NABI KHIDLIR AS, Antara Kenyataan dan Khayalan

Kesaksian Al Qur’an Dan As Sunnah Atas Fakta Keberadaan Beliau Nabiyulloh Khidlir ‘Alaihi Salam

(1) Kepastian Hidup Nabi Khidlir AS. Dengan Al Kitab, As Sunnah dan Ijma’

Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shollallohu ‘ala sayyidina muhammadin, Insaani ‘aini ‘ainil Kulli fii Khadrotil wahdaniyyah, wa faai wafaair Rohmatil Lahwatiyyah, wa Qoofi Qoofi Tajliyyati Anwaaril Asrooril Jabarutiyyah, Wa Roo-i Roo-i warooi khujubil Jalaali wal kibriyaa’il Qoyumiyyah, wa Kaafi Kaafil Ummati bil minahil Jaliyyah Al Ihsaniyyatir Rohmawatiyyah, wa ‘ala alihi wa ashabihi wa ashaarihi wa anshoorihi wa khizbihi wa azwaajihi wa dzurriyyatihi wa ahbaabihi Amma ba’du:

Di zaman kita banyak terjadi perbedaan seputar hidupnya Nabi Abi Al ‘Abbas Al Khidlir AS. Sehingga sebagian dari wahhabiyyah menetapkan hidupnya Nabi Khidlir AS. hanyalah hayalan/ketakhayulan Shufiyyah, tidak berhenti sampai itu saja, bahkan sampai menganggap bid’ah para pembesar sufi tersebut, dan malah mengkafirkannya.

Ketahuilah..!! Sesungguhnya hidup Sayyidina Khidlir AS, ada dengan Dalil Al Kitab, As Sunnah dan Ijma’ yang diceritakan bukan hanya oleh satu Ulama saja, seperti yang akan anda lihat nanti, karena cerita tentang hidup Nabi Khidir AS. banyak sekali yang meriwayatkan (mutawatir) seperti faidah yang diungkapkan Imam Ibnu Hajar Al ‘Asyqolani dalam kitab Zahrun Nadlor dan kitab Ishobah yang diikuti para ulama.

Sesungguhnya khabar-khabar yang ada tentang hidupnya Nabi Khidir AS. banyak sekali sampai mencapai status tawatur (banyak yang meriwayatkan), dan hal tersebut bisa memastikan hidupnya Nabi Khidlir AS. Dan hal yang pasti, bahwa pokok dari adanya periwayatan yang banyak adalah mustahil secara adat kesepakatan periwayat-periwayat untuk berbohong, apabila dalam pelafadzan khabar ada persamaan maka hukumnya seperti tadi, dan apabila berbeda lafadz (tapi sama dalam makna:pent) maka dikatakan tawatur maknawi (banyak yang senada).

Dan Khabar yang paling Shohih (benar) adalah yang di riwayatkan Imam Ya’qub bin Sufyan dalam kitab Tarikhnya, dari jalur Imam Royyah bin Ubaidah, beliau berkata: “Aku melihat seorang lelaki menggandeng tangan khalifah Umar bin Abdul Azis, waktu lelaki tersebut telah pergi, aku bertanya pada khalifah: Siapa lelaki yang bersama anda dan menggandeng tangan anda barusan?”,

Khalifah berkata: “Apakah engkau benar-benar melihatnya, wahai Rayyah?”,

Aku mejawab: “Betul”,

Khalifah berkata: “Sungguh!! aku meyakini bahwa engkau adalah lelaki yang sholih, orang itu adalah Saudaraku (Nabi) Khidlir AS., beliau menyampaikan khabar gembira padaku, bahwa aku akan di beri kekuasaan dan akan bersikap adil”.

Imam Al Hafidz Ibnu Hajar berkata dalam kitab Al Ishobah: “Sanad (jalur riwayat) ini adalah sanad terbaik yang aku letakkan pada bab ini. Dan ketahuilah! Sesungguhnya atsar (perkataan sahabat/tabi’in) ini menunjukkan bahwa khalifah Umar bin Abdul Azis, membenarkan tentang hidup Nabi Khidlir AS., dan Beliau berkumpul dengan Nabi Khidlir AS, sedangkan Khalifah Umar bin Abdul Azis adalah seorang Tabi’in yang agung, para Ulama sepakat atas keagungan, keutamaan, keilmuan dan kasih sayang Khalifah Umar pada Muslimin.”

Imam AdZahabi menampilkan Atsar ini dalam kitab Tadzkiroh (1/120) dalam biografi Khalifah Ar Roosyid Umar bin Abdul Azis, dan beliau berkata: “Isnadnya (penyandaran riwayatnya) Bagus.”

Atsar (perkataan sahabat/tabi’in:pent) Ini membuat Imam Al Hafidz Ibnu Al Jauzi menetapkan tentang hidup Nabi Khidlir AS., seperti yang ada dalam juz kitab Syirotu Umara bin Abdil Azis, setelah beliau menafikan dalam juz lainnya. Maka Atsar ini menurut Imam Ibnu Al Jauzi mempunyai hukum mursal jayyid (Hadist yang sanadnya tidak ada periwayat dari seorang sahabat:pent) apabila terkumpulkan bersama setiap hadist al maudlu, maka sesungguhnya hal tersebut bisa men-sohihkannya.

As Syaikh Abdul Qodir bin Muhammad Al Hanafi berkata didalam kitab beliau yang dinamakan Al ‘Inayah Fii Takhrijil Akhadisil Hidayah: “Ketahuilah!, sesungguhnya sahabat-sahabat kita lebih banyak mengikuti As Sunnah dari pada lainnya, hal tersebut karena mereka mengikuti ulama salaf dalam menerima Hadist/atsar yang mursal, sebab Ulama salaf senantiasa menerima hadist/atsar mursal.”

Imam Al Qurthubi Berkata: “Ulama sepakat menerima Hadist/atsar Mursal, sampai masa dua ratus tahun tidak ada ulama yang mengingkarinya. Hal tersebut tersirat pada perkataan Imam Abu ‘Amr bin Abdul Bar dalam kitab tamhidnya: “Adapun Ulama-ulama terdahulu dari ulama salaf tidak menolak hal tersebut (baca:mursal), bagi mereka tidak ada bedanya antara mursal shohih dan hasan”.

 

Kepastian hidup Nabi Khidlir AS dengan dalil Al Qur’an Al Kariim

 

Firman Alloh Ta’ala: {Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad); Maka Jikalau kamu mati, Apakah mereka akan kekal?. QS Al Anbiya’ 34}, keumuman ayat ini (seakan-akan:pent) menafikan hidup Nabi Khidlir AS, akan tetapi keumuman ayat tersebut bertentangan dengan kekhushusan Firman Alloh Ta’ala: {Alloh berfirman: (Kalau begitu) Maka Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang diberi tangguh, Sampai hari (suatu) waktu yang telah ditentukan (Yakni waktu tiupan pertama tanda permulaan hari kiamat) QS Al Hijr 37-38}, Maksudnya dari dua golongan (manusia dan jin), seperti kesepakatan Ulama tafsir, dan tidak ada keraguan bahwa Nabi Khidlir AS. adalah termasuk dari Al Mundzoriin/ orang-orang yang diberi tangguh, maka kata-kata umum dalam khitthob/percakapan Al Qur’an berupa Al Mundzoriin, memberikan ketetapan bahwa sesungguhnya hukum itu mencakup Iblis dan lainnya, sedangkan dalil atas keumuman ayat mencakup Nabi Khidlir AS. dan lainnya, adalah kesepakatan ulama, yakni yang Imam Ibnu Sholah ambil dari para pembesar ulama, kasus diatas pun juga terjadi dalam setiap dalil umum dan khusus apabila berkumpul, maka dalil umum akan terkhususkan oleh dalil khusus, sehingga membuat kedua dalil tersebut cocok. Sebagian Ahli Tafir berkata dalam Firman Alloh Ta’ala: {Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusiapun sebelum kamu (Muhammad) QS. Al Anbiya’ 34}: “Yang dikehendaki dengan Alkhudu adalah kehidupan abadi.”.

 

Kepastian Hidup Nabi Khidlir AS. Dengan As Sunnah As Syarifah

 

Hadist tentang hidup Nabi Khidlir banyak, satu dan lainnya saling menguatkan, sehingga Imam Ibnu Hajar Rohimahulloh Ta’ala dalam kitab Zahrun Nadlor berkata: “Anggaplah!!(dalil yang menetapkan hidup Nabi Khidlir AS.:pent) Sesungguhnya sanad Hadist-hadist tersebut lemah, karena setiap jalur tidak ada yang selamat dari sebab yang melemahkannya, maka apa yang mestinya kita lakukan pada kumpulan hadist ini? sesungguhnya, sesuai dengan gambaran ini, banyak sekali apa-apa yang tercontohkan oleh ulama diarahkan pada tawatur maknawi, dengan kedermawanan yang sempurna. oleh karena itu dalil-dalil ucapan orang-orang yang mengatakan tidak adanya hidup nabi khidir, diarahkan pada ini.”.

Kemudian Imam Ibnu Hajar berkata: “Dalil-dalil paling kuat atas tiadanya ketetapan hidup Nabi Khidlir AS., adalah beliau tidak pernah mendatangi Rosululloh SAW.”, Namun Al Hafidz Ibnu Hajar tidak setuju pada pendapat Nabi khidlir tidak pernah mendatangi Rosululloh SAW, karena beliau berkata dalam kitab al Bidayah ar Risalahnya: “Kemudian tatkala aku menetapkan dalam kitabku al Ishobah Fii Tamyiizis Shohabah (kebenaran dalam membedakan sahabat) waktu aku menjelaskan, orang yang ada dalam setiap khabar mengatakan, bahwa Nabi Khidlir bertemu Nabi SAW maka merupakan kewajibanku untuk menjelaskan tentang Nabi Khidlir, karena itu merupakan sarat Al Ishobah (kebenaran) walaupun tidak ada khabar pasti bahwa Nabi KhidlirAS. termasuk sahabat.

Ketahuilah!! Sesungguhnya kebanyakan hal pasti yang maklum dalam agama adalah Mutawatir ma’nan (banyak yang senada). Khabar hidupnya Nabi khidir benar-benar di nuqil (di ambil) dari Sahabat Abu Bakar RA, Sahabat Umar RA, Sahabat Ali KW, Sahabat Anas RA, Sahabat Abi Sa’id al Khudriy RA, Sahabat Jabir RA, Sahabat Ibnu Umar RA, Sayyidah ‘Aisyah Ummul Mu’minin, Sahabat Ibnu Abbas RA dan dari golongan tabi’in (generasi setelah sahabat), tabi’it tabi’in (generasi setelah tabi’in) yang tidak terhitung jumlahnya, maka jelaslah bahwa adanya nabi khidlir tidak bisa ter-inkari kecuali oleh orang yang bodoh.

 

Kepastian Hidup Nabi Khidlir AS. dengan Al Ijma’ (kesepakatan Ulama)

 

Al Allamah Al ‘Aini dalam kitab ‘Umdatul Qoori berkata: “Para Ulama berselisih pendapat tentang hidupnya Nabi Khidlir AS., menurut kebanyakan ulama; beliau Nabi Khidlir AS. Hidup sampai hari Qiyamat.”.

As Syaikh Ibnu Farsatah dalam kitab Syarkhul Masyaariq berkata: “kebanyakan ulama berpendapat bahwa Nabi Khidlir AS. Masih hidup.”.

As Syaikh Akmaluddin dalam Syarah Syarkhul Masyaariq berkata: “Nabi Khidlir hidup menurut kebanyakan ulama.”.

Al Fadlil Al Karmani dalam kitab Al Kawaajibud Daroori berkata: “Adapun kebanyakan ulama (berkata:pent) bahwa Nabi Khidlir AS. Hidup dan masih ada diantara kita.”.

Imam Yafi’i Rodliyallohu ‘Anhu Wa Nafa’ana Bihi dalam kitab Roudlur Royaakhien berkata: “Yang benar menurut kebanyakan ulama, sesungguhnya Nabi Khidlir AS. Sekarang masih hidup, dan inilah yang di pastikan oleh para Wali (kekasih Alloh), serta hal ini di benarkan/di unggulkan oleh para Ulama Fiqih, Ushul Fiqih dan Para pakar Hadist”…..

Suatu ketika rombongan ulama Fiqih Datang pada As Syaikh Al Imam ‘Izzuddin Ibn Abdus Salam, kemudian mereka bertanya pada beliau: “Apa pendapat anda tentang Nabi Khidlir AS. Apakah Beliau masih Hidup?.”.

As Syaikh Al Imam ‘Izzuddin Ibn Abdus Salam berkata: “Apa pendapat kalian semua, apabila aku beritahukan bahwa Syaikh Ibnu Daqiiq Al ‘Iid melihat Nabi Khidlir AS. dengan mata kepala beliau, Apakah kalian membenarkannya atau mendustakannya?.”.

Para Ulama Fiqih tersebut menjawab: “Kami membenarkannya!!”.

Kemudian As Syaikh Al Imam ‘Izzuddin Ibn Abdus Salam berkata: “Demi Alloh, tujuh puluh orang yang shiddiq benar-benar telah meng-khabarkan (kepadaku), bahwa beliau-beliau melihat Nabi Khidlir AS. Dengan mata kepala beliau-beliau, satu dari beliau-beliau tersebut lebih utama daripada Syaikh Ibn Daqiiq Al ‘Iid.”.

Imam At Tsa’aalabiy berkata: “Nabi Khidlir AS. Adalah Nabi menurut semua pendapat, yang panjang umurnya dan yang di halang-halangi dari penglihatan. Serta cukuplah tentang hidup Nabi Khidlir AS. Dengan adanya kesepakatan Masyaayikh (Para Ulama Sepuh) yang agung dan kebanyakan ulama dunia”.

Imam Al Hafidz Sirojuddin Ibn Al Mulkin dalam kib Talkhisnya berkata: “Hidup Nabi Khidlir tetap/pasti menurut kebanyakan ulama”.

SEDANGKAN KETETAPAN ULAMA ADALAH SALAH SATU DALIL SYARI’AT DALAM MEMASTIKAN HIDUP NABI KHIDLIR AS. BESERTAAN HIDUP DAN ADANYA NABI KHIDLIR AS. TERTETAPKAN DENGAN AL KITAB DAN AS SUNNAH AL MUTAWAATIROH (DALIL SUNNAH YANG BANYAK).

Diambilkan dari situs:

http://houkamaa.com/vb/showthread.php?t=2145

Dan diterjemah oleh M. Robert Azmi Al Adzim

Ndalem pule 25 februari 2013

Perkataan Penterjemah: “Yaa Alloh, berikanlah pada hambamu ini rasa cinta pada kekasihmu, dan perkenankanlah, walau sedetik dalam kehidupan ini untuk mencium tangan mulia kekasihmu, sebagai rasa cinta yang mendalam dengan meminta RidloMU. Amin….”

Wallohu A’lam BisShowaab….

 

(1) إثبات حياة الخضر عليه السلام بالكتاب والسنة والإجماع
الحمد لله رب العالمين، وصلى الله على سيدنا محمد إنسان عين عين الكل فى حضرة الوحدانية، وفاء وفاء الرحمة اللاهوتية، وقاف قافى تجليات أنوار الأسرار الجبروتية، وراء رائى وراء حجب الجلال والكبرياء القيومية، وكاف كافى الأمة بالمنح الجليلة الإحسانية الرحموتية ، وعلى آله وأصحابه وأصهاره وأنصاره وحزبه وأزواجه وذريته وأحبابه.
أما بعد ؛
فقد كَثُر الخلاف فى زماننا هذا حول مسألة حياة أبى العباس الخضر عليه السلام حتى جعل بعض الوهابية إثبات حياة الخضر عليه السلام من خزعبلات الصوفية، ولم يقف الحد عند إلصاق الخزعبلات بالصوفية بل وصل الأمر إلى تبديع هؤلاء السادة وتكفيرهم. واعلم أن حياة سيدنا الخضر عليه السلام ثابتة بالكتاب والسنة والإجماع الذى حكاه غير واحد من العلماء كما سترى إذ أن حياة الخضر عليه السلام متواترة كما أفاد ذلك الحافظ ابن حجر العسقلانى فى (الزهر النضر) وفى (الإصابة) وتابعه قوم.
إن الأخبار الورادة فى حياة الخضر كثيرة بحيث بلغت حد التواتر المعنوى وذلك لا محالة يقطع بصحة حياة الخضر ضرورة. قال الحافظ ابن حجر فى (الإصابة) : يستفاد من هذه الأخبار التواتر المعنوى لأن التواتر لا يشترط فيه ثقة رجاله ولا عدالتهم ، وإنما العمدة على ورود الخبر بعدد يستحيل فى العادة تواطؤهم على الكذب ، فإن اتفقت ألفاظه فكذلك ، وإن اختلفت فهو التواتر المعنوى. انتهى.
وأصح هذه الأخبار ما روى يعقوب بن سفيان فى (تاريخه) من طريق رياح ابن عبيدة قال : رأيت رجلا يماشى عمر بن عبد العزيز معتمدا على يديه ، فلما انصرف ، قلت له : من الرجل الذى كان معك معتمدا على يديك آنفا ؟ قال : وقد رأيته يا رياح ؟ قلت : نعم. قال : إنى لا أراك إلا رجلا صالحا. ذاك أخى الخضر بشرنى أن سألى فأعدل (2). قال الحافظ ابن حجر فى (الإصابة) : هذا أصلح إسناد وقفت عليه فى هذا الباب. واعلم أن هذا الأثر دل على أن عمر بن عبد العزيز كان يذهب إلى حياة الخضر عليه السلام، وكان يجتمع به ، وعمر بن عبد العزيز تابعى جليل أجمعوا على جلالته وفضله ووفور علمه وشفقته على المسلمين. وأخرج الذهبى هذا الأثر فى التذكرة (1/120) فى ترجمة الخليفة الراشد عمر بن عبد العزيز، وقال : إسناده جيد. هذا الأثر جعل الحافظ ابن الجوزى يثبت حياة الخضر كما جاء فى جزءه المفيد (سيرة عمر بن عبدالعزيز) بعد أن نفاها فى جزء له. فهذا الأثر له حكم المرسل الجيد إذا أنضم مع كل حديث فى الموضوع فإنه يصححه. قال الشيخ عبد القادر بن محمد الحنفى فى كتابه المسمى بـ (العناية فى تخريج أحاديث الهداية) : اعلم أن أصحابنا أكثر اتباعا للسنة من غيرهم, وذلك أنهم اتبعوا السلف فى قبول المرسل ، فإن السلف لم يزالوا على قبوله. قال القرطبى : أجمع العلماء على قبول المرسل، ولم يأت عن أحد منهم إنكاره إلى رأس المائتين. وأشار إلى ذلك أبو عمر بن عبد البر فى (التمهيد) فقال : وأما المتقدمون من السلف فلم يردوا من ذلك شيئا ، ولا فرق عندهم بين المرسل والصحيح والحسن. انتهى.

إثبات حياة الخضر عليه السلام بالقرآن الكريم :

قوله تعالى : (( وما جعلنا لبشر من قبلك الخلد أفائن مت فهم الخالدون )) وعموم هذه الآية تعلق بها من نفى حياته عليه السلام لكن عارض عمومها خصوص قوله تعالى : (( قال فإنك من المنظرين إلى يوم الوقت المعلوم )) أى من الثقلين كما أجمع المفسرون ولا شك أن الخضر من المنظرين فصيغة العموم فى الخطاب القرآنى (المنظرين) تثبت أن الحكم يشمل إبليس وغيره، والدليل على أن عموم الآية يشمل الخضر وغيره الإجماع الذى نقله الحافظ ابن الصلاح وغيره من أكابر العلماء. وهكذا الشأن فى كل عام وخاص إذا اجتمعا أن يخصص العام بالخاص فيتفق الدليلان. وقال بعض المفسرين فى قوله تعالى : (( وما جعلنا لبشر من قبلك الخلد )) المراد بالخلد الدوام الأبدى.

إثبات حياة الخضر عليه السلام بالسنة الشريفة :

الأحاديث كثيرة تقوى بعضها بعضا حتى قال ابن حجر رحمه الله تعالى فى (الزهر النضر) : هب أن أسانيدها واهية إذ كل طريق منها لا يسلم من سبب يقتضى تضعيفها فماذا يصنع فى المجموع ؟ فإنه على هذه الصورة قد – بمعنى ربما للتكثير – يلحق بالتواتر المعنوى الذى مثلوا له بجود حاتم فمن هنا مع احتمال التأويل فى أدلة القائلين بعدم بقائه. ثم قال: وأقوى الأدلة على عدم بقائه عدم مجيئه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم. والحافظ ابن حجر لا يميل إلى القول بعدم مجيئه إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم ؛ لأنه قال فى بداية رسالته : ثم لما التزمت فى كتابى (الإصابة فى تمييز الصحابة) أن أذكر كل من جاء فى خبر من الأخبار أنه لقى النبى صلى الله عليه وسلم لزم ذكرى للخضر عليه السلام لأنه من شرط الإصابة وإن لم يرد فى خبر ثابت أنه من جملة الصحابة. ا.هـ. واعلم أن أكثر الأمور المعلومة من الدين ضرورة متواترة معنى. وقد نقل خبر وجوده عن أبى بكر وعمر وعلى وأنس وأبى سعيد الخدرى وجابر وابن عمر وعائشة أم المؤمنين وابن عباس وعن جمع لا يحصون من التابعين وأتباعهم. فحقا قد ثبت وجوده ثبوتا لا ينكره إلا جهول.

إثبات حياة الخضر عليه السلام بالإجماع :

قال العلامة العينى فى (عمدة القارى) : اختلفوا فى حياة الخضر فالجمهور على أنه باق إلى يوم القيامة. وقال االشيخ ابن فرشته فى (شرح المشارق) : والجمهور على أنه حى، وقال الشيخ أكمل الدين فى شرح الكتاب المذكور : أنه حى عند أكثر العلماء. وقال الفاضل الكرمانى فى (الكواكب الدرارى) : والجمهور على حياته وموجود بين أظهرنا. وقال الإمام اليافعى رضى الله تعالى عنه ونفعنا به فى (روض الرياحين) : الصحيح عند جمهور العلماء أن الخضر الآن حى، وبهذا قطع الأولياء ، ورجحه الفقهاء والأصوليون وأكثر المحدثين …….. وسأل جماعة من الفقهاء الشيخ الإمام عز الدين بن عبد السلام قالوا له : ما تقول فى الخضر أحى هو ؟ قال : ما تقولون لو أخبركم ابن ابن دقيق العيد أنه رآه بعينه أكنتم تصدقونه أم تكذبونه ؟ فقالوا : بل نصدقه ، فقال : والله قد أخبر سبعون صديقاً أنهم رأوه بأعينهم كل واحد منهم أفضل من ابن دقيق العيد. قال الثعالبى : هو نبى على جميع الأقوال معمر محجوب عن الأبصار. ويكفى فى ثبوت حياته إجماع المشايخ العظام وجماهير العلماء الأعلام. قال الحافظ سراج الدين ابن الملقن فى (التلخيص) : حياته ثابتة عند الجمهور. والإجماع هو أحد الأدلة الشرعية فى قطعيته مع أن حياته ووجوده أثبتت بالكتاب والسنة المتواترة.

هذه زيادة التعليق من المترجم, محمد رابط عزمي العظيم

(2) وكذا في تحفة الأحوذي – (ج 6 / ص 36)

ثُمَّ ذَكَرَ الْحَافِظُ أَحَادِيثَ وَآثَارَ مَعَ الْكَلَامِ عَلَى كُلِّ أَحَدٍ مِنْهَا ثُمَّ قَالَ : وَرَوَى يَعْقُوبُ بْنُ سُفْيَانَ فِي تَارِيخِهِ وَأَبُو عَرُوبَةَ مِنْ طَرِيقِ رِيَاحٍ بِالتَّحْتَانِيَّةِ اِبْنِ عُبَيْدَةَ قَالَ : رَأَيْت رَجُلًا يُمَاشِي عُمَرَ بْنَ عَبْدِ الْعَزِيزِ مُعْتَمِدًا عَلَى يَدَيْهِ ، فَلَمَّا اِنْصَرَفَ قُلْت لَهُ مَنْ الرَّجُلُ ؟ قَالَ رَأَيْته ؟ قُلْت نَعَمْ. قَالَ : أَحْسِبُك رَجُلًا صَالِحًا ذَاكَ أَخِي الْخَضِرُ بَشَّرَنِي أَنِّي سَأُوَلَّى وَأَعْدِلُ. لَا بَأْسَ بِرِجَالِهِ. وَلَمْ يَقَعْ لِي إِلَى الْآنَ خَبَرٌ وَلَا أَثَرٌ بِسَنَدٍ جَيِّدٍ غَيْرُهُ.

18 thoughts on “NABI KHIDLIR AS, Antara Kenyataan dan Khayalan

    azmi

    (Februari 25, 2013 - 18:59)

    Hadzihi maa yassarallohu ilaina…. wa narju al istiqoomah wal ishoobah…..amin….

      zulfa

      (Februari 26, 2013 - 12:20)

      artinya :……………..
      Iki mengko lek sing buka web ga iso bahasa arab, piye hayoo? Mboten ngertos nopo artine pisan

        azmi

        (Februari 26, 2013 - 17:24)

        Bisa aza mbak zulfa nie….. ehehehe….

          zulfa

          (Februari 27, 2013 - 09:49)

          Lek boso jowo kulo ngertos, tp lek bhs arab..ngapunten kulo kalah kalihan unto sing teng tanah arab niko..
          unto arab malah pinter bhs arab..diajak ngobrol kalih juragan e ndamel bhs arab lho kok yo paham..

            azmi

            (Maret 25, 2013 - 23:12)

            Test test test…. kok tulisanipun…. soyo dangu kok tulisanipunsoyo cuuuiiiiliiiiikkkkk…… hehehehe……..

            zulfa

            (Maret 27, 2013 - 07:15)

            Testing diterima.
            Insyaallah testing meniko sdh sampai batas maksimum reply. sampun notog poll..dan tidak akan menyempit maleh..
            Saking coment ipun pak azmi sampun mboten wonten tombol reply. brarti reply dari coment sebelumnya.

            zulfa

            (Maret 27, 2013 - 07:18)

            Mboten menyempit tho??
            Gus Hakim, monggo dipun pirsani. meniko batas maksimum utk reply…
            Coment berikut2nya bisa me-reply dari coment terakhir ingkang wonten tombol reply nya. nanti bersusun rapi ke bawah dan tidak semakin menyempit.

    lasykar

    (Februari 26, 2013 - 17:08)

    hehehe…. menawi artinipun mekaten: “inilah yang Alloh mudahkan padaku, dan aku meminta istiqomah serta mendapatkan kebenaran”. suwun mbak zulfa situse di pun sambangi, mugi tambah sahe njur adem…..

      azmi

      (Februari 26, 2013 - 17:23)

      Betul betul betul……. xexexexe….

      zulfa

      (Februari 27, 2013 - 09:46)

      Amiin..3x. Mugi2 web e manfaat utk semua.
      Insyaallah web ipun di sambangi mben dinten kok..meskipun namung inguk2 website rasane kados teng pondok saestu…

      Tak pikir2 hebat tenan pondok e…masio mepet sawah, tapi sudah menjelajah dunia maya..kereeen

    lasykar

    (Februari 27, 2013 - 10:37)

    hehehehe senyam-senyum sendiri lihat postingan mbak zulfa…..
    amin amin amin….. mugi santri, alumni soho masyarakat guyub rukun, njur pondokipun tambah maju, waloupun MEWAH=mepet sawah tapi insya alloh bi idznillah menelorkan alumni-alumni yang mbarokahi fiddini waddun-ya khattal akhiroh…..

    zulfa

    (Februari 27, 2013 - 11:09)

    Amiin 999X…
    Pondok e angsal barokah saking tanduran teng sawah sak mono ambane…
    Jagung..nyawang poro santri deleg2 ngapal nadzoman,,Insyaallah jagung berdoa..(mugo2 dadi santri sing mbarokahi)
    Kedelai..nyawang poro santri nglamun, sabar ngrantos kiriman saking ibu bpk,,Insyaallah kedelai berdoa..(mugo2 mulyo dunia hattal akhirot)
    Padi..nyawang poro santri ‘ucul’ liwat sawah tanpa sepengatahuan pengurus,,Insyaallah padi berdoa..(mugo2 konangan..)…

    lasykar

    (Februari 27, 2013 - 13:28)

    hehehe amin… amin… aminn…..

    abrori

    (Maret 19, 2013 - 16:29)

    nderek ngaos..
    nuwun sewu,pule mniko daerah pundi nggih..??

    hollow

    (Maret 19, 2013 - 19:25)

    Daerah kab. nganjuk mas…. arah selatan kab.kediri.
    Selatan polsek/pasar warujayeng kec. Tanjunganom nganjuk.
    Pule: dusun
    Tanjunganom: desa
    Tanjunanom: kecamatan
    Nganjuk: kabupaten
    Jawa timur: profinsi
    Indo negara kita hehe bercanda mas….
    Silahkan di telaah makalah makalah di sini. Makasi udah sudi mampir.
    By. Santri alfattah pule

      abrori

      (Maret 29, 2013 - 17:06)

      Insya Alloh..mugi ndadosaken barokah kangge kita sedoyo..
      salam kenal,kulo saking Purwokerto…

        firdaus

        (Maret 29, 2013 - 20:41)

        salam kenal juga mas abrori. asli saya ponorogo skarang juga lg mondok di pondok alfattah
        semoga bisa bermanfaat

    azmi

    (Maret 27, 2013 - 10:08)

    Okeh mpun mantebbek mbak zulfa, syukron…..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.