JANGANLAH MENCARI KESALAHAN ORANG LAIN

Dalil Spionase

 

——–

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 

ولا تجسسوا ولا تحسسوا

 

Dan janganlah kalian ber-Tajassus dan ber-Tahassus/mencari-cari aib orang lain” (Penggalan HR. Imam Bukhari Muslim).

 

——-

Assarkh/penjelasan:

 

Perbedaan antara Tajassus dan tahassus telah lampau pembahasannya. (Tajassus: meneliti cela manusia/meneliti hal-hal yang kasat mata, dan terlaku untuk kejelekan. Tahassus: meneliti cela dengan mendengarkan pembicaraan kaum/meneliti cela dengan melihat atau mendengar. Namun, selanjutnya Tajassus-tahassus bermakna satu, yakni: mencari-cari aib orang lain:Adabunnabawiy).

 

Al Qur’an juga benar-benar melarang Tajassus (“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yaang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah.Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” QS. al-Hujurat: 12)

 

Dan yang di kehendaki dengan hadist diatas adalah: Larangan untuk meneliti aurat/aib-aib manusia. Dan meneliti kejelekan mereka dengan berbagai jalan. Maka, cukuplah bagi kita untuk melihat “luar” manusia. Dan menyerahkan yang batin/tidak terlihat kepada Allah Ta’ala.

Hal tersebut benar. Namun, apabila TAJASSUS-TAHASSUS ADALAH JALAN SATU-SATUNYA UNTUK MENCEGAH KERUSAKAN YANG LEBIH BESAR ATAU MENGAMBIL MANFAAT YANG AGUNG. TAJASSUS-TAHASSUS/MENCARI ATAU MENELITI AIB-AIB SESEORANG BUKANLAH HAL YANG DI HARAMKAN.

 

———

Al Adabunnabawiy Hal 137. Imam Muhammad Abdul Aziz bin Ali AsSyadzili Al Khauli 1310-1349 H./1892-1931 M. (1)

Semoga Bermanfaat.

 

آداب النبوى ص:137  دار الفكر 

(1) ولا تجسسوا ولا تحسسوا: تقدم الفرق بينهما, وقد نهى القرآن على التجسس. والمراد المنع عن تتبع عورات الناس, والبحث عن مثالبهم بأى طريق فنكتفى منهم بالظاهر, ونكل إلى الله أمر الباطن. نعم لو تعين التجسس طريقا لدرء مفسدة كبيرة أولجلب مصلحة عظيمة, لم يكن محرما.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *