ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH Bag. 5

KAJIAN YAUMUL ISTNAIN

ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH

AL JAWAAHIR AL KALAMIYYAH

KARYA: SYAIKH THOHIR BIN SHOLIH AL JAZAAIRIY

Penterjemah: Sholihah, Asal: Masnawi. Argonauli RT. 8 RW. II SP.I. Sirandorung. Tapanuli Tengah. Sumatra Utara. Siswi Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 5

Uraian Sifat Istawa’ Allah Swt. Dan Sekelumit Ayat-Ayat Mutasyabbihat

Halaman 11 Cetakan Al – Miftah Surabaya

HALAMAN 11 CETAKAN AL – MIFTAH SURABAYA

 

Soal: Apa yang di kehendaki dengan istawa’ (bersemayam) dalam firman Allah SWT.

الرَّحْمَنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى

Jawab: Yang di kehendaki dengan istawa’ adalah bersemayam yang sesuai dengan keagungan Allah SWT. Maka Istawa’ dalam ayat diatas sudah dimaklumi, akan tetapi tidak hal tersebut tidak bisa diketahui. Bersemayamnya Alloh pada Arsy (singgasana) tidaklah bisa di samakan dengan duduknya manusia diatas perahu, atau menaiki hewan (semisal kuda), atau di atas tempat tidur. Barangsiapa beranggapan seperti diatas, maka sesungguhnya dia telah keliru, dan terjebak dalam kerancuan pola berfikirnya. Karena dia telah menyamakan antara sang pencipta (Khaliq) dengan ciptaannya (makhluk). Sementara pda dalil Naqli dan Aqli sudah dijelaskan bahwa Alloh tidak serupa dengan Makhluknya. Begitu pula dengan segala sesuatu yang dinisbatkan kepadaNya.

Bersambung ke bagian 6 Insya Alloh…

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Senin. 27 Mei 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *