وَعَلَيْك أُنْزِلَ ؟ قَالَ إنِّي أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِي فَقَرَأَتْ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى جِئْت إلَى هَذِهِ الْآيَةِ: {فَكَيْفَ إذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِك عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا} قَالَ: حَسْبُك الْآنَ فَالْتَفَتُّ إلَيْهِ فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ } ا هـ . مَرْحُومِيٌّ .

Membaca Al Qur’an dengan cara melihat Mushaf, lebih utama daripada membaca luar hati/hafalan. Karena terkumpulnya (dua hal, yakni) membaca dan melihat mushaf. Sedangkan melihat mushaf adalah ibadah lain. (mendapatkan dua pahala. Satu, karena membaca. Kedua, karena melihat. Pent.).

 

Imam Nawawi dalam Kitab Ar Raudl dan Syarkh-nya bertutur: Di sunnahkan bagi seseorang mendengarkan (Bacaan Al Qur’an) dengan seksama (Nengklengake:Jawa). Karena Hadist yang Imam Bukhari Muslim Riwayatkan:

Dari Sahabat Ibnu Mas’ud. Beliau berkata: Baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallama bersabda kepadaku:

“Bacalah Al Qur’an Untukku”.

Aku bertanya: “Wahai Rasulallah, Apakah (Pantas) aku membacakannya untukmu?, padahal alqur’an di turunkan padamu?” .

“Aku senang andai orang lain yang membacakannya untukku”. Jawab Baginda Nabi.

Kemudian aku membacakannya Surat An Nisaa’. Waktu sampai pada Ayat ini:

 

{فَكَيْفَ إذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِك عَلَى هَؤُلَاءِ شَهِيدًا}

{Maka Bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (Rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu[299]).

[299] Seorang Nabi menjadi saksi atas perbuatan tiap-tiap umatnya, Apakah perbuatan itu sesuai dengan perintah dan larangan Allah atau tidak.} QS An Nisaa’ 41

 

Beliau Nabi SAW berkata: “Cukupkanlah sekarang”.

(Aku berhenti) Kemudian aku menoleh pada baginda Nabi. Dan (aku melihat) Air mata mengalir dari kedua mata Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

 

——-

Wallahu a’lam

Di Kutip Dari Kitab Al Bujairimi ‘Alal Khaatib

Admin AlFattahPule.Com

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *