Ilmu Tauhid Madzhab Asya’iroh Maturidiyyah Bagian 12

KAJIAN YAUMUL ISTNAIN

ILMU TAUHID MADZHAD ASYA’IROH MATURIDIYYAH

 

AL JAWAAHIR AL KALAMIYYAH

KARYA: SYAIKH THOHIR BIN SHOLIH AL JAZAAIRIY

 

Penterjemah: Sholihah, Asal: Masnawi. Argonauli RT. 8 RW. II SP.I. Sirandorung. Tapanuli Tengah. Sumatra Utara. Siswi Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Soal: Bagaimana keyakinanmu terhadap kitab Injil?

Jawab: Kami berkeyakinan bahwa Injil merupakan salah satu kitab Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi ‘Isa AS untuk menjelaskan hakikat-hakikat, mengajak manusia agar meng-esakan Sang Pencipta, serta menghapus sebagian hukum kitab Taurat karena menyesuaikan tuntutan zaman, dan memberi kabar gembira akan munculnya Nabi yang terakhir (Nabi Muhammad SAW).

 

Soal: Bagaimanakah keyakinan para ulama terhadap kitab Injil yang beredar sekarang ini?

Jawab: Para ulama berkeyakinan bahwasannya kitab Injil yang berlaku sekarang terbagi menjadi empat macam yang dikarang oleh empat orang dan sebagian dari mereka ada yang tidak menjumpai Nabi Isa AS. Yaitu; Injil Matta, Injil Markus, Injil Lukas, dan Injil Yohannes. Masing-masing injil tersebut kandungan isinya saling bertentangan.

 

Sebenarnya kaum Nashrani mempunyai banyak kitab Injil selain empat di atas, akan tetapi selang seratus tahun setelah Nabi Isa AS diangkat ke langit mereka bersepakat untuk mengabaikan selain keempat kitab tersebut dengan tujuan untuk mengurangi sekaligus menghindari banyaknya perbedaan antara isi kandung yang ada.

 

Soal: Bagaimana keyakinanmu terhadap al-Qur’an?

Jawab: Kami berkeyakinan bahwa sesungguhnya al-Qur’an adalah kitab paling mulia yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi termulia yaitu Nabi Muhammad SAW. Al-Qur’an adalah kitab samawi yang paling akhir diturunkan dan menghapus isi kandung kitab-kitab sebelumnya. Eksistensi hukum al-Qur’an berlaku sampai hari kiamat, dalam arti tidak akan mengalami perubahan dan pergantian. Al-Qur’an merupakan bukti teragung atas kenabian Muhammad SAW dikarenakan al-Qur’an sendiri adalah Mu’jizat yang paling agung.

 

Soal: Kenapa al-Qur’an dikatakan Mu’jizat paling agung?

Jawab: Al-Qur’an menjadi Mu’jizat paling agung karena al-Qur’an sebagai bukti rasional yang selalu eksis sepanjang masa, setiap waktu dan selalu relevan dengan nalar pemikiran. Sedangkan Mu’jizat selainnya masa berlakunya habis setelah dibutuhkannya Mu’jizat tersebut, maka tidak akan tersisa apapun kecuali hanya tinggal kabarnya saja.

 

Sisi keMu’jizatan al-Qur’an terdapat pada tingkat kefasihan dan kesastraan yang mencapai batas diluar kemampuan manusia. Maka dari itu, Nabi Muhammad SAW berani menantang penduduk Arab pribumi pada saat itu, meskipun mereka berpredikat sebagai umat manusia yang paling fasih bahasanya dan jelas kesastraannya, dan meskipun pada waktu itu -masa diutusnya Nabi Muhammad menjadi Rasulullah-  mereka telah mencapai tingkat kesastraan dan kefasihan yang dapat membingungkan akal dan meresahkan hati.

 

Selama 23 tahun Rasulullah SAW menantang orang-orang Arab (yang kafir) dengan al-Qur’an dan memancing semangat mereka untuk itu. Terkadang Nabi Muhammad SAW meminta mereka untuk membuat padanan satu surat yang seperti al-Qur’an walaupun dengan meminta bantuan kepada pakar bahasa yang mereka kehendaki baik dari golongan manusia dan Jin. Dan terkadang beliau sampai mengklaim mereka lemah, tidak bisa dan tidak akan pernah mampu  melakukan hal tersebut. Memang sudah menjadi watak mereka yang berjiwa sombong, kesatria dan fanatik kabilah. Akhirnya, setelah merasa tidak mampu menghadapi Nabi Muhammad Saw dengan omongan, orang-orang Arab beralih melawan dengan pedang dan dari melawan dengan bahasa pindah menantang dengan panah.

 

Dari sini dapat kita tarik kesimpulan bahwa kalau penduduk Arab pada waktu itu saja tidak mampu, maka selain mereka lebih lemah dalam urusan seperti ini.

 

Sampai saat ini telah terpaut lebih dari 1300 tahun, tapi tidak pernah ditemukan seorangpun dari pakar sastra, kecuali mereka tunduk atau menyerah terhadap keMu’jizatan al-Qur’an.

 

Dengan demikian, bisa kita pastikan bahwa al-Qur’an bukanlah perkataan manusia akan tetapi firman Sang Pencipta kekuatan dan kekuasaan (Allah SWT). Allah SWT menurunkan al-Qur’an untuk menguatkan keRasulan Nabi Muhammad SAW dan meyakinkan kebenaran ucapan beliau. Relita di atas sudah cukup sebagai bukti keMu’jizatan al-Qur’an.

 

Disamping realita tersebut ada beberapa bukti lain yang mendukungnya, antara lain;

  1. Al-Qur’an mengkabarkan perkara ghaib yang akan benar-benar nyata sesuai dengan apa yang dikabarkannya.
  2. Al-Qur’an tidak membuat jenuh pendengaran apabila diulang-ulang.
  3. Al-Qur’an menghimpun ilmu-ilmu yang belum pernah diketahui oleh orang Arab maupun Ajam (non-Arab).

 

Al-Qur’an mengkisahkan peristiwa lampau dan kejadian-kejadian umat terdahulu, padahal latar belakang penerima al-Qur’an berpredikat ummi (tidak bisa baca dan tulis). Jadi, predikat ummi merupakan bukti kuat al-Qur’an dikatakan wahyu dan agar keMu’jizatan al-Qur’an menjadi sebuah keniscayaan untuk diterima.

Bersambung ke bagian 12 Inysa Alloh

Wallohua’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.