Jangan ceritakan ini sebelum aku mati,,,, (Sebuah cerminan Tawadlu para Ulama Ahlusunnah wal Jamaah)

“Jangan ceritakan kejadian ini sampai aku mati” Dawuh mbah Yai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk tahun 80 an. Waktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang Beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga.

“Waduh gimana ini yai?” Keluh salah satu anggota rombongan.

Dengan santai Beliau berkata, “Haa,,, sana cari air di sungai,,,”

“Untuk apa?”.

“Pokoknya cari saja,,,,”.

“Injih yai,,,,”.

Setelah mendapatkan air,,, Beliau berkata, “Nohh masukkan ke tempat bensin,,,”.

“Mbah yai???!!!’.

“Masukkan sajalah,,,”.

Setelah air sungai di masukkan, “Coba, stater mobilnya,,,” kata Beliau.

Dan,,, Jrengggg,,,,, mobil langsung nyala.

****

Begitu pula Mbah Yai Chamim Jazuli, atau lebih dikenal dengan Gus Miek.

Setelah menghadiri semaan Mantab di daerah Nganjuk pada tahun 80 an juga. Beliau diantar oleh salah satu jamaahnya yg bernama Yai Faqih dengan menggunakan sepeda motor. Tapi di tengah jalan bensinnya habis.

“Kamu itu,,,, sebenarnya Ikhlas ngga sih nganterin aku?” Seloroh gus Miek. Dan di jawab dengan Nyengir khas Santri Galau. “Yaa udah,,, ayo marung saja,, itu di depan ada warung. Lha malam2 gini cari bensin kemana?”

Setelah duduk di warung, “Pesen Teh hangat tiga pak,,,” pinta Beliau.

“Kok tiga Gus? Lha satunya untuk siapa??”.

“Sudaaahhh minum saja tehmu,,,”.

“Alhamdulillah,,, dah habis gus,,,”.

“Satu yg utuh itu, bungkus saja. Ayo kita teruskan perjalanan,,,”.

Sambil bawa bungkusan plastik teh hangat, yai Musyafa’ clingak-clinguk di depan motornya. Lha gimana tidak? Motor gak bisa jalan buat apa?.

“Cepat masukkan teh hangatmu itu ke tanki motor,,,”

“Waduhhh,,, bisa protol nanti mesin motorku,,,” batin yai Faqih.

“Heiii,,, kenapa diam? Cepat masukkan,,,”.

“Njih Gus,,,”

“Sekarang stater,,,”

Dan,,,, mak Jreennggg juga,, keduanya lalu meneruskan perjalanan sampai ke ndalem Gus Miek. Alih2 mensilahkan masuk utk istirahat sebentar. Beliau malah dawuh, “Jangan di matikan mesinnya,,, langsung pulang sana. Keburu habis bengsin-bengsinannya,,,”

——
Kisah didapat Admin alFattah Pule dari Mbah Yai Baghowi (Suriah NU Nganjuk) dan Kangmas Nabhan Ibnul Qayyim (Ponaan Yai Faqih.)
Lahuma, wa lijamiil ulama wassaalihin, Alfaatihah,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *