Mayit Kadang Ada/Bisa Mendengar Kita:

Imam Muslim meriwayatkan: Sungguh sewaktu baginda Nabi berada di tanah perkebunan milik Bani Najjar. menaiki Bighol/baghal (persilangan kuda betina dan keledai jantan) miliknya. Tiba-tiba binatang itu terperanjat kaget dan hampir saja beliau terjatuh. Ternyata binatang itu berhenti di dekat beberapa kuburan. Beliau lalu bertanya:

“Siapa yang tahu penghuni kubur-kubur ini?”

“Saya”. Jawab Seorang sahabat.

“Kapan mereka mati?”

“Mereka mati pada zaman jahiliah”.

Kemudian Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallma bersabda:

“Sesungguhnya umat ini akan diuji dalam kuburnya. Seandainya kalian tidak saling menguburkan, niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar Dia membuat kalian mendengar siksa kubur seperti yang aku dengar.”

 

——–

Imam Muslim Meriwayatkan: “Sungguh… Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dihadapan para jasad Musyrikin yang mati waktu perang Badar. Kemudian beliau bersabda:

“Wahai fulan ibnu fulan!. wahai fulan ibnu fulan!. Bukankah kalian menemukan bahwa janji Allah dan Rasulnya benar? Karena aku sungguh telah mendapatkan janji Tuhanku terhadapku benar adanya.” (yakni mengetahui akan kematian mereka di medan perang)

Sayyidina Umar ibnu Khotthob bertanya:

“Wahai Rasulullah!, Bagaimana engkau bisa berbicara pada jasad-jasad tak bernyawa?

“Demi Dzat yang nyawaku berada di tangannya. Kalian tidak lebih mampu mendengar terhadap ucapanku dari pada mereka. Namun mereka tidak mampu menjawab pertanyaan kalia semua”

Kemudian Nabi menyuruh para sahabat untuk memasukkan jasad-jasar tersebut ke dalam Qaliibi badrin (sumur tua Badr).

 

DALAM HADIST MARFU’ YANG DI SAHIHKAN OLEH IMAM ABDUL HAQ:

“Tiada seseorang yang melewati kubur saudara mukminnya yang ia kenal di dunia, kemudian ia mengucapkan salam padanya. Kecuali saudaranya yang telah meninggal tersebut menjawab salamnya”.

 

——–

MENYIKAPI DUA HADIST YANG SEAKAN BERTENTANGAN DIATAS

 

*** Imam Al Qurthubi Rahimahullah berkata:

قال الإمام القرطبي رحمه الله: وأما قوله تعالى (إنك لا تسمع الموتى) وقوله (وما أنت بمسمع من في القبور) فمحمول على أن ذلك في بعض الأوقات دون بعض.

“Sedangkan Firman Allah:

إنك لا تسمع الموتى

Artinya: “Sesungguhnya kamu tak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar.” (QS. An-Naml: 80)

وما أنت بمسمع من في القبور

Artinya: “Dan kamu sekali-kali tak sanggup menjadikan orang yang di dalam kubur dapat mendengar.” (QS. Faathir: 22)

Diarahkan PADA SEBAGIAN WAKTU, BUKAN WAKTU YANG LAIN (Sekali tempo mendengar, sekali tempo tidak mendengar: Pent)”.

 

*** Sebagian Ulama berkata:

وقال بعضهم: في بعض الأشخاص دون بعض. جمعا بين الأيات والأخبار

“Diarahkan HANYA PADA SEBAGIAN ORANG-ORANG YANG KHUSUS BUKAN LAINNYA (Hanya orang khusus yang mendapat Izin Allah saja yang mendengarnya: pent). Karena men-jami’kan/mensinkronkan antara Ayat-ayat dan hadist-hadist”.

———-

MUKHTASOR TADZKIROTUL QURTHUBI Hal: 38-39

Syaikh Abdul Wahhab As Sya’roniy AsSyafi’I AsSyadziliy AsShufi. 898 H. s/d 973 H.

CET: Dar el Ihyaa el Kutub el ‘arabiyyah Indonesia

M. Robert Azmi Al Adzim. Wisma Pule-Pelem

Dengan Sedikit penyesuaian Bahasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.