Membina Rumah Tangga Sakinah Bag. 9

KAJIAN HARI SELASA

MENUJU RUMAH TANGGA SAKINAH

 UQUDULLIJEIN

(Untaian Kalung Perak)

KARYA: SYAIKH NAWAWI AL BANTANI AL JAWI

Penterjemah: Ngir Nini Aknah. Mlorah Rejoso Nganjuk Jawa Timur. Siswi Kelas IIITsanawiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 9…

Menjelaskan tentang menjaga Rumah Tangga dari Siksa Neraka

 

Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra. Bawa Nabi Muhammad Saw bersabda :

كلكم راع ومسؤل عن رعيته, فالإمام راع ومسؤل عن رعيته، والرجل راع أهله ومسؤل عن رعيته, والمرأة راعية في بيت زوجها ومسؤلة عن رعيتها, والخادم راع في مال سيده ومسؤل عن رعيته, والرجل راع في مال أبيه ومسؤل عن رعيته فكلكم راع وكلكم مسؤل عن رعيته.

“Setiap orang diantara kamu adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, seorang imam adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang suami menjadi pemimpin dalam keluarga dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang istri menjadi pemimpin rumahtangga dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang pelayan adalah pemimpin harta tuannya dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang anak menjadi pemimpin harta orang tuanya dan akan dimimta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Jadi setiap kamu adalah pemimpin dan bertanggungjawab atas kepemimpinannya.”

 

Maksudnya, setiap orang dipercaya untuk berlaku baik pada apa yang diamanatkan kepadanya. Maka setiap orang dituntut untuk berlaku adil dan dapat mengurus kemaslahatan yang dipercayakan kepadanya.

 

Yang dimaksud pertanggungjawaban kepemimpinan adalah bahwa di akhirat kelak setiap orang akan diminta pertangungjawaban atas apa yang dipimpinnya. Jika ia memenuhi apa yang menjadi kewajibannya dalam memimpin atau memelihara, maka ia akan memperoleh bagian yang sempurna. Jika tidak dapat memenuhi, maka ia akan dituntut pertanggungjawaban oleh orang-orang yang dipimpinnya.

 

Pemimpin tertinggi atau wakilnya adalah orang yang memimpin dan menjaga serta menguasai rakyatnya. Ia akan diminta pertanggungjawaban dalam memimpin rakyaknya, apakah ia dapat menjaga hak-hak mereka atau tidak.

 

Seorang suami menjadi pemimpin keluarga, istri dan anak-anaknya. Ia akan diminta pertanggungjawaban atas keluarganya, apakah memenuhi hak-hak mereka atau tidak, seperti memberi pakaian, nafkah dan lain sebagainya serta mempergauli mereka dengan baik.

 

Seorang istri menjadi pemimpin di rumah suaminya. Ia harus dapat mengatur kehidupan keluarga dengan baik, mengingatkan suami, dan anak-anaknya. Istri juga akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya, apakah melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya atau tidak.

 

Seorang pelayan harus menjaga dan mengurus harta tuannya dengan baik. Pelayan juga akan diminta pertanggungjawaban atas tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya.

 

Seorang anak harus menjaga harta ayahnya dan mengaturnya dengan baik. Anak juga akan diminta pertanggungajawaban atas tugas-tugas tersebut.

Jadi, setiap kamu akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Termasuk di sini adalah orang yang hidup sendiri tanpa istri dan tanpa pelayan. Ia adalah pemimpin terhadap organ tubuhnya untuk melaksanakan segala apa yang diperintahkan dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Nabi Muhammmad Saw bersabda:

 

الله الله في النساء, فإنهن أمانات عندكم, فمن لم يأمر امرأته بالصلاة ولم يعلمها فقد خان الله ورسوله.

 

“Takutlah kepada Allah takutlah kepada Allah dalam urusan wanita karena mereka adalah amanat Allah yang diberikan kepadamu. Barang siapa yang tidak memerintahkan istrinya untuk salat, tidak mengajarkan mereka (urusan agama), maka ia benar-benar telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.”

 

Ada tiga hal yang diwasiatkan Rasulullah Saw dengan lisannya yang kurang jelas dan samar. Beliau bersabda:

 

الصلاة الصلاة وما ملكت أيمانكم لاتكلفوهم ما لايطيقون, الله الله في النساء فإنهن عوان أخذتموهن بأمانة الله واستحللتم فروجهن بكلمة الله.

 

“Jagalah salat…salat! Begitu pula hamba sahayamu. Janganlah kalian membebani mereka diluar kemampuan. Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah dalam urusan wanita, karena mereka adalah tawanan yang kamu ambil dengan amanat dari Allah dan kalian menghalalkan kemaluan mereka dengan amanat Allah.”

 

Allah SWT berfirman dalam surat Thâha :

 وأمر أهلك بالصلاة

 “Dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk mendirikan salat.”

 (QS. Thâha: 132)

 

Maksudnya adalah perintahkanlah penghuni rumahmu dan para pengikut agamamu untuk mendirikan salat lima waktu.

 

Diriwayatkan dari Nabi Saw bahwa beliau bersabda:

 

لايلقي الله سبحانه وتعالي أحد بذنب أعظم من جهالة أهله

 

“Tak seorangpun yang menghadap Allah dengan membawa dosa yang lebih besar daripada kebodohan keluarganya.”

 

Dalam kitab al-Jawahir karya Abu al-Laits as-Samarqandi, disebutkan bahwa yang pertama kali membebani seseorang pada hari kiamat adalah istri dan anak-anaknya. Mereka berkata: “Wahai tuhan kami..! Ambillah hak kami dari orang ini, kerena sesungguhnya dia tidak mengajarkan tentang urusan agama kepada kami. Ia memberi makan kepada kami berupa makanan dari hasil yang haram, sedangkan kami tidak mengetahui”, kemudian orang itu disiksa sehingga terkelupas dagingnya dan akhirnya diseret ke neraka.

Bersambung ke bagian 10… Insya Alloh

Wallohua’lam bisshowab

Administrator

 Gubug Pule, 30 Juli 2013 M

 

1 thought on “Membina Rumah Tangga Sakinah Bag. 9

    Lasykar

    (Juli 30, 2013 - 16:23)

    Mantaabb…. yang dinanti-nanti muncul juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *