MENUJU RUMAH TANGGA SAKINAH BAG 4

KAJIAN HARI SELASA

UQUDULLIJEIN
(Untaian Kalung Perak)
KARYA: SYAIKH NAWAWI AL BANTANI AL JAWI
Penterjemah: Ngir Nini Aknah. Mlorah Rejoso Nganjuk Jawa Timur. Siswi Kelas III Tsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule
Bagian 4

HAK SUAMI ISTRI, SABAR DENGAN ISTRI

(HAK SUAMI ISTRI)

ا لا اى تنبهو الى فحمد الله واثنى عليه

(Ingatlah) maksudnya ingatlah kalian semua (sesungguhnya pada diri kalian terdapat hak atas istri kalian, dan pada istri kalian terdapat hak atas kalian, dan hak kalian atas istri kalian itu adalah apabila istri kalian tidak mendekatkan orang yang kalian benci pada tempat tidur kalian, dan tidak memberi izin pada orang yang kalian benci masuk ke dalam rumah. Ingatlah dan hak seorang istri yamg wajib atas kalian adalah kalian wajib memberi pakaian yang baik dan masakan yang baik pada istri kalian) hadits ini diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Imam Ibnu Majah

-KEWAJIBAN SUAMI-

(Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hak seorang istri yang wajib atas suaminya”) yakni dari haknya istri yang wajib atas suami (yaitu suami memberi makan pada istri ketika ia makan dan memberi pakaian pada istri ketika ia berpakaian dan jangan memukul pada wajah) yakni ketika dia NUZUS (dan jangan mengatakan perkataan kotor) dengan tasydid باء yang dititik satu. Dan dibaca kasroh yakni suami tidak memperdengarkan pada istri ucapan yang dibencinya dan jangan mengucapkan : ‘’semoga allah menjelekkanmu’’.

-DILARANG MEN-DIAMKAN ISTRI-

(dan hendaknya jangan meninggalkan) dalam satu riwayat dan suami jangan meninggalkan istri (kecuali dalam tempat tidur) yakni tempat tidur pada saat NUSUZ. Adapun mendiamkan dalam berbicara maka sesungguhnya mendiamkan itu haram jika tanpa udzur. Imam Tobroni Dan Imam Hakim meriwayatkan Hadits Dan Sahabat Mu’awiyah Bin Hayadah dengan fathahnya ha’ yang sepi dari titik

-HENDAKLAN MEMBERI MAHAR PERNIKAHAN YANG LAYAK-

(dan Nabi MUHAMMAD SAW bersabda : ‘’siapapun laki- laki yang menikahi seorang wanita atas perkara yang sedikit) dari mahar/dengan mahar kurang atau banyak nya perkara/mahar banyak (namun tidak ada keinginan pada dirinya) yakni hatinya (untuk melaksanakan hak istri yang wajib atasnya maksudnya membohongi istri. Kemudian ia mati dan dia belum memberikan haknya/mahar pada istrinya maka ia akan bertemu Allah di hari kiyamat sebagai orang yang zina) maksudnya berdosa (al hadits) maksudnya bacalah pada hadits yang diriwayatkan oleh IMAM TOBRONI

-MUKMIN YANG PALING SEMPURNA IMANNYA-

(dan Nabi Muhammad SAW bersabda : “sesungguhnya lebih sempurna-sempurnanya iman seorang mukmin”) yaitu yang paling bagus akhlaknya dengan melakukan keutamaan dan meninggalkan kejelekan (dan yang lebih menyayangi) maksudnya yang lebih menyayangi dan mengasihi atau berbuat baik terhadap keluarganya yakni dari istrinya dan anaknya serta kerabatnya, Imam Tirmidzi Dan Imam Hakim meriwayatkan hadist ini dari Siti Aisyah

(dan Nabi Muhammad SAW bersabda: ”yang paling bagus dari kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya”) maksudnya wanita-wanita yang halal dan anak-anak serta kerabatnya (dan aku lebih baik dari pada kalian terhadap keluarga kalian) Imam Ibnu Hibban meriwayatkan hadis ini.

dan Nabi bersabda :”Manusia terbaik diantara kalian adalah yang paling baik perlakuannya terhadap Istrinya dan aku lebih baik perlakuanku terhadap istri-istriku daripada kalian”.

(SABAR DENGAN ISTRI)

(di ceritakan dari Nabi Muhammad SAW. sesungguhnya Nabi bersabda: ‘’Barang siapa yang sabar dengan kejelekan istrinya maka Allah akan memberi pahala padanya sebagaimana Allah memberi pahala kepada nabi ayub AS atas cobaan terhadap beliau’’)

-KISAH KEMULYAAN NABI AYYUB AS-

Allah SWT memberi cobaan kepada Nabi Ayub dengan 4 perkara:

  1. Yaitu jatuh miskin,
  2. Hilangnya anak-anaknya
  3. Dan robek-robek badanya
  4. Serta di tinggal pergi oleh orang-orang kecuali istrinya.

Karena sesungguhnya nabi ayub adalah orang yang mempunyai harta seperti unta, sapi, kambing, gajah, dan keledai Dan Nabi Ayub memiliki 500 hektar sawah yang di jaga oleh 500 budak dan setiap budak memiliki satu wanita /istri dan anak beserta harta, dan bersamaan itu ada 3 golongan yang beriman bersama beliau. dan mereka (3 golongan) usianya tengah baya.

Waktu itu iblis itu tidak dihalangi dari perkara yang ada dilangit kemudian dia berdiam di langit sesuai kehendakNya. kemudian dia mendengar malaikat memintakan ampunan atas Nabi Ayub AS maka iblispun menjadi dengki pada Nabi Ayub AS.

Iblis lalu menghadap kepada Allah, dan berkata: ‘’wahai tuhanku aku melihat hambamu yakni Nabi Ayub AS, aku mengetahui dia itu orang yang bersyukur dan memuji serta ingat kepada-Mu. Namun, ingat apabila engkau beri cobaan padanya niscaya dia akan berpaling dari syukurnya dan taatnya kepadamu”.

Maka Allah memerintahkan kepada iblis: ‘’Berangkatlah, sungguh telah kuberi kekuasaan padamu atas harta Ayub”.

Berangkatlah iblis dan ia mengumpulkan pemimpin syaitan dan jin, kemudian iblis berkata pada mereka: ‘’Sungguh aku telah berkuasa atas harta Nabi Ayub’’

Iblis berkata pada ifrit: ‘’Datangilah unta-untanya dan yang mengembala, lalu bakarlah unta-unta dan pengembalanya tadi‘’

Lalu iblis mendatangi Nabi Ayub dan ia dan ia mendapati Nabi Ayub sedang sholat kemudian dia berkata padanya: “Api telah membakar unta-untamu dan pengembala untamu‘’

Maka Nabi Ayub berkata: ’’Segala puji bagi Allah, Dialah yang telah memberikan unta-unta itu padaku dan Dialah yang juga mengambilnya’’

kemudian iblis melakukan hal yang serupa pada kambing dan pengembalanya

Lalu iblis datang pada Nabi Ayub dan berkata: “angin telah memporak porandakan tanamanmu”.

Kemudian nabi ayub memuji dan menyanjung kepada Allah

Selang waktu iblis meminta pada Allah: ‘’Semoga Engkau beri aku kekuasaan atas anak-anak Nabi Ayub AS’’.

Allah Berfirman: ‘’Berangkatlah sungguh telah kuberi kekuasaaan padamu atas anak-anak Ayub’’

Kemudian iblis berangkat pada anak-anak Nabi Ayub dan mengoncang-goncangkan anak-anaknya yang berada dalam rumah tingkat dan merobohkannya, Maka matilah semua anak-anak Nabi Ayub dan kemudian ibllis mendatangi nabi ayub dan memberi kabar atas kematian anak-anaknya

Nabi Ayub beristigfar

Kemudian iblis meminta pada Allah: ’’semoga engkau memberi kekuasaan padaku atas jasad nabi ayub”

kemudian Allah berfirman pada iblis: “Kuberi kekuasaan padamu atas jasad nabi ayub, kecuali lisan, hati serta akalnya”.

Lalu iblis berangkat kepada nabi ayub dan mendapatinya sedang sujud. Dia mendatangi dari arah depan dan meniupkan pada lubang hidungnya dengan tiupan yang membuat jasad Nabi Ayub menyala (panas) dan gatal pun menyerang tubuh Nabi Ayub. Beliau menggaruk dengan kukunya hingga rontok semua kukunya kemudian nabi ayub menggaruk dengan menggunakan kain kasar, dengan pecahan genteng dan batu. tidak henti-hentinya Nabi Ayub menggaruk sehingga jasad beliau rontok dan berbau bacin. kemudian orang-orang desa mengasingkan dan mendirikannya rumah kecil untuknya dan semua orang meninggalkannya, kecuali istrinya yang bernama Rohmah. Diapun melayani Nabi Ayub dengan baik dan datang membawakan makanan untuk Nabi Ayub, Beliaupun di tinggalkan oleh 3 golongan yang beriman bersamanya akan tetapi mereka tidak meninggalkan agamanya.
Bersambung ke bagian 5 insya alloh…

Wallohu a’lam

Administrator Al Fattah Com

Gubug Sederhana Pule, Selasa 28 Mei 2013

5 thoughts on “MENUJU RUMAH TANGGA SAKINAH BAG 4

    ummu hani

    (Mei 30, 2013 - 13:03)

    subhanalloh….

    adzim

    (Juni 1, 2013 - 09:41)

    Maha benar Allah….

    adzim

    (Juni 1, 2013 - 09:43)

    Kok, via hp logonya gak bisa full ya? Seperti huruf L dibalik tampilannya.

      zulfa

      (Juni 2, 2013 - 13:11)

      Nuwun sewu Pak Adzim..
      menawi di akses saking HP tampilan ipun kirang sempurna. sampun diutak-atik. tapi kados e tetep mawon.

        adzim

        (Juni 3, 2013 - 15:34)

        Oooo mekaten…. nggeh, pemirsa nderek kemawon…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.