MENIKAH Bagian 4

KAJIAN HARI JUM’AT

السلاح في بيان النكاح

تأليف
العلامة الشيخ محمد خليل بن عبد اللطيف البنكلاني

بالمعهد الإسلامي السلفي نور الخليل

دمعان بارات بانكلان مادورا

ASSILAAKH FII BAYANIN NIKAAH

(Pedang. Tentang Penjelasan Nikah)

Karya: Al Allamah Assyaikh Muhammad Kholil Bin Abdillathif Al Bankalani

(Mbah yai kholil mbangkalan)

Penterjemah: Administrator PP. Al Fattah Pule

Bagian ke 4

(menjelaskan shighot, ijab dan qobul)

 

س: ما الصيغة؟

ج: الصيغة هى الإيجاب والقبول فالإيجاب قول الولى أنكحتك بنتى فلانة بمهرريالين مثلا، والقبول قول الزوج قبلت نكاحها بالمهر المذكور.

 

Soal: Apakah yang di namakan dengan shighot ?

Jawab: Yang dikehendaki dengan shighot adalah ijab dan qobul dalam pernikahan, ijab, sebagaimana perkataan wali “saya menikahkan kamu dengan binti fulanah dengan mahar 2 real“. Sedangkan qobul, seperti perkataan calon suami “saya menerima nikahnya perempuan tersebut dengan mahar yang telah disebutkan“.

 

س: كم شروط الإيجاب؟

ج: شروط الإيجاب اثنان، ان يكون بلفظ انكاح او تزويج. ولا يصح بلفظ اباحة او بيع اونحومها. وان يكون من الولى او وكيله، ولا يصح من غيرهما.

 

Soal: Berapakah syarat ijab?

Jawab: Syarat ijab ada 2:

  • Pertama: dengan menggunakan lafadz انكاح (menikahkan), atau dengan lafadz تزويج (menikahkan), tidak sah dengan menggunakan lafadz اباحة  (memperbolehkan), atau بيع (menjual), atau dengan lafadz yang sama dengan kedua lafadz diatas.
  • Kedua: Lafadz tersebut keluar dari wali mempelai perempuan atau wakil dari wali, tidak diperbolehkan dari selain dua orang tersebut.

 

س: كم شروط القبول؟

ج: شروط القبول اربعة، ان يكون متفقا بالإيجاب، فلو قال الولى زوجتك هندا فقال الزوج قبلت تزويج دعد، لم يصح. وان يكون متصلا بالإيجاب، وان لايحصل بينهما فصل طويل او كلام اجنبى وان يكون من الزوج او وكيله.

 

Soal: Berapakah syarat qobul?

Jawab: Syarat-syarat qobul dalam pernikahan ada empat:

  • Pertama: Kesesuaian antara qobul dan ijab, apabila si wali mengatakan “aku menikahkanmu dengan Hindun”, kemudian si calon suami berkata “aku menerima nikahnya Da’dun”. Maka pernikahannya tidak sah;
  • Kedua: Jawaban dari ijab harus muttasil (tidak ada perkataan yang memisahkan diantara keduanya);
  • Ketiga: Tidak adanya pemisah yang lama diantara ijab dan qobul, atau dengan perkataan yang lain;
  • Keempat: Lafadz qobul harus keluar dari mempelai pria atau wakilnya.

Bersambung ke bagian 5, Insya Alloh…

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Jum’at. 31 Mei 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *