Khusyu’ Yang Akan Hilang

Imam ‘Ubadah bin Shomith berkata:

“Kalau engkau menghendaki, akan aku ceritakan pada kalian; BAHWA ILMU YANG AKAN PERTAMA HILANG ADALAH KHUSYU’. Suatu ketika, engkau akan memasuki sebuah masjid yang melakukan sholat Jamaah. Namun, tidak akan engkau temukan satupun lelaki berjamaah yang khusyu’”.

Sejenak berfikir bahwa nasehat yang disampaikan oleh Imam ‘Ubadah diatas tampaknya telah mulai terjadi di sekeliling kita.

Berbicara tentang hilangnya khusyu’, sepertinya hal tersebut sudah nyata adanya. Sering saya memperhatikan orang-orang yang sedang sholat berjamaah di masjid. Ditengah-tengah waktu sholat, tiba-tiba ada suara handphone berbunyi berkali-kali. Entah itu sms, bbm atau bahkan telpon dengan nada dering yang cukup keras dan lamaaa sekali.

Setelah imam mengucap salam tanda sholat telah usai, jamaah lain masih khusyu’ berdzikir, tetapi tidak kalah banyaknya yang langsung mengambil HP dan sibuk membaca sms, bbm bahkan langsung update status untuk woro-woro kepada seluruh dunia bahwa dia sudah sholat. Terkadang saya berfikir, mungkin beliau-beliau itu sedang mengirimkan doa dan berdzikir melalui sms..Hmm..

Sering sekali saya terdiam disudut masjid dan melihat tingkah laku jamaah. Yang terlihat tertunduk khusyu’ berdzikir, membaca istighfar mungkin hanya beberapa orang dan mereka adalah para sesepuh yang mungkin sisa hari-hari mereka hanya diisi dengan menambah bekal menuju akhirat dengan tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.

Sembari berdoa dalam hati, “Ya Allah semoga istighfar, dzikir dan doa segelintir orang yang masih tertunduk khusyu’ itu menghadirkan rahmat dan ampunanMu untuk kami semua yang berada disini…”.

Pernahkah bertanya kepada diri sendiri, berapa jam kita sanggup duduk membaca kitab suci Al Quran?

Mungkin baru satu halaman saja, mata sudah berat dan otomatis ngantuk. Atau bahkan baru membaca setengah halaman HP disebelah kita sudah berbunyi dan kitapun reflek, melirik HP dan menghentikan bacaan Al Quran kita.

Tetapi sadarkah kita bahwa mata kita tidak akan terasa berat sama sekali ketika harus duduk ber jam-jam untuk main internet, game, update status di jejaring sosial atau apapun itu. Otak kita sudah mengalami gangguan konsentrasi.

Rasanya teknologi yang ada disekitar kita terkadang menjadi racun bagi diri kita sendiri, ketika kita tidak bisa memanfaatkannya dengan baik. Sebuah bencana bagi kita ketika update status menjadi lebih menyenangkan daripada membaca Al Quran.

Maka benar adanya apa yang telah disampaikan oleh Imam Qurthubi Rahimahullah:

“Kemudian setelah hilangnya ilmu dari hati. Tulisan Al Qur’an akan lenyap di muka bumi ini. Sehingga satu ayatpun tiada akan tersisa”.

Semoga kita tidak menjadi orang-orang yang terlena.

~Zoel Auliya~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *