GRAMATIKA ARABIC Bag 4

KAJIAN HARI RABO

SYARKH MUKHTASHOR JIDDAN

(Penjabaran Yang Sangat Ringkas)

KARYA: SYAIKH ZAINI DAHLAN

Penterjemah: Mohammad Shofa’ul Akbar. Dusun Menthaos. Desa Nglawak. Kecamatan Kertosono Nganjuk Jawa Timur. Siswa Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 4

Asal muasal terciptanya ilmu nahwu

(Percetakan: Karya Thoha Putra. Semarang. Hal: 2 dan 3)

 

Di ceritakan sebab Imam Abu Aswad Ad Du-Ali mengarang fan nahwu ini adalah ketika malam hari ia dan putrinya di atas loteng rumahnya. kemudian putrinya melihat langit dan bintangnya serta keindahan gemerlap cahaya bintang yang di selimuti kegelapan malam.

Putrinya berguman:

مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ

“Alangkah indahnya langit diatas sana?”

Dengan mendzommah nun dan mengkasrah hamzah, (yang menunjukkan kalimat tanya. Sehingga sang ayah menyangka ia bertanya: “Apakah yang paling indah di langit?”)

نُجُوْمُهَا يَا بُنَيَّةُ

“Wahai anakku, Bintang-bintangnya”. Sahut Imam Abu Aswad Ad Du-Ali. Karena ia menyangka perkataan putrinya adalah: “Apakah yang paling indah di langit?”

Namun putrinya menyanggah dengan berkata:

اِنَّمَا اَرَدْتُ التَّعَجُّبَ

“yang aku inginkan hanyalah, mengungkapkan kekaguman indahnya langit”

Maka Imam Abu Aswad Ad Du-Ali berkata: “kalau begitu ucapkanlah:,

مَا اَحْسَنَ السَّمَاءَ

“Betapa indahnya langit.”

Dengan membuka mulutmu/membaca fathah nun dan hamzah. (Bukan مَا اَحْسَنُ السَّمَاءِ dengan mendzommah nun dan mengkasrah hamzah)

Waktu pagi menjelang, Imam Abu Aswad Ad Du-Ali Sowan Ke Sayyidina Ali Karramallu Wajhahu. Dan berkata:

“Wahai amirul mukminin, waktu anak-anakku bercerita, aku tidak bisa memahami (apa yang mereka katakan), lalu ia mengisahkan percakapan dengan putrinya.

“Ini disebabkan bercampurnya orang asing dengan orang arab”. Jawab Sayyidina Ali Karramallu Wajhahu.

Kemudian Sayyidina Ali Karramallu Wajhahu memerintahkan Imam Abu Aswad Ad Du-ali membeli lembaran kertas, selang beberapa hari beliau men-dikte Imam Abu Aswad Ad Du-ali, tentang pembagian kalam ada tiga: Isim, Fiil dan huruf yang mempengaruhi makna serta gambaran bab ta’ajjub/ungkapan heran. Lalu beliau berkata:

اُنْحُ هَذَا النَّحْوَ

“Kembangkanlah contoh ini/Ikutilah jalan ini”

Oleh karena itu, fan ini di namakan ilmu Nahwu/Contoh/Jalan.

Lalu Sayyidina Ali KW. Berkata Pada Imam Abu Aswad:

“Wahai Abu Aswad, ikutilah metode tersebut dan kembangkanlah, sesuai kondisi yang kau hadapi. Ketahuilah wahai abu Aswad, sesungguhnya setiap hal terbagi menjadi tiga: Dzhohir/jelas, Mudlmar /tersimpan dan hal yang bukan dzohir maupun Mudlmar, dan sungguh kebanyakan manusia berlomba-lomba mempelajari hal yang yang bukan dzohir maupun Mudlmar”.

Imam Abu Aswad berkata: “maka aku mengumpulkan segala hal yang berkaitan dengan ilmu nahwu, kemudian aku sowankan kepada beliau. Sebagiannya adalah pembahasan tentang huruf-huruf nashab, diantara lain: إنّ، وأنّ، وليت، ولعل، وكأنّ Namun aku tidak mencantumkan huruf لكنّ”.

“Kenapa engkau tidak mencantumkannya?”, Tanya Sayyidina Ali KW.

“aku tidak menganggapnya sebagai huruf nashab”.

“Tidak begitu, bahkan لكنّ termasuk huruf nashab. Tambahkanlah..”. pungkas Sayyidina Ali KW.

Selang beberapa Waktu Imam Abu Aswad mendengar seorang lelaki yang membaca ayat:

أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولِهُ

Dengan menge-Jarkan/mengkasrahkan huruf lam pada kata RASUULIHI (yang seharusnya di dhommah. Menjadikan artinya: “Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan rasulnya”, hal ini menyebabkan arti dari kalimat tersebut menjadi rusak dan menyesatkan. Seharusnya kalimat tersebut adalah,

أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُوْلُهُ

“Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.” Dengan Me-Rafa’kan/mendzomahkan lafadz RASUULIHI).

Oleh karena itu Beliau, Imam Abu Aswad meletakkan bab ‘athaf/kata sambung dan na’at/sifat.

Bersambung bagian 5 Insya Allah….

Wallohu a’lam

Administrator Al Fattah Com

Gubug Sederhana Pule, Rabo 29 Mei 2013

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *