Hadits Keutamaan Ilmu

I.          Keutamaan Ilmu.

Ilmu, belajar, pelajar dan agama Islam adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, oleh karena itu keutamaannya sangatlah banyak diterangkan dalam Al Qur’an, Al Hadist, Atsar maupun maqolah Ulama. Sebagai berikut:

 

Al-Qur’an:

قَالَ اللهُ تَعَالَى: { وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمَاً } [ طه: 114 ]

Artinya: Dan Katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

{QS. Thoha 114}

 

Al-Hadist:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم; {فضل العلم خير من فضل العبادة}. وإنما كان كذلك; لأن العلم يبعث على فضل العبادة والعبادة مع خلو فاعلها من العلم بها قد لا تكون عبادة, فلزم علم الدين كل مكلف.

Artinya: “Rosululloh SAW. bersabda”: “Keutamaan Ilmu lebih baik dari keutamaan Ibadah”. Dikarenakan ilmu bisa melahirkan keutamaan ibadah, sedangkan ibadah tanpa adanya ilmu maka tidak akan menjadi ibadah, maka ilmu agama wajib bagi setiap orang yang diwajibkan melakukan syariat islam (mukallaf)

وعنه قَالَ: قَالَ رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:

 (( إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ, أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ, أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ )). رواه مسلم.

Artinya: Rosululloh SAW. Bersabda: “Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah amalnya, kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, Ilmu yang bermanfaat atau Anak sholih yang mendoakan kepadanya”.

 

وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما, قَالَ: سَمِعْتُ رسولَ الله – صلى الله عليه وسلم – يقول: (( إنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزعهُ مِنَ النَّاسِ،وَلكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ, حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِماً, اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوساً جُهَّالاً, فَسُئِلُوا فَأفْتوا بِغَيْرِ عِلْمٍ, فَضَلُّوا وَأضَلُّوا )). متفقٌ عَلَيْهِ.

Artinya: Dari sahabat Abdulloh bin Amr bin Ash RA., beliau berkata: “Aku mendengar Rosululloh SAW. bersabda”: “Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut Ilmu dengan cara (langsung) menghilangkan dari manusia, akan tetapi Alloh mencabut ilmu dengan mengambil (nyawa) ulama, sehingga tidak ada orang yang alim. (kemudian) Manusia mengangkat pemimpin dari orang-orang bodoh, (pada waktu) mereka ditanyai (masalah agama), mereka berfatwa/menjawab tanpa (dasar) ilmu.  Maka mereka sesat dan menyesatkan (manusia)”.

وعن عبد الله بن عمرو بن العاص رضي الله عنهما: أنَّ النبيَّ – صلى الله عليه وسلم -, قَالَ:

 (( بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً, وَحَدِّثُوا عَنْ بَنِي إسْرَائِيلَ وَلاَ حَرَجَ, وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّداً فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ )). رواه البخاري.

Artinya: Dari sahabat Abdulloh bin Amr bin Ash RA.: “Sesungguhnya Nabi SAW., bersabda”: “Datangkanlah (ilmu) dariku walaupun satu ayat!, dan ceritakanlah tentang Bani Isroil -dan tidak ada dosa-, barangsiapa dengan sengaja berbohong atasku, maka tetapkanlah tempatnya dari neraka”.

 

Atsar:

وَقَالَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه: النَّاسُ أَبْنَاءُ مَا يُحْسِنُونَ.

Artinya: Sayyidina Ali RA. berkata: “Manusia adalah anak dari sesuatu yang dia bisa”.

وَقَالَ مُصْعَبُ بْنُ الزُّبَيْرِ: تَعَلَّمْ الْعِلْمَ فَإِنْ يَكُنْ لَك مَالٌ كَانَ لَك جَمَالًا وَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَك مَالٌ كَانَ لَك مَالًا.

Artinya: Sahabat Mus’ab bin Zubair berkata: “Belajarlah ilmu!, Andai saja engkau (punya ilmu dan) mempunyai harta maka engkau akan tampan, dan apabila engkau tidak punya harta (tapi punya ilmu) maka engkau akan mempunyai harta”.

[Diambilkan dari buku Arba’in  al-Fataa PP. Al-Fattah Pule Tanjunganom ]

Post Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.