Keyakinan Kita tentang Ayah Bunda Nabi

Bab yang menjelaskan hal-hal yang bisa mengingatkan mati, akhirah dan “Topo Ndunyo” -serta perihal keyakinan kita tentang Ayah Bunda Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam-

 

MUKHTASOR TADZKIROTUL QURTHUBI

Syaikh’Abdul Wahhab As Sya’roni

CET: Dar el Ihyaa el Kutub el ‘arabiyyah Indonesia hal 5 dan 6

 

Imam Muslim meriwayatkan Dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu: “Sungguh beliau Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam berziarah ke makam ibunya dan beliau menangis. Begitupula orang-orang yang berada di sekitarnya ikut menangis. Kemudian, beliau berkata: Aku meminta idzin kepada Tuhanku supaya aku bisa memintakan ampunan untuknya. Namun aku tidak diidzinkan oleh-Nya. Terus aku meminta idzin kepada-Nya supaya aku bisa menziarahinya. Kemudian, Dia mengidzinkan aku untuk menziarahi ibuku. Berziarahlah ke makam-makam!! Karena, berziarah itu dapat mengingatkan mati”.

 

Sampai perkataan….

 

Sebagian ‘arifiin berkata: Apabila salah satu dari orang mati mengalami cobaan di alam kubur. Kemudian ada seseorang yang menziarahinya. Maka, Allah ‘Azza Wa Jalla akan memberikan syafaat setelah sang peziarah tersebut pergi. Dan orang itu akan menemukan tanda-tanda di terimanya do’a.

 

Seperti halnya waktu Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam menziarahi makam Ayah-Bundanya, DAN BELIAU MEMINTA KEPADA ALLAH TA’ALA UNTUK MENGHIDUPKAN KEDUANYA SAMPAI MEREKA BERIMAN DENGAN NABI SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM. Nabi melaksanakan hal tersebut, karena kedua orantua beliau meninggal dalam masa Fatrah (masa kekosongan atau vakum antara dua kenabian). Permintaan tersebut sesuai dengan sifat sempurna kedua orang tua Nabi. Sehingga, seakan-akan beliau berdua menjumpai masa terutusnya baginda Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam. Dan keduanya -menyatakan- Iman dengan Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam.

 

Begitu juga, Imam Salmah bin Sa’id Al Ju’fi Rodliyallahu ‘anhu bertutur: “Sungguh Allah Ta’ala MENGHIDUPKAN UNTUK NABI SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM, PAMAN BELIAU ABU THAALIB DAN BELIAU JUGA BERIMAN DENGAN NABI SHOLLALLAAHU ‘ALAIHI WA SALLAM”.

 

Karomah dan Mu’jizat Nabi Shollallaahu ‘alaihi wa sallam melebihi dari semua itu.

 

Syaikhuna Al Khaafidz Jalaluddin As Suyuti benar-benar mengarang banyak sekali karangan yang menjelaskan tentang hal diatas. Dan apa yang di uraikan oleh Imam Suyuthi mendapat apresiasi 12 Hafidz/Ulama yang hafal 100 ribu Hadist. Semuanya setuju dengan pendapat Imam Suyuthi. INILAH KEYAKINAN KITA YANG ALLAH TA’ALA TANCAPKAN PADA KITA INSYA ALLAH TA’ALA. WALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIN….

1 thought on “Keyakinan Kita tentang Ayah Bunda Nabi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.