KEUTAMAAN PUASA RAJAB

Imam IBNU HAJAR AL HAITAMI-Ulama Fenomenal Madzhab Syafi’i-

(Di tengah khilafiyyah ulama. Semoga kita dewasa men-sikapinya amin…)

 

فتاوي الكبري 2 ص : 68

( وسئل ) فسح الله في مدته عن فقيه يحدث أن صوم يوم الاثنين والخميس مستحب وأن صوم رجب مستحب وصوم باقي الأشهر الحرم أيضا مستحب وأنه المشهور في الكتب فحدث فقيه آخر أن صوم الاثنين والخميس ورجب غير مستحب ونهى الناس عن صومه فمن الناس من ترك الصوم لأجل نهيه ومن الناس من يصوم الاثنين والخميس من رجب والناهي عن الصوم مستدل بما ذكره الحليمي في منهاجه من الصوم المكروه اعتياد يوم بعينه كالاثنين والخميس وذكر عن ابن عباس أنه سئل عن صومها فقال أكره أن نوقت عليك يوما تصومه وعن عمران بن الحصين لا تجعل عليك يوما حتما وعن أنس إياك أن تكون اثنينيا أو خميسيا أو رجبيا قال وكان مجاهد يصومهما ثم تركه ووجه الكراهة أن تخصيص يوم أو شهر بالصوم دائما تشبيه برمضان ولا ينبغي أن يشبه به ما لم يشبه الله به ا هـ قال الأذرعي في التوسط وما قاله الحليمي غريب ا هـ فما الصحيح عندكم بينوه لنا واضحا وابسطوا لنا الجواب عن ذلك فالحاجة داعية إلى ذلك . ( فأجاب ) رضي الله عنه  بأن الصواب مع القائل باستحباب صوم يوم الاثنين والخميس ورجب وباقي الأشهر الحرم ومن قال إن ذلك غير مستحب ونهى الناس عن صومه فهو مخطئ بل وآثم لأن غاية أمره أنه عامي والعامي لا يجوز له تقليد الأقوال الضعيفة والأخذ بقضيتها وقد اتفق أئمتنا على ضعف مقالة الحليمي المذكورة في السؤال بل على غرابتها وشذوذها وأنها منابذة للسنة الصحيحة كما يعلم من بسط أحواله صلى الله عليه وسلم في صيامه

{(Imam IBNU HAJAR Rodliallohu ‘anhu) di Tanya (tentang masalah)} semoga Alloh meluaskan waktunya. Dari faqih (ulama Ahli Fiqh) yang berkata: “BAHWA PUASA HARI SENIN DAN KAMIS MUSTAHAB/DISUNNAHKAN SERTA PUASA RAJAB DI SUNNAHKAN BEGITU PULA PUASA BULAN-BULAN MULIAPUN JUGA DI SUNNAHKAN. ITU ADALAH PENDAPAT YANG MASYHUR DI DALAM KITAB-KITAB”.

 

Kemudian ada Faqih lain yang berkata: “Sesungguhnya puasa senin, kamis dan rajab tidak di sunnahkan. Dan ia mencegah manusia untuk melaksanakannya. Maka sebagian manusia ada yang meninggalkan puasa karena larangannya, dan sebagian lagi tetap berpuasa senin kamis dan rajab.

 

Ulama yang melarang bertendensikan pada Imam Khalimiy dalam kitab Manhajnya yakni: “Sebagian dari puasa yang di Makruhkan adalah membiasakan puasa di hari tertentu, seperti senin dan kamis”.

Dan di tuturkan dari sahabat Ibnu Abbas waktu beliau di Tanya tentang puasa-puasa itu. Beliau menjawab: “Aku tidak menyukai menentukan hari puasa bagi kalian”.

Dari Imam Imron bin Khissyin: “Jangan jadikan hari kalian sebagai kewajiban”.

Dari Sahabat Anas: “Takutlah kalian menjadi orang yang (mengharuskan) puasa senin, kamis atau Rajab”.

Dulu Imam Mujahid melaksanakan puasa senin-kamis, kemudian meninggalkannya.

 

Esensi dari kemakruhan tersebut adalah sesungguhnya menentukan hari atau bulan dengan puasa selamannya, sama halnya dengan menyerupakan bulan Ramadhan. Dan tidak seyogyanya menyerupakan sesuatu yang Alloh tidak menyerupakannya.

 

Imam Adzroi dalam kitab tawassuthnya mengatakan: “APA YANG IMAM KHALIMI KATAKAN ADALAH QOUL GHORIB (PENDAPAT YANG ANEH)”.

 

Apa yang benar menurut anda (IMAM IBNU HAJAR)? Jelaskanlah pada kami secara gamblang. Dan beberkanlah jawaban bagi kami tentang hal tersebut. Karena (kami) membutuhkannya.

 

{IMAM IBNU HAJAR menjawab} semoga Alloh meridloinya. BAHWASANYA YANG BENAR ADALAH MENGIKUTI PENDAPAT ORANG YANG MENGATAKAN SUNNAH PUASA HARI SENIN, KAMIS, RAJAB DAN BULAN-BULAN YANG DI MULYAKAN. Dan orang yang mengatakan puasa-puasa tersebut tidak di sunnahkan dan melarang manusia melaksanakan puasa tersebut, adalah ORANG YANG KELIRU DAN BERDOSA. KARENA TITIK AKHIR DARI FATWA INI ADALAH ORANG AWAM, SEDANGKAN ORANG AWAM TIDAK BOLEH MENGIKUTI PENDAPAT-PENDAPAT YANG LEMAH, DAN TIDAK BOLEH MENGAMBIL HUKUM DARI PENDAPAT-PENDAPAT LEMAH TERSEBUT.

 

SUNGGUH IMAM-IMAM KITA BERSEPAKAT ATAS LEMAHNYA PENDAPAT IMAM KHALIMIY yang di jelaskan dalam pertanyaan. Bahkan (tidak boleh mengikuti) karena keanehan (ghorib) dan keluar dari dalil umum (syadz) pendapat tersebut.

 

KARENA PUASA-PUASA TERSEBUT MENGESAMPINGKAN SUNNAH SHOHIHAH (keseharian Nabi SAW. yang sebenar) seperti yang di ketahui dalam PEMBEBERAN TINDAKAN BELIAU NABI SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM.

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Sabtu. 11 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *