GRAMATIKA ARABIC bag. 3

KAJIAN HARI RABO

SYARKH MUKHTASHOR JIDDAN

(Penjabaran Yang Sangat Ringkas)

KARYA: SYAIKH ZAINI DAHLAN

Penterjemah: Mohammad Shofa’ul Akbar. Dusun Menthaos. Desa Nglawak. Kecamatan Kertosono Nganjuk Jawa Timur. Siswa Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 3

10 Hal Dasar Fan, Dan Syaikh Abu Al Aswad Ad Dauli Adalah Pencipta Ilmu Nahwu

(Percetakan: Karya Thoha Putra. Semarang. Hal: 2 dan 3)

 

Faidah:

Seyogyanya bagi setiap orang yang mempelajari sebuah fan, harus bisa menggambarkan dan mengetahui fan tersebut sebelum mempelajarinya. Supaya terlihat mata batin. Hal tersebut bisa berhasil dengan mengetahui 10 hal dasar, yang di nadhomkan oleh sebagian ulama:

 

Sesungguhnya dasar setiap fan ada 10 hal.

berupa DEVINISI (al Khad), TUJUAN (Al Maudlu’), Kemudian HASIL (atTsamroh).

KEUTAMAAN (al Khikmah) fan, SANDARAN (Nisbat), dan PENCIPTA (al Waadli’).

NAMA fan (al Ismu), PENGAMBILAN DASAR (Istimdaad), dan HUKUM SECARA SARI’AT (Hukmus Syaari’).

Serta BEBERAPA MASALAH (Masaa-ilu). pembagian yang telah di bagi di atas sudah mencukupi.

Barang siapa sudah mengetahui semuanya. Maka dia akan mendapat kemulyaan.

 

Sekarang, saya mengarang fan dalam ilmu nahwu. Maka saya katakan:

BATASAN dalam ilmu nahwu adalah harus mengetahui beberapa kaidah, yang dengan kaidah tersebut di ketahui pembahasan hukum kalimat-kalimat bahasa arab waktu menyusunnya berupa: I’rob, bina’ dan perkara yang ikut dari beberapa syarat yang merusak dan membuang dlomir yang kembali

 

TUJUAN/SASARAN ilmu nahwu adalah membicarakan kalimat-kalimat bahasa arab di pandang dari pembahasan (perubahan) bentuk-bentuk kalimat

 

HASIL/TUJUAN AKHIR dan faidah ilmu nahwu adalah menahan dari kekeliruan dan menolong agar faham kalam ALLOH dan kalam RASULULLOH SAW.

 

KEMULIAAN ilmu: Nahwu sama dengan kemuliaan faidahnya.

 

PENGAMBILAN DASAR ilmu nahwu: Dari kalam arab.

 

KEUTAMAAN ILMU nahwu: Unggul dari ilmu lain dalam sandaran dan redaksi.

 

BEBERAPA MASALAH NAHWU: Kaidah-kaidahnya, seperti ucapanmu: Fa’il dibaca rofa’.

 

PENGARANG ILMU NAHWU: At Taabi-in Imam Abu Aswad Ad dauli dengan perintah dari Imam Ali semoga ALLOH memulyakan dirinya.

 

NISBAT/SANDARAN ILMU NAHWU bagi ilmu-ilmu lainya adalah memperjelas.

 

NAMANYA adalah Ilmu nahwu dan ilmu arabbiyyah.

 

HUKUM SYARIAT DALAM MEMPELAJARI NAHWU adalah: fardlu kifayah (Andai tidak ada yang mempelajari maka semua orang berdosa) bagi semua orang. Dan fardlu a’in untuk orang yang membaca/mengurai kandungan tafsir dan hadist

 

Bersambung bagian 4 insya Allah…

Wallohu a’lam

Administrator Al Fattah Com

Gubug Sederhana Pule, Rabo 22 Mei 2013

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *