Menuju Rumah Tangga Sakinah Bagian 7

KAJIAN HARI SELASA

MENUJU RUMAH TANGGA SAKINAH

 

UQUDULLIJEIN

(Untaian Kalung Perak)

KARYA: SYAIKH NAWAWI AL BANTANI AL JAWI

Penterjemah: Ngir Nini Aknah. Mlorah Rejoso Nganjuk Jawa Timur. Siswi Kelas IIITsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 7…

Menjelaskan keistimewaan bagi suami yang bersabar akan perilakuan buruk istrinya.

 

(Hikayat)

Ada seorang sholeh yang mempunyai saudara yang sholih pula. Dan setiap tahun sekali ia datang untuk mengunjungi saudaranya. Diketuklah pintunya. Kemudian istrinya berkata : ‘’ siapa disitu?’’, kemudian dia menjawab : ‘’Saudara suamimu karena Allah, Aku datang untuk menjenguknya’’. Kemudian istrinya berkata : ‘’ saudaramu pergi mencari kayu bakar, semoga Allah tidak mengembalikannya”. Sang istri menjawab sambil mencaci-maki suaminya habis-habisan.

 

Tak berselang lama, sang suami datang dengan membawa seikat kayu bakar yang ditaruh diatas punggung seekor singa. kemudian di mengambil kayu bakar tersebut seraya berkata pada singa tadi “pergilah… semoga Allah memberkahimu”.

 

Kemudian dia mempersilahkan saudaranya itu untuk masuk kedalam rumah. setelah mengucapkan salam padanya dan memberi makanan kepadanya, ia menunjukkan kegembiraan dengan kedatangan saudaranya. Kemudian, saudaranya itupun berpamitan untuk pulang dan merasa kagum atas kesabaran saudaranya terhadap istrinya, atas kesabaran saudaranya tadi yang tidak menjawab atas makian istrinya.

 

Setahun telah berlalu, dia datang lagi pada saudaranya pada tahun kedua. Kemudian ia mengetuk pintu. Dan istrinyapun menjawab: “siapa yang ada disitu?”, kemudian dia menjawab : “saudara suamimu, datang untuk menjenguknya’’.

 

“Selamat datang’’. Jawab sang istri sembari memuji tamu yang datang, dan sambil menunggu suaminya pulang, iapun memuji pada suaminya. Kemudian saudaranya datang dengan membawa kayu bakar pada punggungnya kemudian saudaranya tadi mengajak dia masuk. Dan memberi makan padanya.

 

Pada saat ia hendak pulang ia bertanya tentang perkara yang dilihatnya dari istri yang pertama dan istri yang kedua dan juga tentang macan yang membawa kayu bakarnya.

 

Kemudia saudaranya tadi berkata : “wahai saudaraku istriku yang buruk budinya telah mati dan aku sabar menghadapi kelakuannya. Oleh karena itu Allah menjinakkan singa untukku karena kesabaranku dalam menghadapi kelakuannya. Kemudian aku menikah dengan wanita yang sholihah dan aku bahagia bersamanya. Maka singa itu menjadi terpisah dariku, dan sekarang aku harus membawa kayu bakar diatas punggungku dikarenakan kebahagiaanku bersama istriku yang sholihah ini.

 

(FAIDAH)

Ada beberapa hal yang memperbolehkan suami untuk memukul istri:

1. Dikarenakan istri tidak mau berhias padahal suaminya menghendakinya berhias;

2. Meninggalkan kewajiban melayani ditempat tidur;

3. Karena keluar dari rumah tanpa seizin suami;

4. Karena memukul anak kecil yang belum berakal ketika dia menangis;

5. Karena memaki orang lain;

6. Karena menyobek-nyobek baju suami;

7. Karena menarik jenggot suami (sebagai bentuk penghinaan);

8. Berkata pada suaminya, “wahai keledai, wahai orang bodoh’’, meskipun suaminya telah menghinanya terlebih dahulu;

9. Karena membuka wajahnya pada selain muhrim;

10. Berbicara dengan laki- laki yang bukan muhrimya;

11. Berbicara dengan suami dengan tujuan agar suaranya didengar orang lain;

12. Karena memberi sesuatu dari harta suami yang tidak sesuai dengan kebiasaan di dalam rumah;

13. Karena menolak bersilaturrahmi dengan keluarga suaminya.

 

Sedangkan memukul istri dikarenakan meninggalkan sholat, ada dua qoul, yang paling sohih: yaitu ketika sang suami sudah memerintahkannya dan ia tidak mau menjalankan perintah.

Bersambung ke bagian 8 Insya Allah..

Wallohua’lam bisshowab

Administrator

Gubug Sederhana Pule, Selasa 18 Juni 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.