INDAHNYA BUDI PEKERTI Bag. 1 dan 2

KAJIAN HARI KAMIS

 TA’LIMUL MUTA’ALLIM THORIIQUT TA’ALLUM

(Mengajar Pelajar dan Metode belajar)

KARYA: SYAIKH ZARNUJI

Penterjemah: Mohammad Fahrul Fauzi. Dusun Tengger RT 4 RW 4. Desa Blongko. Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk. Jawa Timur.

Siswa Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 1

MUQODDIMAH DAN HASIL ILMU

(Bismillahirrohmanirrohiim…. Ila Akhirihi…)

Percetakan: Karya Thoha Putra Semarang hal: 2-4

 

Dengan Menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah yang mengutamakan anak turun Nabi Adam dengan ilmu dan amal atas seluruh alam. Semoga rahmat dan keselamatan senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhamad SAW. yang menjadi pemimpin orang arab dan non arab. Dan Semoga juga tercurahkan pada keluarga beliau serta para sahabatnya yang menjadi sumber ilmu dan beberapa hikmah.

 

(wa ba’dhu: falamma roaitu…..ila akhirihi)

Dan setelah menyebut bimillah dan hamdalah……..

Maka, ketika aku melihat banyak Pencari ilmu di dalam zaman kita yang bisa  menemukan ilmu. tapi mereka tidak sampai mendapatkan hakikat ilmu atau tidak mendapatkan manfaat dan hasil ilmu. (Adapun hasil llmu adalah mengamalkan dan menyebarkanya. Sedangkan pencari ilmu tersebut tidak mampu melaksanakanya/terhalang.) Karena sesungguhnya mereka salah dalam metode mencari ilmu dan meningalkan Syarat-syarat mencari ilmu. Padahal setiap orang yang salah jalan dalam mencari ilmu.  Maka dia akan tersesat dan tidak mendapatkan hal yang di inginkan, baik sedikit maupun banyak.

Oleh karena itu, aku ingin serta menyukai untuk memberi penjelasan pada Pencari Ilmu (menjelaskan metode mencari ilmu ) sesuai yang aku lihat Di beberapa kitab dan yang aku dengar dari guru-guruku yang mempunyai ilmu dan rahasai ilmu. Karena berharap jadi do’a buatku, dari orang-orang yang mencintai kitab ini. Dan aku berharap termasuk golongan orang-orang Ikhlas yang di selamatkan dan beruntung di hari akhir, setelah aku meminta kebaikan hal ini pada Allah Ta’ala,

 

(Wa Sammaytuhu… Ila Akhirihi)

Aku beri nama kitab ini dengan nama TA’LIMUL MUTA’ALLIM THORIIQUT TA’ALLUM (Mengajar Pelajar dan Metode belajar) dan aku jadikan beberapa fasal

  1. Menerangkan tentang ilmu fikih.
  2. Menerangkan tentang memilih ilmu,guru,teman,dan continue (istiqomah).
  3. Menerangkan tentang menghormati ilmu dan ahlinya ilmu (guru).
  4. Menerangkan tentang bersungguh-sungguh dan rutin dalam keinginan atau tujuan.
  5. Menerangkan tentang memulai belajar dan kadar dalam belajar, tertib atau urut-urut.
  6. Menerangkan tentang tawakal.
  7. Menerangkan tentang menghasilkan ilmu.
  8. Menerangkan tentang syafa’at dan nasehat.
  9. Menerangkan tentang memperoleh faidah ilmu.
  10. Menerangkan tentang menjaga diri  atau menjauhi perkara haram pada waktu belajar.
  11. Menerangkan tentang perkara yang membuat kita cepat hafal dan mudah lupa.
  12. Menerangkan tentang perkara yang medatangkan rizki, perkara yang mencegah rizki, perkara yang menambah umur dan perkara yang mengurangi umur.

Tidak ada yang menolongku, kecuali pertolongan dari Allah SWT. dan hanya kepada Allah aku berserah serta hanya kehadirat Allah-lah aku kembali.

 

Bagian 2

(faslun fi mahiyatil ilmi wal fikhi wa fadlihi)

Percetakan: Karya Thoha Putra Semarang hal: 5-7

 

FASAL INI MENERANGKAN TENTANG HAKIKAT ILMU, ILMU FIKIH DAN KEUTAMAAN ILMU FIKIH.

 

(Qoola RASULULLOH SAW……………………..ila akhirihi)

Rasululloh SAW. bersabda:

“Mencari ilmu di wajibkan bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan”.

Ketahuilah… sesungguhnya orang islam laki-laki dan perempuan tidak di wajibkan mencari semua ilmu, tetapi di wajibkan bagi setiap orang islam untuk mencari ilmu keseharian (yakni ilmu yang pasti di lakukan seseorang dalam ke seharian atau dalam keadaan hidupnya).

Seperti Ungkapan: “Ilmu yang paling utama adalah ilmu keseharian Dan amal yang paling utama adalah menjaga perbuatan”.

Dan wajib bagi orang islam, mencari ilmu yang terjadi dalam keseharianya, dalam situasi apapun. Karena setiap orang islam wajib melaksanakan sholat. Maka wajib baginya mengetahui hal yang akan terjadi pada sholatnya. Dengan kadar pengetahuan yang mengarah pada kefardluan sholat,

Serta wajib bagi orang islam untuk mengetahui dengan kadar hal yang akan mengarah ke wajib (Sarat-Rukun Sholat). Karena perkara yang di jadikan perantara untuk mengerjakan fardlu menjadi fardlu, dan perkara yang di jadikan perantara untuk mengerjakan wajib menjadi wajib.

begitu juga (wajib mengetahui Sarat-Rukun sholat) dalam puasa, zakat -apabila mempunyai harta- ,dan dalam haji -apabila wajib bagi orang tersebut-. Dan begitu juga (wajib mengetahui Sarat-Rukun sholat) di dalam jual beli -apabila muslim itu berdagang-.

 

(Qiila Li Muhammad Bin Hasan Rohmatullohi ‘Alaihi………..Ila Akhirihi)

Ada yang berkata pada Syeikh Muhammad Bin Hasan: “Kenapa engkau tidak mengarang kitab yang menerangkan zuhud?”.

Syeikh muhammad berkata: “Saya telah menyusun kitab yang menerangkan jual beli”, yakni -yang di kehendaki Syaikh-: Orang zuhud adalah seseorang yang bisa menjaga dari subhat, dan bisa menjaga dari perkara-perkara makruh pada perdagangan-perdagangan-nya.

Begitu pula disegala transaksi dan pekerjaan.

Dan setiap orang yang tersibukkan dengan hal diatas. Maka wajib mnengetahui ilmu tentang menjaga dari perkara haram. Dan begitu juga di wajib kan bagi orang islam  untuk mengetahui ilmu tentang beberapa sifat atau keadaan hati. Seperti: tawakal, pasrah atau mengembalikan semuanya kepada ALLAH SWT., takut pada ALLAH SWT. beserta ridho menerima kenyataan dari ALLAH SWT. atau ikhlas. karena hal di atas terjadi pada semua keadaan .

 

(Wa Syarooful Ilmi……………………………ila akhirihi)

Kemulyaan ilmu suatu keniscayaan bagi semua orang. karena ilmu itu di khususkan bagi bangsa manusia. Karena setiap perkara. kecuali ilmu, manusia dan hewan sama-sama mempunyai-nya. Seperti: sifat berani, kuat, pemurah, kasih sayang dan lain-lain, selain Ilmu.

Dengan ilmu, ALLAH SWT. telah memperlihatkan keutamaan nabi adam AS. di bandingkan malaikat. dan ALLAH SWT. telah memerintahkan malaikat bersujud kepada Nabi Adam AS.

 

(wainnama sarful’ilmi ……..ila akhirihi)

Sesunguhnya kemuliyaan ilmu itu karena sebagai sarana untuk mewujudkan sifat taqwa kepada ALLAH SWT., dengan taqwa tersebut, muslim mendapatkan hak untuk memperoleh kemuliaan di sisi ALLAH SWT dan kebahagiaan abadi.

 

Sebagai mana syair yang telah di senandungkan Oleh syeikh Muhammad bin Hasan bin Abdulloh Rohmatulloh ‘alaihima:

(Ta’alam fainnal ‘ilma …………..ila akhirihi)

Belajarlah ilmu pengetahuan, karena ilmu itu menjadi perhiasan bagi ahli ilmu. Dan menjadi keutamaan serta menjadi tanda bagi setiap perkara yang terpuji.

 

(Wakun Mustafidan ………..Ila Akhirihi)

Dan jadilah setiap hari engkau orang yang mengambil manfaat dengan bertambahnya ilmu. Dan berenanglah di Lautan faidah.

 

(Tafaqqah Fainnal Fiqha ……….Ila Akhirihi)

Carilah ilmu Fiqih, karena ilmu fiqih itu lebih utama-utamanya penuntun untuk menuju kebaikan, taqwa kepada ALLAH SWT. dan tujuan yang paling adil .

 

(Huwal ‘lmul al Haadi ………ila akhirihi)

Ilmu fiqih adalah ilmu yang memberikan jalan menuju petunjuk, ilmu fiqih menjadi benteng yang dapat menyelamatkan dari segala bencana/marabahaya .

 

(Fainna Faaqihan Wahidan………Ila Akhirihi)

KARENA SATU ORANG YANG AHLI ILMU AGAMA DAN BERSIFAT WARA’ LEBIH BERAT BAGI SETAN DARIPADA MENGGODA SERIBU AHLI IBADAH TAPI BODOH.

Bersambung Ke Bagian 3 di: alfattahpule.com/indahnya-budi-pekerti-bag-3/

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Kamis. 16 Mei 2013

1 thought on “INDAHNYA BUDI PEKERTI Bag. 1 dan 2

    lasykar

    (Mei 20, 2013 - 14:52)

    mangtheebh om aximnya. MAN TALATAINA FAQOD FANAINA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *