Imam Abu Syuja’ (Pengarang Matan Taqrib)

Rahasia Keberkahan Ilmu Dan Umur Beliau
——–

Hampir setiap orang yang pernah mengenyam pendidikan pesantren salafiyyah mengenal tokoh ini. Beliau sangat populer dengan karyanya yang fenomental, Taqrib. Seakan-akan tidaklah “afdlol” apabila dalam sebuah pondok pesantren tidak ada yang namanya MUSYAWARAH TAQRIB, sebagai extra setelah di jadikan pelajaran paten!!.

Sepak terjang beliau membuat decak kagum pembaca biografinya. Bagaimana tidak? Selain Alim, Wira’I, Zuhud, Beliaupun menjadi pejabat Negara!!, Waktu menjadi menteri, beliau tegas, adil dan dermawan. Bahkan beliau mengangkat sepuluh golongan pembantu untuk membagi-bagikan hadiah dan sedekah. Setiap satu golongan diserahi seratus dua puluh ribu dinar. Uang sebanyak itu dibagi-bagikan kepada orang yang membutuhkan, terutama para ulama dan orang-orang yang saleh.

Pada akhir usianya, Beliau memilih untuk hidup dalam kezuhudan. Seluruh hartanya dilepas dan pergi ke Madinah. Menyapu, menghampar tikar dan menyalakan lampu Mesjid Nabawi, sampai ajal menjemputnya pada tahun 593 H/1166 M. Beliau meninggal di Madinah. Janazahnya dimakamkan di Mesjid yang ia bangun sendiri di dekat Bab Jibril, sebuah tempat yang pernah disinggahi malaikat Jibril. Letak kepalanya berdekatan dengan kamar makam Nabi dari sebelah timur.

Allah menganugerahkan usia panjang kepada tokoh besar ini.160 tahun!!!. Yang mengagumkan adalah: Di usia yang begitu panjang, tak satupun dari dari anggota tubuhnya yang “tidak beres”. Ketika ditanya mengenai rahasianya, beliau menjawab: “Waktu muda Aku menjaga tubuhku dari maksiat kepada Allah Ta’ala. Maka, Allah menjaga tubuhku di usia senja”.

——
Wallahu A’lam
Admin Web/FB Al Fattah Pule. Di Kutip Dari Kitab Al Bajuri Juz 1 Hal: 10. Dengan sedikit penambahan dan penyesuaian bahasa.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *