ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH Bag. 4

KAJIAN YAUMUL ISTNAIN

 AL JAWAAHIR AL KALAMIYYAH

KARYA: SYAIKH THOHIR BIN SHOLIH AL JAZAAIRIY

Penterjemah: Sholihah, Asal: Masnawi. Argonauli RT. 8 RW. II SP.I. Sirandorung. Tapanuli Tengah. Sumatra Utara. Siswi Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 4

SIFAT ALLAH MENGETAHUI (AL ILMU), MAMPU (AL QUDROH), BERKEHENDAK (AL IROODAH), MENDENGAR (AS SAM’U), MELIHAT (AL BASHORU), BERFIRMAN (AL KALAMU), SIFAT MUSTAHIL DAN JAIZ ALLAH.

Halaman 8 – 11 Cetakan Al – Miftah Surabaya

 

Soal: Bagaimanakah kita meyakini sifat mengetahui/Ilmu Allah SWT.?

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bersifat mengetahui, dan sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu. Allah mengetahui segala sesuatu, baik yang Nampak  atau tidak tampak. Allah mengetahui bilangan /jumlah butiran debu, mengetahui bilangan tetesan air hujan dan daun-daun pepohonan. Allah mengetahui perkara yang rahasia dan perkara yang lebih samar, tidak samar bagi Allah perkara yang samar. Sifat Ilmu Allah tidak dengan usaha/mempelajari, akan tetapi Allah mengetahui perkara di zaman sebelum diciptakanya makhluk (Azali) Sebelum wujudnya segala hal.

 

Soal: Bagaimanakah kita meyakini sifat kuasa/Al Qudroh Allah SWT.?

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah bersifat kuasa. Dan sungguh Allah adalah dzat yang maha kuasa pada semua perkara /segala hal.

 

Soal: Bagaimanakah kita meyakini Sifat Berkehendak (Al Iroodah) Allah SWT.?.

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah bersifat Iroodah. Dan sesungguhnya Allah adalah Dzat yang berkehendak. Suatu perkara tidak bisa terjadi/terwujud kecuali dengan dengan kehendak Allah. Perkara apapun yang Allah kehendaki pasti ada/terwujud . Dan perkara apapun yang tidak Allah kehendaki, sungguh tidak mungkin terjadi /terwujud.

 

Soal : Bagaimanakah Kita Meyakini Sifat Mendengar (As Sam’u) Allah Ta’ala?

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah bersifat mendengar. Sesungguhnya Allah mendengar segala hal /sesuatu yang samar atau yang nyata. Akan tetapi sifat mendengar Allah SWT. tidak seperti mendengar kita. Sesungguhnya kita mendengar dengan perantara telinga dan sifat mendengar Allah SWT. tidak dengan perantara apapun.

 

Soal: Bagaimanakah Kita Meyakini Sifat Melihat (Al Bashoru) Allah Ta’ala?

Jawab:Kita menyakini sesungguhnya Allah bersifat melihat. dan sesungguhnya Allah melihat segala hal. Allah pasti melihat hingga semut yang hitam di malam yang gelap dan Allah pasti melihat perkara yang lebih kecil dari semut. Segala sesuatu tidak samar bagi Allah, baik di Muka/luar dan di dalam bumi, serta di atas langit dan di bawah langit. Akan tetapi sifat melihat Allah SWT. tidak seperti melihat kita. Sesungguhnya kita melihat dengan perantara mata dan sifat melihat Allah tidak dengan perantara apapun.

 

SOAL: Bagaimanakah meyakini sifat Al Kalam/firman Allah?

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah bersifat berfirman. Dan sesungguhnya firman Allah, tidak seperti ucapan kita. Karena sesungguhnya ucapan kita di buat oleh kita sendiri serta dengan perantara alat berupa mulut, lisan dan kedua bibir. Sedangkan firman Allah SWT. tidak seperti itu [ucapan kita].

 

Soal: Berilah kabar kepadaku pada beberapa sifat mustahil yang Allah SWT. tidak bersifat dengan sifat mustahil tersebut?

Jawab: Adapun sifat mustahil dalam hak Allah Ta’ala, maksudnya perkara yang tidak mungkin Allah bersifat mustahil adalah:

Sifat ‘adam [sifat tiada/sirna],

Sifat khudus [sifat baru datang],

Sifat fana [sifat rusak],

Mumatsalatulkhawditsi[sifat menyamai mahluk]

Sifat butuh pada selain ALLAH SWT..

Sifat adanya sekutu.

Sifat lemah.

Sifat karohiyah/terpaksa, maksudnya terjadinya sesuatu tampa kehendak Allah SWT.

Sifat bodoh dan sifat seperti yang di sebut tadi.

Penyebab Allah SWT. tidak bersifat mustahil, karena sesungguhnya sifat mustahil itu merupakan sifat kurang /tidak sempurna. Sedangkan Allah SWT. yang menjadi tuhan tidak mempunyai sifat, kecuali sifat sempurna. [hanya bersifat sempurna].

 

Soal: Kabarkanlah kepadaku perkara yang boleh keluar dari Allah SWT. (atau sifat jaiz Allah SWT.)

Jawab: Sifat jaiz Allah SWT. adalah, mengerjakan hal-hal yang mungkin dan meninggalkannya. Seperti Allah SWT. menjadikan manusia kaya/miskin, sehat atau sakit dan beberapa perkara yang serupa.

 

Bersambung ke bagian 5 Insya Allah…

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Senin. 21 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *