ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH bag.2

KAJIAN YAUMUL ISTNAIN

 

ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH

 

AL JAWAAHIR AL KALAMIYYAH

KARYA: SYAIKH THOHIR BIN SHOLIH AL JAZAAIRIY

Penterjemah: Sholihah, Asal: Masnawi. Argonauli RT. 8 RW. II SP.I. Sirandorung. Tapanuli Tengah. Sumatra Utara. Siswi Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

 

Bagian 2 dan 3

 

SIFAT ALLAH BERBEDA DENGAN PERKARA YANG BARU DATANG/MAKHLUK-NYA (AL MUKHOLAFATU LIL KHAWADITSI), BERDIRI SENDIRI (AL QIYAM BINAFSIHI) HIDUP (AL HAYAAH) dan ESA/SATU (AL WAHDANIYYAH).

Halaman 5-7 Cetakan Al – Miftah Surabaya

 

Soal     : Bagaimanakah keyakinan tentang sifat berbeda Allah Ta’ala dengan perkara yang baru datang. Yakni makhluknya?

Jawab  : Kita meyakini sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyerupai apapun. Tidak menyerupai dalam dzat, sifat dan perbuatanNya.

 

Soal     : Bagaimanakah keyakinan tentang berbedanya dzat Allah SWT. dengan perkara yang baru datang / mahlukNya?

Jawab  : Kita meyakini sesungguhnya dzat Allah SWT. tidak menyerupai apapun dari makhluk-makluk yang ada, dengan segala macam jalan/penggambaran/metode. Maka, segala sesuatu yang kamu lihat atau yang kamu angankan dalam hati, Allah tidak seperti itu.: “Allah tidak menyerupai apapun!!!”

 

Soal     : Bagaimanakah kita meyakini, sesungguhnya sifat Allah SWT. berbeda dengan perkara yang baru datang/makhlukNya?

 

Jawab  : Kita meyakini sesungguhnya pengetahuan Allah, tidak menyerupai pengetahuan kita. Dan sungguh.! sifat kuasa Allah SWT. tidak menyerupai kemampuan kita, Sifat Kehendak Allah SWT. tidak menyerupai keinginan kita, Sifat hidup Allah SWT. tidak menyerupai hidup kita, Sifat mendengar Allah SWT. tidak menyerupai pendengaran kita, Sifat melihat Allah SWT. tidak menyerupai penglihatan kita, dan sesungguhnya firman Allah SWT. tidak menyerupai perkataan kita.

 

Soal:Bagaimanakah kita meyakini, sesungguhnya perbuatan-perbuatan Allah SWT. berbeda dengan perbuatan-perbuatan perkara yang baru datang/mahlukNya?

Jawab:Kita meyakni sesunggguhnya perbuatan Allah SWT. tidak menyerupai perbuatan apapun, dari beberapa sesuatu/makhluk yang telah di jadikanNya. karena sesungguhnya Allah SWT. berbuat sesuatu tanpa perantara dan tanpa alat.: “sesungguhnya keadaan /perkaraNya, apabila Allah menghendaki sesuatu, hanyalah berkata padanya” : ”jadilah”. Maka jadilah ia”. (QS. yasin 82). Sesungguhnya Allah SWT. tidak melakukaan suatu perkara apapun, karena Allah SWT. butuh pada  perkara tersebut.  Sesungguhnya Allah SWT. tidak melakukan suatu perkara hanya untuk main main, maksudnya: tanpa berfaidah. Karena sesungguhnya Allah SWT. adalah dzat yang bijaksana.

 

Soal:Bagaimanakah keyakinan tentang sifat berdiri Allah SWT. dengan diriNya sendiri??

Jawab: Kita meyakini, sesungguhnya Allah SWT. tidak butuh apapun. Maka Allah SWT. tidak butuh sama sekali  pada tempat, ruang dan segala sesuatu dari makhluk-makhlukNya. Allah SWT. Dzat yang tidak butuh pada semua perkara dan semua perkara butuh pada Allah SWT.

 

Soal : Bagaimanakah kita meyakini sifat hidup Allah SWT. (Al Hayaah)?

Jawab: Kita meyakini sesungguhnya Allah SWT. hidup, dan sifat hidup Allah SWT tidak seperti hidup kita. Sesungguhnya hidup kita dengan adanya perantara, seperti mengalirnya darah dan nafas. Sedangkan sifat hidup Allah SWT. tidak dengan adanya perantara Apapun. Sifat hidup Allah SWT. dahulu, tetap/ kekal, tidak bertemu sifat tiada dan tidak bertemu sifat berubah sama sekali.

 

Soal : Bagaimana kita meyakini sifat Esa Allah SWT (Al Wahdaniyyah)?

Jawab : Kita meyakini sesungguhnya Allah SWT. Satu. Tidak ada yang menyekutukan, menyamai, menyerupaiNya. dan tidak ada kebalikan serta tidak ada yang menentangNya.

 

Bersambung ke bagian 4 Insya Allah…

Wallohu a’lam

Administrator PP. Al Fattah Pule

Pondok Pule, Senin. 13 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.