MENIKAH Bagian 3

KAJIAN HARI JUM’AT

ASSILAAKH FII BAYANIN NIKAAH
(Pedang. Tentang Penjelasan Nikah)
Karya: Al Allamah Assyaikh Muhammad Kholil Bin Abdillathif Al Bankalani
(Mbah yai kholil mbangkalan)
Penterjemah: Administrator FB PP. Al Fattah Pule
Bagian 3

Pengertian Wali Dan Saksi Dalam Pernikahan
Percetakan: Ma’had Islami as Salafi Nurul Kholil Bangkalan Hal: 6-7

(Syarat Wali Dalam Pernikahan)

س: كم شروط الولى؟
ج: شروط الولى خمسة, أن يكون ذكرا مسلما وان يكون عادلا وان يكون عاقلا وان يكون بالغا وان يكون مختارا

Soal: berapakah syarat menjadi seorang wali?
Jawab: syarat menjadi seorang wali dalam pernikahan, ada lima:
1. Laki-laki muslim
2. Mempunyai sifat adil
3. Berakal
4. Baligh
5. Tidak dalam keadaan terpaksa

(Siapakah Wali Dalam Pernikahan)

س: من الولى؟
ج: الولى ابو المرأة فجدها فاخوها من الأب والأم, فاخوها من الأب فبنوهما, كذلك فعمها لأبوين ثم بنوهما كذلك ثم الحاكم ولا ولاية للأبعد مع وجود الأقرب.

(تنبيه) يجوز للولى, ان يتولى بنفسه او يوكل غيره ممن اتصف بصفة الولاية.

Soal: siapakah wali dalam pernikahan?
Jawab: Wali, dalam permasalah pernikahan adalah:
1. Bapak mempelai perempuan
2. Kemudian, Kakek mempelai perempuan
3. Kemudian, Saudara laki-lakinya dari ayah dan ibu
4. Kemudian, Saudara laki-laki dari ayah
5. Kemudian, Anak laki-laki dari saudara seayah dan ibu
6. Kemudian, Paman se-ayah dan ibu
7. Kemudian, Anak laki-laki dari paman se-ayah dan ibu
8. Kemudian, Wali Hakim
9. Tidak diperbolehkan untuk menjadikan seorang wali dari saudara yang jauh dalam urutan nasab, ketika ada saudara yang lebih dekat.

Pepiling:
Diperbolehkan bagi seorang wali (ayah, semisal-red), untuk menjadi seorang wali bagi dirinya sendiri, atau mewakilkan kepada orang lain, yaitu dari orang-orang yang mempunyai sifat sebagai seorang wali.

(Syarat Saksi Nikah)

س: كم شورط الشاهدين؟
ج: شروطهما كشروط الولى, الا انه يشترط ان يكون سمعين بصرين. ولا يشترط فى الولى ان يكون سميعا بصيرا, فيجوز ان يكون اعمى واصم.
(تنبيه) يشترط لكل ان يكون ناطقا وان يكون حرا.

Soal: Berapakah syaratnya dua saksi dalam pernikahan?
Jawab: Syarat dua saksi dalam pernikahan, sebagaimana syaratnya menjadi wali, kecuali bagi dua saksi tersebut keduanya harus bisa mendengar dan melihat, sedangkan bagi wali tidak disyaratkan hal tersebut. Maka diperbolehkan bagi orang buta dan bisu untuk menjadi wali nikah.

Pepiling:
Disyaratkan bagi semuanya untuk bisa berbicara dan orang yang merdeka (bukan budak).
Bersambung ke bagian 4 Insya Allah….

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Jum’at. 23 Mei 2013

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.