GRAMATIKA ARABIC Bag.1

KAJIAN HARI RABO

SYARKH MUKHTASHOR JIDDAN

(Penjabaran Yang Sangat Ringkas)

KARYA: SYAIKH ZAINI DAHLAN

Penterjemah: Mohammad Shofa’ul Akbar. Dusun Menthaos. Desa Nglawak. Kecamatan Kertosono Nganjuk Jawa Timur. Siswa Kelas VI Ibtidaiyyah Madrasah Salafiyyah Al Fattah Pule

Bagian 1 dan 2

Muqoddimah dan Pengenalan Fa’il, Maf’ul, Naibul Fa’il, Mudlof, Mudlof Ilaih Serta Dlorof.

(Percetakan: Karya Thoha Putra. Semarang. Hal: 2)

{[- INI ADALAH KATA SAMBUTAN DARI SEBAGIAN ULAMA YANG MENCINTAI PENGARANG -]}

{[- beserta beberapa pendahuluan ilmu nahwu dan beberapa faidah dari syaikh dan salah satu beberapa murid -]}

 

{[- sebagian orang-orang yang menyukai kitab ini berkata pada Syaikh Rahimahulloh -]}

 

Bersihkanlah pandanganmu, ketika melihat keindahan syarah (ini),

Dengan kebahagiaan orang-orang yang melihat syarah ini, karena keelokan kandungan syarah ini.

(syarah ini mempunyai) makna yang bersih dan lafadz yang sedikit. Tapi, kenapa tidak?.

Sedangkan ulama yang (menguasai) sendirian suatu masa/Ulama Agung, telah membacakan Syarah ini.

 

Jangan katakan syarah ini kecil. Karena banyak batu kecil yang tinggi nilainya.

 

Sungguh!! syarah ini ibarat air bah, tiada aib padanya.

Yang ada hanyalah keindahan sempurna, bagi orang yang mempelajarinya.

 

Syarakh ini merupakan inti sari dari pemikiran-pemikiran para ulama yang sangat alim yang ilmunya mengalir seperti tinta. Dan yang waspada,

Di puncak ke aliman dan kemuliaan derajad Mereka.

 

Yang menjadi mahkota zamannya. yang menguasai pengertian-pengertian

Mudah-mudahan wali kuthub (Tonggak dunia) menolong kita, dan semoga tuhan kita memuliakanya.

 

Pengarang Kitab Ini (Syarah Mukhtashor Jiddan) adalah Ulama yang senantiasa berpendapat dengan dalil, Ulama yang ilmunya mengalir seperti tinta, Ulama yang Ilmunya dalam seperti lautan, Ulama yang merupakan inti sari dari semua umat dan Ulama yang sangat taqwa, Sekaligus yang menjadi guru kita adalah Sayyid Ahmad Dahlan semoga Alloh Ta’ala membalas beliau dengan Kebaikan yang Indah.

 

(FAIDAH)

 

Fa’il adalah orang yang melakukan pekerjaan dan pasti di baca rofa’. Contoh: قام زيد

 

Maf’ul adalah orang yang terkena pekerjaan dan pasti di baca nashob. Contoh: ضربت زيدا

 

Naibul fa’il adalah maf’ul yang di tempatkan pada pada tempat fa’il, setelah membuang fa’il tersebut. Dan Maf’ul pasti di baca rofa’. Contoh: ضرب زيد, يضرب عمرو

 

Mudlof dan Mudlof Ilaihi adalah Dua isim yang di antara keduanya ada keterkaitan juz’iy yang spesifik. Contoh: غلام زيد

Adapun lafadzغلام di lekatkan/nisbatkan pada lafadz زيد. Maka lafadz pertama dinamakan mudlof, sedangkan lafadz yang kedua dinamakan mudlof ilaih.

I’rob pada mudlof tergantung amil-amil yang masuk sebelum mudlof. Sedangkan mudlof ilaih Pasti di baca jar.

 

Dlorof Zaman adalah Isim zaman (keterangan waktu) yang terkena pekerjaan.

Contoh: صمت يوم الخميس (saya puasa hari kamis )

Dlorof Makan adalah Isim Makan (keterangan tempat) yang terkena pakerjaan.

Contoh: جلست أمام الشيخ (saya duduk di depan guru).

Dlorof Zaman Dan Dlorof Makan pasti di baca nashob.

 

Bagian 2

Pengenalan Khal, Tamsiz, Maf’ul Li Ajlih, Maf’ul Ma’ah, Isim Tasniyyah, Jama’ Mudzakkar Salim, Isim Mu’rob dan Isim Mabni.

(Percetakan: Karya Thoha Putra. Semarang. Hal: 2)

 

Khal Adalah isim yang menerangkan keadaan/kondisi Dzat waktu pekerjaan tersebut di lakukan.

Contoh: جاء زيد راكبا (zaid datang dengan menunggang). Dan Khal pasti ter-baca nashob.

 

Tamyiz adalah isim yang menerangkan suatu Dzat yang samar.

Contoh: عندي رطل زيتا (aku punya satu ritl, minyak zaitun). Dan Tamzis pasti ter-baca nashob.

 

Maf’ul Li Ajlih adalah Isim yang pekerjaan di lakukan karena keberadaanya. Dan maf’ul li ajlih pasti terbaca nashob.

Contoh: قمت إجلالا لزيد (Aku berdiri, karena memuliakan zaid).

 

Maf’ul Ma’ah adalah isim yang bersamaan dengan wawu ma’iyah (kata sambung wawu, yang bermakna: bersamaan) dan pekerjaan di kerjakan bersamaan dengan isim tersebut.

Contoh:جاء الأمير والجيش (pemimpin beserta prajuritnya datang) maksudnya bersamaan dengan prajurit. Dan Maf’ul Ma’ah pasti terbaca Nashob. Wallahu A’lam.

 

Isim tasniyah adalah lafadz yang menunjukan dua makna dengan tambahan alif dan nun di i’rob rofa’. Dan tambahan ya’ dan nun di i’rob nashob dan jar-nya.

Contoh:

جاء الزيدان (Zaid dua, datang)

رأيت الزيدين (Aku melihat, dua zaid)

مررت بالزيدين (Aku berpapasan dengan dua zaid)

 

Jama’ mudzakkar Salim adalah lafadz yang menunjukan makna banyak dengan tambahan wawu dan nun di akhirnya dalam i’rob rofa’. Dan tambahan ya’dan nun pada i’rob nashob dan jar.

Contoh:

جاء الزيدون (Zaid banyak, datang).

رأيت الزيدين (Aku melihat, banyak Zaid).

مررت بالزيدين (Aku berpapasan dengan banyak Zaid).

 

Perbedaan antara isim tasniyah dan jama’ dalam keadaan nashob dan jar adalah:

pada isim tasniyah. Harkat sebelum ya’ di fathah, dan sesudah ya’ di kasroh.

Dan pada Jama’. harkat sebelum ya’ di kasroh dan sesudah ya’ di fathah.

 

Isim Mu’rob adalah lafadz yang berubah akhirnya, dengan sebab berbeda-bedanya amil (yang memasukinya).

Contoh: زيد dan رجل

 

Isim Mabni adalah lafadz yang tetap pada satu keadaan.

Contoh:

أين (dimana)

أمس (kemarin)

حيت (sekira)

dan ALLOH Subhanahu Wa Ta’ala maha mengetahui. keterangan dari pengarang (muallif) telah selesai.

Bersambung ke bagian 3 Insya Alloh…

Wallohu a’lam

Administrator Al Fattah Com

Gubug Sederhana Pule, Rabo 15 Mei 2013

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *