INILAH KAMI

Semoga

——-

 

Di kisahkan, Ada seorang lelaki yang bertutur halus dan sopan di hadapan Khalifah Makmun. Karena merasa kagum dan penasaran. Beliau bertanya:

“Putra siapakah engkau?”

“Putra orang yang ber-etika wahai Pemimpin Orang Mukmin”. Jawabnya.

“Engkau Benar. Nasab itu mengikuti pada perilaku seseorang”.

 

****

Oleh karena itu. Ada sebagian ulama dan Ahli Syair yang berkata: “Seseorang akan di pandang sesuai perilakunya. Bukan dari mana ia lahir. Orang besar “ditemukan” bukan “di lahirkan””.

 

“Engkau boleh menjadi anak siapa saja. Asal engkau berusaha ber-etika. Maka, pujian yang akan kau dapatkan melebihi orang bernasab”.

 

“Sungguh, Pemuda sejati adalah yang berani berkata: INGAT INILAH AKU. Bukan yang berkata: ITULAH AYAHKU” (1)

 

(1) المستطرف في كل فن مستظرف – (ج 1 / ص 24)

وحكي أن رجلاً تكلم بين يدي المأمون فأحسن، فقال: ابن من أنت. قال: ابن الأدب يا أمير المؤمنين، قال: نعم النسب انتسبت إليه، ولهذا قيل: المرء من حيث يثبت لا من حيث ينبت، ومن يوجد لا من يولد، قال الشاعر:

كن ابن من شئت واكتسب … أدباً يغنيك محموده عن النسب

إن الفتى من يقول ها أنا ذا … ليس الفتى من يقول كان أبي

 

—–

Wallahu a’lam

Jum’ah Al Mubaarakah

Di kutip dari Kitab Al Mustathraf

Admin Web/Fb alfattahpule.com

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *