Jihad Dan Bekerja

Keutamaan yang saling melengkapi

———

 

Di Kisahkan oleh Imam Nafi’:

Suatu waktu ada seorang pemuda kuat yang masuk kedalam masjid sambil membawa beberapa Anak panah. kemudian ia bertanya:

“Siapakah yang bisa menolongku untuk berjihad di jalan Allah?”.

Kebetulan Khalifah Umar bin Khattab ada di antara orang-orang yang di Tanya. Langsung beliau melambaikan tangan kepada pemuda tersebut, agar duduk di sampingnya. Dan beliau bertanya pada para sahabatnya: “Siapa yang mau mempekerjakan dia untukku, di buminya?”.

“Saya, wahai Amirul Mukminin” Jawab salah satu sahabat.

“Berapa kamu membayarnya setiap bulan?”

“Kira-kira sekian”.

“pekerjakanlah dia”.

 

Berangkatlah sahabat dan pemuda itu selama satu bulan untuk bekerja. Selang beberapa waktu. Khalifah Umar bertanya pada Sahabatnya:

“Bagaimana dia?”.

“Dia pemuda yang Shalih wahai Pemimpin Mukminin”.

“Tolong panggilkan ia untukku. Dan ambilkanlah  gajinya”.

 

Setelah si pemuda datang. Khalifah Umar berkata:

“Ambillah gajimu ini. Setelah engkau mendapatkan gaji ini. Terserah padamu.  Apakah Engkau sekarang pergi berperang atau tidak”

 

———-

Lihatlah, betapa sayyidina Umar tidak langsung memberinya uang untuk pergi berperang. Namun, beliau malah menyuruh untuk BEKERJA, baru menyerahkan keputusan jihad kepadanya. Ini menunjukkan bahwa BEKERJA, tidak menggantungkan kepada orang lain SANGATLAH PENTING , walaupun untuk tujuan ibadah yang sangat mulia. Yakni; Berjihad, berperang di jalan Allah. (1)

 

Di kutip Dari Kitab Kanzul Ummaal Dengan sedikit penyesuaian bahasa

Admin Al Fattah Pule

Semoga bermanfaat

 

(1) كنز العمال – (ج 4 / ص 123)

عن نافع قال : دخل شاب قوي المسجد ، وفي يده مشاقص وهو يقول : من يعينني في سبيل الله ؟ فدعا به عمر فأتي به ، فقال : من يستأجر مني هذا ؟ يعمل في أرضه ؟ فقال رجل من الانصار : أنا يا أمير المؤمنين ، قال : بكم تأجره كل شهر ؟ قال : بكذا وكذا ، قال : خذه ، فانطلق به ، فعمل في أرض الرجل أشهرا ، ثم قال عمر للرجل ما فعل أجيرنا ؟ قال : صالح يا أمير المؤمنين ، قال : ائتني به ، وبما اجتمع له من الاجر ، فجاء به وبصرة من دراهم ، فقال ، خذ هذه ، فان شئت فالآن اغز وإن شئت فاجلس.(هب).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *