Jangan Melukai Hati Sendiri

Oleh: Chusnul Chotimah

 

Syaikh Fathul al-Mausuli (Mosul Iraq) bertanya: “Bukankah orang yang sakit itu ketika tidak makan dan minum serta tidak mau berobat akan mati?”.

Dan orang-orang menjawab: “Ya, benar”.

Syaikh lalu menimpali: “Itu laksana hati yang tidak Mendengarkan nasehat dan belajar ilmu selama 3 hari, maka hati pun akan mati”.

Dan ungkapan Syaikh Mosul itu benar sekali, karena makanan hati adalah ilmu dan nasehat. Keduanya adalah penghidup hati seperti halnya makanan untuk badan. Orang yang tidak belajar ilmu, niscaya hatinya sakit. Maka dapat dipastikan hatinyapun juga mati. Tetapi ia tidak merasakannya karena kecintaannya pada dunia, dan terlena olehnya menyebabkan hilangnya perasaan di hatinya. Seperti halnya rasa takut yang kadang dalam sekejap menghilangkan rasa sakit sebab terluka, walaupun luka itu benar-benar ada!

Dan ketika kematian menjemput dengan beban-beban Dunia. Barulah ia merasakan kehancuran dan kesedihan atas apa yang menimpanya, namun semuanya tidak berguna. Hal tersebut seperti orang yang sebelumnya merasakan aman dari takut kemudian ketakutannya muncul dan seperti orang yang baru tersadar dari mabuknya yang kemudian baru merasakan sakit pada luka yang dideritanya.

Kami memohon perlindungan kepada-Mu ya Allah di hari terbukanya penghalang Sungguh manusia itu seperti orang tidur dan ketika mati baru terbangun.

اللهم انا نعوذبك من يوم كشف الغطاء امين
احياء علوم الدين ص ٨-٩

Wallahu A’lam biss-Shawaab
Semoga bermanfaat.
Admin Web/FB AlFattah Pule Nganjuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.