KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

(Sepuluh Awal Bulan Dzulhijjah)

 

Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Mas’ud dari Nabi Muhammad SAW, Nabi bersabda (1):

1. Hari dimana Alloh mengampuni dosa nabi adam yaitu hari pertama bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari minggu, 6 oktober 2013). Barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka Alloh akan mengampuni seluruh dosanya.

 

2. Hari kedua bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari senin, 7 oktober 2013). Yaitu hari dimana Alloh mengabulkan do’a Nabi Yunus dengan dikeluarkannya nabi yunus dari perutnya ikan. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu. Maka, pahalanya sama dengan beribadah pada Alloh selama 1 tahun tanpa pernah bermaksiat sekedip matapun.

 

3. Hari ketiga bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari selasa, 8 oktober 2013). Yaitu hari di mana Alloh mengabulkan do’a Nabi Zakaria AS. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka do’anya akan di istajabahi (di kabulkan).

 

4. Hari Keempat bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari rabu, 9 oktober 2013). Yaitu hari dilahirkanya Nabi Isa AS. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka ia akan dijauhkan dari bahaya dan fakir. Dan ia akan dikumpulkan besok pada hari kiamat bersama golongan solihin.

 

5. Hari Kelima bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari kamis, 10 oktober 2013). Yaitu hari dilahirkannya nabi musa. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka ia dibebaskan dari sifat munafik dan siksa kubur.

 

6. Hari keenam bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari jum’at, 11 oktober 2013). Yaitu hari dimana Alloh membukakan kebaikan kepada Nabinya. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka Alloh akan melihatnya dengan pandangan asih setelah itu ia tidak akan di siksa selamanya.

 

7. Hari ketujuh bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari sabtu, 12 oktober 2013). Yaitu hari ditutupnya pintu-pintu neraka jahanam dan tidak akan dibuka sampai melewati tanggal 10 Dzulhijah. Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu maka Alloh akan menutup 30 pintu kesusahannya dan membuka 30 pintu kemudahan baginya.

 

8. Hari kedelapan bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari minggu, 13 oktober 2013). Yaitu hari tarwiyah, barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka Alloh akan memberikan ganjaran yang ganjaran itu tidak ada yang tau kecuali Alloh.

 

9. Hari kesembilan bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari senin, 14 oktober 2013). Yaitu hari arofah, barang siapa yang berpuasa pada hari itu maka Alloh akan melebur dosa 1 tahun yang sudah lewat dan satu tahun yang akan datang dan pada hari ini Alloh menurunkan ayat (اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي) ayat terakhir dalam al Qur’an yang di turunkan.

 

10. Hari kesepuluh bulan Dzulhijjah (bertepatan pada hari selasa, 15 oktober 2013). Yaitu hari Adha/kurban. Barangsiapa yang berkurban pada hari ini. Maka, pada setiap tetes darah yang keluar dari hewan kurban tersebut Alloh akan mengampuni seluruh dosanya dan dosa keluarganya, dan barangsiapa yang memberi makan/sodaqoh pada orang Mu’min. Maka, Alloh akan membangkitkannya besok pada hari kiamat dalam keadan aman dan timbangan amalnya besok lebih berat dari gunung uhud.

 

DALIL SECARA FIQIH (2):

 

Sunnah Muakkad/di kuatkan puasa hari Arafah (tanggal, 9 dzulhijah) bagi selain orang yang tengah beribadah haji. Karena hal itu bisa melebur dosa selama 1 tahun yang telah berjalan dan satu tahun berikutnya, sebagaimana yang tersebut dalam hadist muslim.

Hari Arafah ialah tanggal 9 Dzulhijjah, untuk lebih berhati-hati hendaknya berpuasa pada tanggal 8 dan 9 nya. Dosa yang dilebur adalah dosa-dosa kecil yang tidak ada sangkut pautnya dengan hak-hak adam. Sebab dosa besar bisa dilebur hanya dengan taubat yang sah. Sedangkan hak Adam terserah pada kerelaan yang bersangkuatan sendiri. Jikalau tidak punya dosa kecil. Maka, kebajikan-kebajikannya di tambah.

Sunnah muakkad pada tanggal 8 Dzulhijjah (hari tarwiyah), sebagaimana Hadist Sahih yang menunjukkan bahwa 10 bulan Dzulhijjah lebih afdhol dari pada 10 hari yang akhir di bulan romadhon (3).

 

والله أعلم بالصواب

 

———–

(1) DzurrotunNaasihiin Hal 267-268 dan Tafsir ibnu katsir juz 4 surat al-fajr, page 563, penerbit darusalam Riyadh

(2) Fathal Muin hal 59

(3) I’anatutThaalibin Juz 2 Hal. 59

(قوله : للخبر الصحيح فيها) أي الثمانية أي صومها مع صوم العرفة وذلك الخبر هو أنه صلعم قال ما من أيام أحب الى الله أن يتعبد له فيها من عشر ذي الحجة يعدل صيام كل يوم منها بقيام كل ليلة القدر وورد أيضا أنه صلعم كان يصوم تسع ذي الحجة . إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 266

Sie pendidikan PP. AlFattah Pule Tanjunganom Nganjuk

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *