Hanya Allah Ta’ala yang patut di sembah

Alkisah, Waktu sebagian Cendekia Muslim tertawan tentara Romawi. Ada salah seorang Nasrani yang mendalami agama Islam (orientalis) mencoba menggoyahkan keimanan Tawanan itu. Mereka mengajak berdiskusi tentang keunggulan Nabi Isa, atau Isa Al Masih sang Anak Tuhan. Merasa sebagai Tuan Rumah. Mereka menyilahkan Sang Cendekia muslim mengajukan pertanyaan pertama.

“Kenapa kalian menyembah Nabi Isa AS?”. buka Sang Cendekia.

“Karena Beliau tidak ber-Ayah” jawab mereka.

“Kalau hanya alasan itu. Mestinya yang lebih patut di sembah Nabi Adam. Karena beliau tidak ber-Ayah sekaligus tidak ber-Ibu?”.

Merasa tidak terima. Mereka melanjutkan pertanyaan, atau lebih tepatnya, mengalihkan permasalahan, “Karena Nabi Isa bisa menghidupkan orang Mati”.

“Kalau permasalahannya adalah bisa menghidupkan orang mati. Bukankan Nabi Hizqiil lebih “ampuh” dari Nabi Isa?. Karena Nabi Isa “hanya” menghidupkan empat golongan. Sedangkan Nabi Hizqiil? Delapan ribu golongan!!” Bantah sang Tawanan cendekia.

Alih-alih mengomentari perihal Nabi Hizqil. Lagi-lagi mereka mengalihkan pertanyaan, “Tapi kan, Nabi Isa bisa menyembuhkan orang buta dan orang yang terkena penyakit belang?”.

“Kalau alasan kalian menyembah Nabi Isa karena “kesaktian”, bukankan Nabi Jirjis lebih “Sakti”? karena beliau pernah di masukkan di tungku, di Masak!!, lalu Dibakar!! Ternyata beliau keluar dalam keadaan sehat wal afiat bukan??”

Mereka Terdiam…

———–
Wallahu A’lam
Admin Web/Fb AlfattahPule. Di Kutip dari Kitab SulamulMunaajat Hal: 4 Karya Syaikh Imam Nawawi Al Bantani. Dengan Sedikit penambahan dan penyesuaian bahasa.
Semoga Bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *