ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH Bag. 6

KAJIAN YAUMUL ISTNAIN

ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH

 

AL JAWAAHIR AL KALAMIYYAH

KARYA: SYAIKH THOHIR BIN SHOLIH AL JAZAAIRIY

Penterjemah: Sholihah, Asal: Masnawi. Argonauli RT. 8 RW. II SP.I. Sirandorung. Tapanuli Tengah. Sumatra Utara. Siswi Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 6

Sifat Yang Dinisbatkan Pada Allah SWT..

 

Soal    : Apakah diperbolehkan untuk menyandarkan kepada Allah SWT, wajah, dua tangan, mata, atau yang lainnya?

Jawab: Dalam kitab suci al-Qur’an, telah ditemukan penyandaran lafadz Yad (satu tangan) pada firman يد الله فوق أيديهم. “Tangan Alloh diatas tangan kalian semua” (QS. alFath 10),  Yadani (dua tangan) pada firman يَا إبْليسُ مَا مَنَعَكَ أنْ تَسْجُدَ لما خَلَقْتُ بِيَدَيَّ “Hai Iblis, apakah yang menghalangimu untuk bersujud kepada makhluk yang telah Ku-Ciptakan dengan kedua tanganKu” (QS. Shood 75), A’yun (mata dengan pengertian penglihatan) pada firman وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأعْيُنِنَا  “Dan Bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, Maka Sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan kami,” (QS. Ath-Thuur: 48).

Namun penyandaran seperti ini, hanya diperbolehkan terhadap apa yang telah difirmankan oleh Alloh pada Kitab yang telah diturunkanNya dan pada NabiNya yang telah diutusNya.

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Senin. 3 Juni  2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *