Memuji dan metode memarahi anak menurut Imam Ghazali Rahimahullah:

“Apabila anak menunjukkan akhlaq yg baik dan pekerjaan yg terpuji. Seyogjanya ia di mulyakan dan di beri balasan dgn hadiah yg menyenangkannya serta di puji di hadapan khalayak.

Namun, andai sekali tempo ia berbuat kebalikannya (berbuat jelek). Seyogianya melupakan kesalahannya. (Kalau ia menyembunyikannya,) maka jangan rusak dan menyebarkannya. agar anak lain tidak mencontohnya. Terlebih jika si anak Berusaha menutupinya. Karena, apabila sang ayah menyebarkannya kadang malah si anak semakin bandel, hingga ia tidak perduli kejelekannya disebar.

Lalu, ketika ia mengulangi perbuatannya kedua kali. Seyogianya dihukum sembunyi2, menganggapnya hal besar dan dikatakan padanya, “Awas kalau kau mengulangi hal ini lagi!!”. Kalau dia tetap membandel, marahilah di hadapan manusia.

Jangan terlalu banyak bicara waktu memarahinya di setiap waktu (kadang2 saja banyak bicara waktu memarahinya). Karena hal itu bisa membuatnya gampang mendengarkan cacian (yg keluar dari mulut ayahnya: dan hal ini sangat tidak dianjurkan), melakukan hal2 jelek dan sulit memasukkan nasehat ke dalam hatinya.

Dan seyogyanya Ayah menjaga gaya bicaranya waktu bersama dengannya, Jangan sering memarahinya. Dan ibu menakut-nakutinya dengan ayahnya serta mencegahnya melakukan keburukan,,,,”

#Ngaji Mauidlotul Mukminin.
——
Admin Web/Fb Alfattah.
Jum’ah Almubaarakah.
Semoga bermanfaat dan kita bisa melaksanakannya.
Wallahu a’lam bisShawaab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *