INDAHNYA BUDI PEKERTI Bag. 3

KAJIAN HARI KAMIS

TA’LIMUL MUTA’ALLIM THORIIQUT TA’ALLUM

(Mengajar Pelajar dan Metode belajar)

KARYA: SYAIKH ZARNUJI

Penterjemah: Mohammad Fahrul Fauzi. Dusun Tengger RT 4 RW 4. Desa Blongko. Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Jawa Timur.

Siswa Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 3

 

KEHARUSAN MEMPELAJARI ILMU AKHLAQ, ILMU FARDLU KIFAYAH DAN PERUMPAMAAN ILMU FARDLU ‘AIN-KIFAYAH

Percetakan: Karya Thoha Putra Semarang hal: 7-8

 

(KEHARUSAN MEMPELAJARI ILMU AKHLAQ)

(Wakadzalika Fisairil Ahlaqi …………..Ila Akhirihi)

Dan begitu juga seperti keharusan mempelajari ilmu yang berkaitan dengan hati (seperti tawakkal, pasrah pada Allah SWT, Takut kepadaNya, dan Ridlo.), sesunguhnya orang islam juga harus mengerti ilmu akhlaq/budi pekerti seperti:

  • Dermawan.
  • Kikir.
  • Takut.
  • Berani tanpa pertimbangan/al Jara-ah.
  • Sombong.
  • Rendah diri
  • Menjauh dari perkara haram
  • Berlebihan/boros
  • Irit berlebihan/at taqtiir
  • Dan lain sebagainya.

Karena sesungguhnya :

Sombong, kikir, takut, berlebihan adalah HARAM. Dan tidaklah mungkin bisa menjaga dari perkara tersebut kecuali harus mengetahunya, dan mengetahui pada perkara-perkara sebaliknya. Maka diwajibkan bagi umat Islam untuk mengetahuinya.

 

(Waqat Shonnafa Assaidul Imami…………Ila Akhirihi)

Dan sayid imam agung yang sahid, Syeikh Nasiruddin Abu Qosim, telah menyusun sebuah kitab yang disitu menerangkan tentang akhlaq. Dan kitab tersebut adalah kitab terbaik tentang akhlaq. maka bagi wajib bagi setiap orang Islam untuk menjaga akhlaq (yang tertera dalam kitab beliau syaikh).

 

(ILMU FARDLU KIFAYAH)

(Wa Amma Khifdzu Maa Yaqo’u…………Ila Akhirihi)

Adapun menjaga/mempelajari amalan agama yang dikerjakan pada saat tertentu (seperti shalat Janazah, menjenguk orang sakit dan lain-lain,) itu hukumnya fardlu dengan jalan kifayah/fardlu kifayah. Jika di suatu tempat/daerah sudah ada orang yang mempelajari ilmu tersebut, maka yang lain bebas dari kewajiban. Tapi bila di suatu daerah tak ada seorangpun yang mempelajarinya maka seluruh daerah itu berdosa. Oleh karena itu pemerintah wajib memerintahkan kepada rakyatnya agar melaksanakan fardhu kifayah tersebut. Serta Pemerintah berhak memaksa mereka untuk melaksanakannya.

 

(PERUMPAMAAN ILMU FARDLU AIN DAN KIFAYAH)

(Faqiila Bianna Ilma Maa Yaqo’u…………Ila Akhirihi)

Dikatakan bahwa mengetahui/mempelajari yang terjadi pada diri sendiri di semua keadaan (Fardlu ain), itu ibarat makanan yang pasti di butuhkan setiap orang. Sedangkan mempelajari amalan yang dikerjakan pada saat tertentu (fardhu kifayah), itu ibarat obat, yang hanya butuh pada waktu-waktu tertentu.

 

Bersambung ke bagian 4 Insya Allah….

والله أعلم بالصواب

Administrator PP. AL FATTAH PULE

Villa Pelem, Kamis 23 Mei 2013

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *