Keutamaan Belajar 2

  1.      I.     Keutamaan Belajar

       al-Qur’an:

 

قَالَ اللهُ تَعَالَى:{ وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ }

Artinya: “Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya”. {QS. Attaubah 122}

 

Al-Hadist:

 

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِىٍّ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ الْعَتَكِىُّ عَنْ أَبِى جَعْفَرٍ الرَّازِىِّ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَرْفَعْهُ.

Artinya: Dari sahabat Anas bin Malik, beliau berkata: “Rosululloh SAW., bersabda”: “Barangsiapa keluar untuk mencari ilmu, maka dia di jalan Alloh, sampai kembali”.

 

 

Atsar:

 

قال مُعَاذ رضي الله تعالى عنه: تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ, فَإِنَّ تَعَلُّمَهُ لِلَّهِ خَشْيَةٌ, وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ, وَمُذَاكَرَتَهُ تَسْبِيحٌ, وَالْبَحْثَ عَنْهُ جِهَادٌ, وَتَعْلِيمَهُ مَنْ لَا يَعْلَمُهُ صَدَقَةٌ, وَبَذْلَهُ, لِأَهْلِهِ قُرْبَةٌ.

Artinya: Sahabat Muadz RA berkata: “Belajarlah ilmu, karena dengan belajar ilmu bisa membuat takut kepada Alloh, mencari ilmu adalah ibadah, membicarakan ilmu adalah tasbih, membahas ilmu adalah jihad, mengajar ilmu pada orang yang tidak tahu adalah sedekah dan memberikan ilmu pada ahlinya adalah ibadah yang mendekatkan pada Alloh”.

قال أَبِي الدَّرْدَاءِ رضي الله تعالى عنه: مَنْ رَأَى أَنَّ الْغُدُوَّ إلَى طَلَبِ الْعِلْمِ لَيْسَ بِجِهَادٍ فَقَدْ نَقَصَ فِي رَأْيِهِ وَعَقْلِهِ.

Artinya: Sahabat Abi Darda’ RA. berkata: “Barangsiapa berkeyakinan bahwa bersegera mencari ilmu bukanlah jihad, maka pemikiran dan akalnya benar-benar berkurang”.

 

[Diambilkan dari buku Arba’in  al-Fataa PP. Al-Fattah Pule Tanjunganom ]

 

Post Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *