MENUJU RUMAH TANGGA SAKINAH Bag 1 dan 2

KAJIAN HARI SELASA

 UQUDULLIJEIN

(Untaian Kalung Perak)

KARYA: SYAIKH NAWAWI AL BANTANI AL JAWI

Penterjemah: Ngir Nini Aknah. Mlorah Rejoso Nganjuk Jawa Timur. Siswi Kelas III Tsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 Bagian 1 dan

 MUQODDIMAH DAN KEISTIMEWAAN BACAAN BISMILLAH

 

DENGAN MENYEBUT NAMA ALLAH YANG MAHA PENGASIH LAGI MAHA PENYAYANG

 قال الفقير….

 Orang yang membutuhkan Rahmat Allah SWT. yang banyak memberi ampunan Yakni Muhammad Nawawi Al Bantani, seraya mengakui dosa-dosa yang telah di perlihatkan Allah SWT. atas kekurangan dirinya dan berusaha menjadikan harinya lebih baik dari pada hari kemarin berkata:

Segala puji bagi Allah SWT. Sebagai(ungkapan) yang baik/pantas kepada Allah SWT. Sholawat serta salam, semoga tetap tercurahkan kepada Sayyidina Muhammad SAW. keluarga serta shahabat yang jumlahnya di ketahui oleh Allah SWT.

(Setelah membaca Bismillah dan Hamdallah) Adanya syarah (penjabaran) ini, karena permintaan dari sebagian orang-orang yang suka terhadap risalah yang berhubungan dengan suami-istri yang telah dikarang oleh sebagian orang-orang pemberi nasehat. Aku me-nama-kannya (‘Uqudulijein) ‘’ Untaian Kalung Perak ‘’ yang menerangkan hak-hak suami-istri. Aku mengharap kepada Allah SWT diberi pertolongan, keikhlasan, diterima serta bermanfaatnya risalah ini dikarenakan perantara derajat Nabi Muhammad SAW., istri-istri, Dzurriyah (keturunan) dan juga para Bala tentara Beliau. Serta Aku hadiahkan kitab ini pada kedua orang tua ku, seraya mengharap kepada Allah SWT. agar di ampuni dosa-dosanya. Serta derajat keduanya dinaikkan. Sesungguhnya Allah Dzat yang Maha Pengampun, dan Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

 قال المصنف : إلي ان قال فشفاه الله تعالى ببر كتها

 Pengarang/Syeikh Nawawi berkata: Semoga Allah menerima syukur dan amalnya BISMILLAHIRROHMANIRROHIIM (Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang).

KETAHUILAH! SUNGGUH! BASMALLAH BANYAK SEKALI KEBERKAHANNYA. Barang siapa yang banyak membaca Basmallah. Maka akan tercapai angan-angan-nya. Dan barang siapa yang senantiasa membaca Basmallah. Maka dia akan memperoleh penerimaan (keinginannya terkabul).

Dikatakan: “sesungguhnya kitab yang turunkan dari langit ke bumi ada 104 lembar. 60 lembar diturunkan pada Nabi Syits As. 30 lembar kepada Nabi Ibrahim As. Dan 10 lembar diturunkan kepada Nabi Musa As sebelum Taurot. Baru kemudian Taurot, Injil, Zabur, Dan Al-Qur’an.

Makna dari setiap kitab terkumpul pada Al-Qur’an, Makna Al-Qur’an terkumpul dalam Surat Al-Fatihah, Makna Al-Fatihah terkumpul dalam Basmallah, Makna Basmallah terkumpul dalam huruf Ba’ lafad Basmallah”.

 

(BISMILLAH PENYEMBUH PENYAKIT)

 ADA SEBAGIAN ULAMA’ SHOLIH YANG TERKENA PENYAKIT YANG PARAH. Tidak ada dokter yang mampu menyembuhkan. Di sebagian waktu, dia berfikir sejenak tentang ungkapan Basmallah diatas. Kemudian dia terus-menerus membaca Basmallah tanpa batas/tanpa hitungan pasti. Dan Allah SWT. memberikan kesembuhan padanya dengan barokah bacaan Basmallah tersebut.

 

(BISMILLAH PENJAGA HARTA)

 وحكى إلى قوله : اي اتباعه على اليمان ولوعصاة

 Dan diceritakan: ADA SEORANG WANITA MEMPUNYAI SUAMI MUNAFIK. Di setiap kesempatan, baik perkataan ataupun perbuatan, ia memulai dengan bacaan Bismillah.

Suatu ketika, sang suami berkata pada diri sendiri: “sungguh! akan aku lakukan sesuatu yang mempermalukannya!’’.

Selang waktu, dia memberikan kantong itu, pada istrinya. Dan berkata: “jagalah kantong ini!”.

Sang Istri, meletakkan kantong tersebut di tempatnya (lemari). Serta menutupnya. Kemudian sang suami mencuri dan mengambil kantong tadi lalu membuangnya ke sumur yang berada di rumahnya. Setelah itu dia meminta Istrinya untuk mengambilkan Kantong tersebut. Sang istri bergegas mendatangi tempat itu, dan berkata : “Bismillahirrohmanirrohiim” (Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang).

Serta merta Allah SWT.memerintahkan Malaikat Jibril As untuk bergegas turun dan mengembalikan kantong tadi pada tempatnya. Kemudian Sang Istri meletakkan tangannya dengan tujuan untuk mengambil kantong tadi. Dan ia temukan kantong itu seperti semula ia letakkan. Lalu ia memberikan pada suaminya. Sang Suami heran Dan sangat kagum dengan kejadian itu. Akhirnya ia bertaubat kepada Allah SWT. dari kemunafikannya.

 

Bagian 2

 

ARTI PUJIAN, SAHABAT, ISI KITAB, KEUTAMAAN SHOLAT WANITA DIRUMAH DAN REMAJA DI HADAPAN WANITA

 

(SEGALA PUJI HANYA MILIK ALLAH dengan pujian yang aku harapkan dapat membuka kebaikan) Yakni dengan adanya pujian kepada Allah SWT. dapat membuka pada kebaikan (dan pertolongan atas berhasilnya) suatu keutamaan (yang diberikan oleh Allah) Yakni adanya pujian itu dapat membuka pada pemberian dan pertolongan atas berhasilnya suatu keutamaan (semoga sholawah,) yaitu kasih Agung (rahmat) Allah SWT. yang bersamaan dengan keagungan kepada para Nabi dan kemutlakan rahmat kepada selain Nabi. serta doa yang baik dari para hambanya (dan semoga keselamatan) Yakni penghormatan pada Allah yang maha agung. SALAM ADALAH PENGAGUNGAN KEPADA PARA NABI SEPERTI SALAH SATU DARI KITA MENGAGUNGKAN TAMUNYA dan adanya permohonan dari hamba Allah untuk mendapatkan keselamatan (senantiasa tercurahkan atas Nabi kita muhammad SAW yang juga menjadi pemimpin mahluk) Yakni memimpin mahluk (senantiasa tercurahkan atas keluarga Nabi muhammad SAW) Yakni yang mengikuti Nabi serta beriman, meskipun beberapa orang ada yang melakukan dosa. (senantiasa tercurahkan atas sahabat Nabi) SAHABAT IALAH ORANG YANG PERNAH BERKUMPUL DENGAN NABI MUHAMMAD SAW DALAM KEADAAN IMAN MESKIPUN HANYA SEKEJAB. (yang menjadi imam) Yakni menjadi panutan dalam perkara agama (yang adil) dalam perkara agama

(adapun yang telah di sebut) Yakni setelah mengucap Basmallah, hamdalah, sholawat dan salam, (inilah) Yakni suatu perkara yang datang dari hati ini berupa (risalah) maksudnya: kitab yang sangat kecil (yang penting) yang bisa menyusahkan beberapa hati (yang aku urutkan) Yakni: kitab ini terbagi (atas 4 fasal) atau perincian (dan penutupnya) adalah perkara yang disebutkan karena ada faedahnya yang berhubungan dengan apa yang dikehendaki. Seperti hubungan hal yang bersinggungan langsung dengan hal yang dahulu yaitu hubungan yang menjadikan kesempurnaan dan bertambahnya kejelasan.

(FASAL YANG PERTAMA) menerangkan (hak-hak istri) yang wajib (bagi suami) Berupa: hak perlakuan baik, haknya untuk mendapat biaya hidup, hak mahar istri, hak pembagian giliran, hak mengajarkan istri pada perkara yang dibutuhkannya berupa fardhu ibadah dan sunnah ibadah meskipun sunnah yang tidak dikuatkan (sunnah muakkad) dan hak dari perkara yang berhubungan dengan haid dan hak patuh kepada suami selain dari perkara maksiat.

(FASAL YANG KEDUA) menerangkan (hak-hak suami) yang wajib (bagi istri) yaitu hak patuh kepada suami selain maksiat, hak perlakuan baik, hak mengabdi/melayani pada suami, hak menjaga rumah, hak agar tidak selingkuh, hak membuat penutup atas pandangan orang lain pada sesuatu dari badannya, meskipun hanya wajah dan telapak istri Karena melihat wajah dan telapak tangan hukumnya haram meskipun tidak ada syahwat dan fitnah. Dan hak meninggalkan meminta suatu perkara diatas batas kemampuan suami, meskipun ia tahu bahwa suaminya mampu untuk memenuhi, dan hak menahan menerima barang yang dari harta harm, Serta hak untuk tidak berbohong kepada suami atas haid. Baik ia sedang haid/terputusnya (suci dari haid).

 الفصل الثالث إلى في النهاية للشيخ محمد المصرى

 (FASAL YANG KETIGA) menerangkan (keutamaan seorang wanita sholat di dalam rumah dan SESUNGGUHNYA SEORANG WANITA) maksudnya sholat seorang wanita di dalam rumahnya (LEBIH UTAMA DARIPADA SHOLAT BERSAMA NABI MUHAMMAD SAW) Rosul bersabda : “perkara yang lebih mendekatkan seorang wanita dengan tuhannya yaitu ketika ia sholat di dalam bilik/kamar kecil/rumahnya”. Sesungguhnya sholat wanita di halaman rumahnya itu lebih utama daripada sholatnya di dalam masjid. Dan sholatnya di dalam rumah itu lebih utama daripada di halaman rumahnya, dan sholat wanita di dalam kamar/bilik itu lebih utama daripada sholat di dalam rumahnya. Sedangkan lafadz Al Mukhdza’ dengan di dhomah mimnya itu berarti ruang di dalam rumah, tingkat keutamaannya sholat tadi dikarenakan tertutupnya aurot

 

(FASAL YANG KEEMPAT) menerangkan (haramnya seorang laki-laki melihat pada wanita yang bukan muhrim dan sebaliknya) maksudnya melihatnya wanita kepada laki-laki maka hal yang haram di lihat oleh laki-laki. Haram juga bagi seorang perempuan melihatnya (yakni perempuan melihat laki-laki). MUROHIQ/REMAJA DALAM HUKUM, SAMA SEPERTI LAKI-LAKI, MAKA WAJIB BAGI WALINYA UNTUK MENCEGAH MELIHAT WANITA LAIN DAN WAJIB MEMBUAT PENUTUP BAGI MUROHIQ. Seorang pemuda yang cantik wajahnya sama hukumnya dengan wanita jika berada di dalam rumah. Keharaman hukum itu tertulis dalam kitab NIHAYAH karangan SYEIKH MUHAMMAD AL MISHRIY.

Bersambung Ke bagian 3 di: alfattahpule.com/menuju-rumah-tangga-sakinah-bag-3/

 Wallohu a’lam

Administrator Al Fattah Com

Gubug Sederhana Pule, Selasa 14 Mei 2013

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *