Keutamaan Puasa Di Bulan Dzulhijjah

Oleh : M. Khirza Atiqurrahman.

Diceritakan dari Syaikh Sufyan as-tsauri. Sungguh Beliau pernah berkata: Ketika saya mengitari makam-makam orang muslim di kota Basrah pada malam malam Dzulhijjah, tiba-tiba ada cahaya yang terpancar dari dalam kuburan seorang dari laki-laki. Maka akupun berhenti sambil berpikir dan pada saat itu juga ada suara yang kuat (keras) berkata: Ya… Sufyan lakukanlah puasa di bulan Dzulhijjah, niscaya kamu akan diberi cahaya seperti ini kelak. (زبدة الواعظين)

Tentang keutamaan puasa di 10 hari awal bulan dzulhijjah, diriwayatkan dari Sayyidina Ibnu Abbas Radliyallahu anhu, dari Baginda Nabi Nabi Shallallahu Alayhi Wasallama, bahwa sesungguhnya beliau bersabda: “Hari ketika Allah mengampuni Nabi Adam AS., adalah hari pertama bulan Dzulhijjah. Barangsiapa berpuasa pada hari itu maka Allah mengampuni segala dosanya (Selain dosa besar dan yang ada kaitan dengan hak Adami).

Pada hari kedua, Allah telah mengabulkan doa Nabi Yunus Alayhis-Salaam dan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu maka seperti orang yang beribadah kepada Allah Ta’aala selama satu tahun serta tidak mendurhakai Allah dalam ibadahnya meskipun sekejap mata.

Pada hari ketiga, Allah Ta’ala telah mengabulkan doa Nabi Zakariya AS. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka Allah mengabulkan doanya.

Pada Hari keempat, hari dimana Nabi Isa AS. dilahirkan. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka Allah menghilangkan kesusahannya dan kefakirannya, dan dia besok pada hari qiyamat bersama dengan orang-orang yang baik-baik dan yang mulia.

Pada Hari kelima, hari dimana Nabi Musa AS. dilahirkan. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka dia bebas dari kemunafikan atau dari siksa kubur.

Pada hari keenam, Allah Ta’aala membuka kebaikan untuk Nabi-Nya. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka Allah memperhatikan kepadanya dengan kasih sayang dan dia tidak akan disiksa setelah itu selamanya.

Pada Hari ketujuh, semua pintu-pintu Neraka Jahanam ditutup dan tidak dibuka sehingga terlewati sepuluh hari itu. Barangsiapa berpuasa pada hari itu, maka Allah akan menghindarkan dari padanya tiga puluh pintu kesusahan dan membukakan baginya tiga puluh pintu kemudahan.

Pada Hari kedelapan, dinamakan hari Tarwiyah. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, maka dia diberi pahala yang hanya diketahui oleh Allah Ta’ala.

Pada hari hari kesembilan, dinamakan hari Arafah. Barangsiapa berpuasa pada hari itu maka sebagai tebusan dosanya pada tahun yang telah lewat dan yang akan datang. Dan pada hari itu juga telah diturunkan ayat :

“اليوم اكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتى”
“Pada hari ini telah kau sempurnkan bagimu akan agamamu dan aku sempurnakan pula nikmatku kepadamu”

Pada hari kesepuluh, Hari Raya idul Adhaa. Barangsiapa berkurban dengan satu qurban, maka mulai tetesan darah yang terjatuh ketanah, Allah mengampuni semua dosanya dan dosa-dosa keluarganya. Dan barangsiapa memberi makan orang mukmin atau bersedekah dengan satu pemberian, maka Allah Ta’ala membangkitkan pada hari qiyamat dengan selamat dan timbangannya pun menjadi lebih berat dari pada gunung Uhud. (مجالس).

Niat Puasa Sunnah Bulan Dzulhijjah sebagai berikut:

a. Niat Puasa Sunah Tanggal 1 – 7 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
“NAWAITU SHAUMA SYAHRI DHILHIJJATI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA”
Artinya: Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala

b. Niat Puasa Tarwiyah Tanggal 8 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ التَّرْوِيَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
“NAWAITU SHAUMAT-TARWIYATI SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA”
Artinya: Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala

c. Niat Puasa Arafah Tanggal 9 Dzulhijjah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى
“NAWAITU SHAUMA ‘AROFATA SUNNATAN LILLAAHI TA’AALA”
Artinya: Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.

Semoga bermanfaat. (admin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.