IMAM SYAFII, IMAM ASSIRRI ASSIQTHIY DAN IMAM SUYUTHI BERBICARA TENTANG MAULID

Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW (Madarij As-shu’ud Syarah al-Barzanji, hlm: 15);

من عظم مولدي كنت شفيعا له يوم القيامة

Yang artinya kurang lebih;
“Bahwa sesungguhnya, barang siapa yang mengagungkan maulidku, maka kelak (pada hari kiamat) aku (Nabi Muhammad SAW, tidak akan mengecewakan mahabbahnya, namun aku) akan memberi syafaat kepadanya pada hari kiamat (agar diampuni dosa-dosanya sampai masuk sorganya Allah SWT)”.

Sebagaimana pula yang disebutkan pula oleh Imam Ibnu Hajar Al-Haitamiy di kitabnya An-Ni’matul Kubra ‘Alal-‘Aalam hal 9 :

قال الإمام شهاب الدين أحمد بن حجر الهيتمي الشافعي في النعمة الكبري على العالم ص 9
قال الإمام محمد بن إدريس الشافعي رحمه الله : من جمع لمولد النبي صلى الله عليه وسلم إخوانا وهيأ طعاما وأخلى مكانا وعمل إحسانا وصار سببا لقراءته بعثه الله يوم القيامة مع الصديقين والشهداء والصالحين ويكون في جنات النعيم

Yang artinya kurang lebih;
“Imam Syafi’i Rahimahullah. berkata; barang siapa yang mengundang saudara-saudaranya untuk mengadakan Maulid Nabi Muhammad SAW, menyuguhkan makanan dan menyediakan tempat untuk mereka dengan ikhlas. Dan disitu dilaksanakan amalan-amalan/ bacaan-bacaan untuk mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Maka orang tersebut (yang menjadi sebab untuk diadakannya Maulid Nabi Muhammad SAW), kelak pada hari kiamat akan dikumpulkan oleh Allah SWT beserta para shiddiqin, syuhada’ dan sholihin dan akan dimasukkan ke sorga Allah SWT yang dipenuhi dengan segala kenikmatan yang abadi”.

Dalam kitab yang sama hal 10 disebutkan;

قال الإمام السري السقطي قدس الله سره : من قصد موضعا يقرأ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم فقد قصد روضة من رياض الجنة لأنه ما قصد ذلك الموضع إلا لمحبة النبي صلى الله عليه وسلم وقد قال صلى الله عليه وسلم من أحبني كان معي في الجنة

Yang artinya kurang lebih:
“Imam Sirri As-Siqthiy Rahimahullah. berkata; barang siapa yang mendatangi tempat untuk merayakan Maulid Baginda Nabi Muhammad SAW, maka sesungguhnya dia telah menuju tempat yang merupakan taman diantara taman-taman sorga. Karena dia tidak menuju tempat tersebut kecuali karena cinta kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Karena sesungguhnya Baginda Nabi Muhammad SAW telah bersabda;

من أحبني كان معي في الجنة

“Sesungguhnya, barang siapa yang benar-benar tulus mencintaiku (Baginda Nabi Muhammad SAW), maka kelak dia akan di sorga bersamaku”.

Dalam kitab yang sama hal 10 disebutkan;

قال الإمام جلال الدين السيوطي قدس الله سره ونور ضريحه :ما من بيت أو مسجد أو محلة قرئ فيه مولد النبي صلى الله عليه وسلم إلا حفت الملائكة ذلك البيت أوالمسجد أو المحلة وصلت الملائكة على أهل ذلك المكان وعمهم الله تعالى بالرحمة والرضوان

Yang artinya kurang lebih:
“Imam Jalaluddin As-Suyuthi Rahimahullah. Berkata; Sesungguhnya tempat mana saja, baik itu masjid, rumah ataupun tempat lainnya, di situ dibacakan maulid Baginda Nabi Muhammad SAW, maka seketika para malaikat akan datang mengelilingi tempat tersebut untuk mendoakan kepada seluruh orang yang hadir, sehingga Allah SWT melimpahkan Rahmat (Belas Kasih Sayang) dan Keridloan-Nya kepada mereka semua”.(1)

*****

Terlepas dari kontroversi seputar perayaan Maulid. Karena ini adalah Ikhtilafiyyah Ijtihadiyyah (Perbedaan Ijtihad para Ahli Ilmu), semoga kita bisa dewasa menghadapinya. Sebagai Hasanah Islam yang tak terhingga. Mewujudkan Islam yang Rahmatan lil’aalamin. Janganlah mencerai-beraikan kita yang membuat orang di luar Islam bertepuk tangan. Bersorak gembira.

——–
(1) Di Kutip Dari KITAB NURUL MUSTHOFA KARYA AL-HABIB MURTADLO BIN ABDULLAH AL-KAFF
Admin Web/FB alfattah pule.com
Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *