Hikmah Mengiringi Hadirnya Cobaan

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu (ada kelapangan) yakni kemudahan (5) sesungguhnya sesudah kesulitan itu (ada kelapangan) yakni kemudahan (6)” QS Al Insyiroh : 5-6.

Kedua ayat diatas, mengungkapkan bahwa ada kemudahan dibalik setiap kesulitan yang hadir menyapa setiap hamba Allah SWT. Bahkan ayat ke 6 dalam surat Al Insiroh tersebut adalah ulangan ayat sebelumnya untuk menguatkan arti yang terkandung dalam ayat yang terdahulu; yakni bila kesulitan itu dihadapi dengan tekad yang sungguh-sungguh dan berusaha dengan sekuat tenaga dan pikiran untuk melepaskan diri daripadanya, tekun dan sabar serta tidak mengeluh atas kelambatan datangnya kemudahan, pasti kemudahan itu akan tiba

Kisah ini diceritakan oleh salah seorang sahabat yang ketika itu dia mengalami sederet ujian yang seolah menguras habis kesabarannya. Habis uang tabungan yang selalu dia sisihkan dari hasil jerih payahnya dalam bekerja dan Allah mengujinya dengan penyakit.

Bahkan orang menganggap dia berlumur dosa dan atas dosanya itu dia harus menerima hukuman.

Dalam tutur kisahnya dia menyampaikan bahwa dia bersyukur orang berkata bahwa dia berlumur dosa hingga waktunya dia habiskan untuk memohon ampunan kepada Allah, mohon maaf kepada orang-orang disekitarnya jika selama ini ada sikap, perbuatan yang menyakiti melukai atau membuat orang lain tidak berkenan atas dirinya.

Dia bangkit beberapa waktu setelah untuk kesekian kali dia harus dirawat di rumah sakit dan sudah tidak punya lagi apa-apa. Merasakan beberapa bulan waktunya dilewati dengan sholat sambil duduk.Hingga dalam kondisi yang seperti itu, dia berdoa ingin memberangkatkan kedua orang tuanya ke Baitullah Al Haram.

“Untuk bisa menyampaikan langkah kedua orang tuaku ke Baitullah, yang saya butuhkan pertama kali adalah izin Allah sang pemilik Makkah Al Mukaromah dan Madinatul Munawaroh. Walaupun saat itu uang yang tersisa hanya sekitar 500 ribu”, tuturnya kepada saya.

Kurang dari satu tahun, atas izin Allah, doa sahabat ini dikabulkan oleh Allah. Dia berangkatkan kedua orang tuanya melaksanakan Umroh dan bahkan dirinya sendiri juga sedang mempersiapkan diri untuk segera berangkat umroh. Subhanallah.. Betapa Allah Dzat Yang Maha Mengijabah segala doa. Tidak ada yang tidak mungkin jika Allah menghendaki.

Dengan suara pelan, saya beranikan diri untuk bertanya, apakah doa yang dia mohonkan kepada Allah. Apakah amalan yang dia kerjakan. Salah satunya adalah sholat dhuha.

“ Sholat dhuha sebagai pembuka pintu rizki. Dua belas rakaat saya usahakan untuk istiqomah”, katanya.

“ Empat Rakaat pertama saya hadiahkan pahalanya untuk kedua orang tua saya, karena keduanya adalah perantara keberadaan saya didunia, orang pertama yang mengenalkan Allah. Dua rakaat berikutnya saya hadiahkan untuk leluhur dan guru-guru saya, karena bimbingan dan doa mereka mengiringi langkah saya. Dua rakaat berikutnya saya hadiahkan untuk saudara-saudara saya, karena saya tidak ingin mereka kekurangan. Dua rakaat berikutnya saya hadiahkan untuk seluruh umat islam dan dua rakaat terakhir saya mohonkan agar Allah berkenan juga mengizinkan langkah saya sampai ke Baitullah”, seperti itu kisahnya yang membuat saya merinding ketika mendengar setiap kata-katanya.

Subhanallah..

Setiap musibah yang dialami, ternyata adalah pembuka jalan kebaikan dan tiadalah Allah menguji hambaNYA melebihi batas kemampauan hamba itu. Allah berkuasa mengangkat derajat atau bahkan menghinakan hambaNYA dengan caraNYA. Bisa jadi musibah yang menimpa kita, adalah kebaikan untuk diri kita dan bahwa sesungguhnya dibalik kesulitan ada kemudahan.Wallahu a’lam.

~Auliya Kareem~

******

Catatan Admin Fb/Web AlFattah Pule:

Hukum Menghadiahkan Pahala Sholat Sunnah Bagi orang Hidup terjadi Khilaf Antara Para Ulama (Lihat Fatawa Sabkah Islamiyyah). Semoga Kita bisa dewasa mensikapinya. Dan menjadikannya Rahmatan Lil’Alamiin… Amin Amin Amin…..

———

* Penulis Adalah Alumni PP. ALFattah Pule Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur

Wallahu a’lam Dan Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *